Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sidang MK, Operator Buka Suara: Publik Beli Data atau Sekadar Menyewa Akses?

by teguh
April 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Polemik kuota internet hangus akhirnya masuk ruang sidang. Kini, Mahkamah Konstitusi memeriksa perkara Nomor 273/PUU-XXIII/2025 yang menguji aturan dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

Isunya dekat dengan jutaan orang Indonesia. Sebab, banyak pelanggan bertanya kenapa kuota yang sudah dibayar bisa hilang saat masa aktif selesai?

Sidang pleno di Jakarta, Kamis (16/04/2026), menghadirkan jawaban dari operator seluler. Mereka menolak istilah “kuota hangus”. Menurut mereka, yang terjadi hanyalah berakhirnya kontrak layanan antara perusahaan dan pelanggan.

Telkomsel: Pelanggan Membeli Akses, Bukan Barang

Perwakilan Telkomsel, Vice President Simpati Product Marketing Adhi Putranto, menilai publik sering memaknai paket data sebagai barang milik pribadi.

“Terminologi paket/kuota hangus ataupun penghapusan kuota secara sepihak yang saat ini beredar di masyarakat menurut hemat kami tidak tepat,” ujar Adhi di sidang MK, 16 April 2026.

Menurut Telkomsel, pelanggan membeli hak akses ke kapasitas jaringan untuk volume tertentu dan waktu tertentu. Karena itu, saat masa aktif selesai, hak akses tersebut ikut berakhir.

Ini Belum Selesai

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Herdman: Ini Kemenangan Kami Tunggu 38 Tahun

Dengan logika ini, pelanggan tidak membeli barang bernama kuota. Sebaliknya, pelanggan membeli kesempatan memakai jalur digital dalam batas waktu tertentu.

Indosat: Jaringan Butuh Biaya Besar

Indosat Ooredoo Hutchison menyampaikan pandangan serupa. Vice President Head of Prepaid Product & Pricing Strategy Nicholas Yulius Munandar menjelaskan bahwa layanan internet berdiri di atas sistem teknis mahal dan rumit.

Ia menyebut spektrum frekuensi, BTS, radio access network, transport network, core network, data center, serta sistem operasional lain sebagai fondasi layanan.

“Indosat wajib mengelola kapasitas jaringannya secara optimal, terukur, dan berkelanjutan,” kata Nicholas, 16 April 2026.

Pesannya jelas. Kuota bukan sekadar angka di layar ponsel. Artinya, kuota lahir dari investasi besar yang harus terus dijaga.

Publik Merasa Sudah Membeli Hak Penuh

Di titik ini, benturan muncul. Operator memakai bahasa kontrak. Sementara itu, konsumen memakai bahasa kepemilikan.

Ekonom perilaku Dan Ariely pada 2010 menjelaskan bahwa orang cenderung merasa memiliki sesuatu setelah membayar. Dalam psikologi, gejala ini dikenal sebagai endowment effect.

Saat seseorang membeli paket 50 GB, ia merasa 50 GB itu miliknya. Lalu, ketika sisa 12 GB lenyap karena masa aktif selesai, ia merasa kehilangan hak, bukan sekadar kehilangan angka.

Sosiolog Zygmunt Bauman juga menggambarkan zaman modern sebagai era sewa akses. Orang kini menyewa musik lewat streaming, menyewa film lewat langganan, bahkan memakai data internet dengan pola serupa.

Negara Kini Masuk ke Tengah Arena

Masuknya perkara ini ke MK menunjukkan satu fakta internet sudah menjadi kebutuhan dasar.

Akses data kini menentukan kerja, sekolah, bisnis, hiburan, bahkan hubungan sosial. Oleh karena itu, publik meminta negara ikut menetapkan batas yang adil antara kepentingan usaha dan hak konsumen.

Perkara ini bukan cuma soal sisa gigabyte. Lebih jauh lagi, perkara ini menyentuh hubungan antara pasar dan warga negara.

Yang Dipertaruhkan Lebih Besar dari Paket Data

Jika MK mendorong perlindungan baru, model bisnis operator bisa berubah. Sebaliknya, jika MK menolak gugatan, sistem lama akan terus berjalan.

Namun satu pertanyaan tetap tajam Saat kamu membeli paket data, apakah kamu membeli sesuatu, atau hanya menyewa akses yang waktunya terus berdetak?

Di era digital, kadang yang hilang bukan cuma kuota. Namun, yang ikut hilang juga rasa memiliki. @teguh

Tags: EkonomIndosatKonsumenKuotaMKOperatorRasaSidangSosial & PublikSosiolog

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
DPR Sepakat Gaji Guru Rp5 Juta per Bulan? Cek Faktanya!

DPR Sepakat Gaji Guru Rp5 Juta per Bulan? Cek Faktanya!

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id