Minggu, November 1, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sidang MK, Operator Buka Suara: Publik Beli Data atau Sekadar Menyewa Akses?

by teguh
April 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Polemik kuota internet hangus akhirnya masuk ruang sidang. Kini, Mahkamah Konstitusi memeriksa perkara Nomor 273/PUU-XXIII/2025 yang menguji aturan dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

Isunya dekat dengan jutaan orang Indonesia. Sebab, banyak pelanggan bertanya kenapa kuota yang sudah dibayar bisa hilang saat masa aktif selesai?

Sidang pleno di Jakarta, Kamis (16/04/2026), menghadirkan jawaban dari operator seluler. Mereka menolak istilah “kuota hangus”. Menurut mereka, yang terjadi hanyalah berakhirnya kontrak layanan antara perusahaan dan pelanggan.

Telkomsel: Pelanggan Membeli Akses, Bukan Barang

Perwakilan Telkomsel, Vice President Simpati Product Marketing Adhi Putranto, menilai publik sering memaknai paket data sebagai barang milik pribadi.

“Terminologi paket/kuota hangus ataupun penghapusan kuota secara sepihak yang saat ini beredar di masyarakat menurut hemat kami tidak tepat,” ujar Adhi di sidang MK, 16 April 2026.

Menurut Telkomsel, pelanggan membeli hak akses ke kapasitas jaringan untuk volume tertentu dan waktu tertentu. Karena itu, saat masa aktif selesai, hak akses tersebut ikut berakhir.

Ini Belum Selesai

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Status Siaga: Radius 5 Km Rawan Bahaya

Dua Tersangka Pembakaran Warung Mi dan Babi Sukoharjo, Satu DPO

Dengan logika ini, pelanggan tidak membeli barang bernama kuota. Sebaliknya, pelanggan membeli kesempatan memakai jalur digital dalam batas waktu tertentu.

Indosat: Jaringan Butuh Biaya Besar

Indosat Ooredoo Hutchison menyampaikan pandangan serupa. Vice President Head of Prepaid Product & Pricing Strategy Nicholas Yulius Munandar menjelaskan bahwa layanan internet berdiri di atas sistem teknis mahal dan rumit.

Ia menyebut spektrum frekuensi, BTS, radio access network, transport network, core network, data center, serta sistem operasional lain sebagai fondasi layanan.

“Indosat wajib mengelola kapasitas jaringannya secara optimal, terukur, dan berkelanjutan,” kata Nicholas, 16 April 2026.

Pesannya jelas. Kuota bukan sekadar angka di layar ponsel. Artinya, kuota lahir dari investasi besar yang harus terus dijaga.

Publik Merasa Sudah Membeli Hak Penuh

Di titik ini, benturan muncul. Operator memakai bahasa kontrak. Sementara itu, konsumen memakai bahasa kepemilikan.

Ekonom perilaku Dan Ariely pada 2010 menjelaskan bahwa orang cenderung merasa memiliki sesuatu setelah membayar. Dalam psikologi, gejala ini dikenal sebagai endowment effect.

Saat seseorang membeli paket 50 GB, ia merasa 50 GB itu miliknya. Lalu, ketika sisa 12 GB lenyap karena masa aktif selesai, ia merasa kehilangan hak, bukan sekadar kehilangan angka.

Sosiolog Zygmunt Bauman juga menggambarkan zaman modern sebagai era sewa akses. Orang kini menyewa musik lewat streaming, menyewa film lewat langganan, bahkan memakai data internet dengan pola serupa.

Negara Kini Masuk ke Tengah Arena

Masuknya perkara ini ke MK menunjukkan satu fakta internet sudah menjadi kebutuhan dasar.

Akses data kini menentukan kerja, sekolah, bisnis, hiburan, bahkan hubungan sosial. Oleh karena itu, publik meminta negara ikut menetapkan batas yang adil antara kepentingan usaha dan hak konsumen.

Perkara ini bukan cuma soal sisa gigabyte. Lebih jauh lagi, perkara ini menyentuh hubungan antara pasar dan warga negara.

Yang Dipertaruhkan Lebih Besar dari Paket Data

Jika MK mendorong perlindungan baru, model bisnis operator bisa berubah. Sebaliknya, jika MK menolak gugatan, sistem lama akan terus berjalan.

Namun satu pertanyaan tetap tajam Saat kamu membeli paket data, apakah kamu membeli sesuatu, atau hanya menyewa akses yang waktunya terus berdetak?

Di era digital, kadang yang hilang bukan cuma kuota. Namun, yang ikut hilang juga rasa memiliki. @teguh

Tags: EkonomIndosatKonsumenKuotaMKOperatorRasaSidangSosial & PublikSosiolog

Kamu Melewatkan Ini

Kuota Hangus Belum Tuntas: Kepatuhan Operator Baru 50–70 Persen

Kuota Hangus Belum Tuntas: Kepatuhan Operator Baru 50–70 Persen

by teguh
Oktober 14, 2026

Perlindungan kuota internet belum sepenuhnya merata. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut tingkat kepatuhan operator seluler baru mencapai 50–70...

Jokowi: Jika Ingin Makzulkan Gibran, Ikuti Mekanisme Konstitusi

Jokowi: Jika Ingin Makzulkan Gibran, Ikuti Mekanisme Konstitusi

by eko
Oktober 8, 2026

Jokowi menegaskan pemakzulan Gibran harus mengikuti mekanisme demokrasi dan konstitusi setelah putusan MK terkait syarat pendidikan. Tabooo.id: Surakarta - Presiden...

Menanti Putusan MK: Nasib Perkara Syarat Pendidikan Gibran

Menanti Putusan MK: Nasib Perkara Syarat Pendidikan Gibran

by dimas
Oktober 5, 2026

Menanti putusan MK soal perkara syarat pendidikan Gibran. Perkara ini menguji batas kewenangan, kepastian hukum, dan keadilan elektoral. Tabooo.id -...

Next Post
DPR Sepakat Gaji Guru Rp5 Juta per Bulan? Cek Faktanya!

DPR Sepakat Gaji Guru Rp5 Juta per Bulan? Cek Faktanya!

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id