Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kebakaran Gambut Datang Lebih Dini, Ancaman El Nino Kian Nyata

by dimas
April 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kebakaran lahan gambut mulai muncul bahkan sebelum puncak musim kemarau 2026 tiba. Kondisi ini langsung memicu alarm bahaya, karena Indonesia berpotensi menghadapi cuaca lebih panas dan kering akibat El Nino.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan El Nino bisa berkembang pada semester kedua 2026. Meski tergolong lemah hingga moderat, dampaknya tetap signifikan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan risiko ini dalam rapat koordinasi mitigasi kemarau panjang. Ia mengingatkan bahwa kombinasi kemarau dan El Nino sering memicu lonjakan kebakaran.

“Yang kita khawatirkan adalah ketika musim kemarau terjadi bersamaan dengan fase aktif El Nino,” tegasnya.

Ribuan Titik Panas Sudah Mengepung Gambut

Pantau Gambut mencatat 23.546 titik panas sejak awal tahun. Angka ini muncul bahkan sebelum kemarau mencapai puncaknya.

Ini Belum Selesai

Pahlawan Street Centre, Jalan yang Pernah Jadi Nadi Madiun

12 Penyelam Turun ke Laut Jawa, 126 Korban KM Virgo Masih Dicari

Sebagian besar titik panas terkonsentrasi di area fungsi ekosistem gambut lindung. Wilayah ini menyimpan lapisan gambut dalam yang menghasilkan emisi karbon lebih besar saat terbakar.

Riau mencatat jumlah tertinggi dengan 8.930 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 8.842 titik. Data ini menunjukkan bahwa wilayah dengan gambut luas menjadi pusat kerawanan kebakaran.

Masalahnya, titik api juga muncul di area berizin. Pantau Gambut menemukan 6.192 titik di kawasan HGU dan 1.334 titik di wilayah IUPHHK.

Temuan ini memperlihatkan celah serius antara aturan dan praktik di lapangan.

Putra Saptian dari Pantau Gambut menegaskan pentingnya pengawasan ketat.
“Pengawasan restorasi berbasis KHG harus diperkuat agar pemulihan benar-benar menyentuh dampak ekologis,” katanya.

Teknologi Satelit Ungkap Kebakaran Lebih Detail

Peneliti dari The TreeMap, David Gaveau, mengembangkan sistem pemetaan berbasis satelit Sentinel-2. Teknologi ini mampu mendeteksi area terbakar hingga resolusi 20 meter.

Sistem tersebut menangkap kebakaran kecil yang sering luput dari pemantauan global.

Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 5,62 juta hektar wilayah pernah terdampak kebakaran. Dari jumlah itu, sekitar 4,04 juta hektar mengalami kebakaran aktif.

Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan konsentrasi kebakaran tertinggi. Enam provinsi bahkan menyumbang 68 persen dari total area terbakar nasional.

El Nino Perkuat Risiko Kebakaran

Data historis menunjukkan pola yang konsisten. Aktivitas kebakaran meningkat saat El Nino dan Indian Ocean Dipole berada dalam fase positif.

Pada 2019 dan 2023, kebakaran melonjak tajam mulai Juli dan mencapai puncak pada September hingga Oktober.

Sebaliknya, periode 2020 hingga 2022 menunjukkan penurunan kebakaran karena kondisi iklim lebih basah.

Temuan ini menegaskan bahwa faktor iklim memainkan peran besar dalam memperparah kebakaran hutan dan lahan.

Saatnya Bertindak Sebelum Terlambat

Kondisi saat ini menunjukkan satu hal jelas: kebakaran tidak lagi menunggu puncak kemarau. Api sudah muncul lebih cepat, sementara pengawasan belum maksimal.

Pemerintah perlu mempercepat pembentukan regulasi terpadu, termasuk RUU Perlindungan Ekosistem Gambut berbasis KHG. Integrasi tata ruang, perizinan, dan penegakan hukum harus berjalan serentak.

Jika tidak, kebakaran akan terus berulang setiap tahun dengan dampak yang semakin besar.

Lalu pertanyaannya: saat tanda bahaya sudah muncul lebih awal, apakah kita masih akan bergerak terlambat? @dimas

Tags: bmkgel nino 2026Krisis IklimPerubahan Iklim

Kamu Melewatkan Ini

Laut Indonesia Tak Bersahabat, Gelombang 4 Meter Ancam Pelayaran

Laut Indonesia Tak Bersahabat, Gelombang 4 Meter Ancam Pelayaran

by dimas
September 10, 2026

BMKG memperingatkan gelombang hingga 4 meter dan angin kencang yang mengancam keselamatan pelayaran di sejumlah perairan Indonesia. Tabooo.id - Laut...

Karhutla Kalimantan Berulang: Kenapa Selalu Datang Setelah Api Membesar?

Karhutla Kalimantan Berulang: Kenapa Selalu Datang Setelah Api Membesar?

by teguh
Agustus 21, 2026

Musim kering belum selesai, tetapi asap kembali menjadi cerita Karhutla Kalimantan. Per 19/08/2026, data BNPB yang disampaikan Wakil Ketua Komisi...

Gempa Flores: Negara Bergerak, Bantuan Disiapkan

Gempa Flores: Negara Bergerak, Bantuan Disiapkan

by dimas
Agustus 15, 2026

Gempa di Flores M 7,7 mengguncang wilayah NTT dan menewaskan 14 orang. Pemerintah bergerak menyiapkan bantuan untuk penanganan bencana. Tabooo.id...

Next Post
Ini Bukan Sekadar Kartun. SpongeBob Adalah Potret Dunia yang Terlalu Nyata

Ini Bukan Sekadar Kartun. SpongeBob Adalah Potret Dunia yang Terlalu Nyata

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id