Minggu, April 19, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

The Mummy Versi Baru: Horor Keluarga atau Trauma yang Bangkit?

April 17, 2026
in Entertainment, Film
A A
Home Entertainment Film
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Biasanya, film mumi membawa kita ke gurun pasir dan piramida. Tapi kali ini, Lee Cronin justru menarik kutukan itu pulang ke rumah. Di situlah horor terasa jauh lebih dekat.

The Mummy (2026) tidak hanya menjual teror. Film ini juga membedah trauma, rasa bersalah, dan keluarga yang perlahan runtuh. Jadi, ketika Katie kembali setelah 8 tahun menghilang, pertanyaannya bukan lagi “di mana dia?”, tapi “siapa yang benar-benar pulang?”

Misteri 8 Tahun yang Akhirnya Terjawab

Awalnya, dokter mencoba menjelaskan kondisi Katie secara logis. Tubuhnya lemah, ia kekurangan nutrisi, dan jarang terpapar matahari. Penjelasan ini terdengar masuk akal.

Namun, seiring cerita berjalan, kebenaran mulai terbuka.

Katie ternyata tidak sekadar hilang. Seseorang menjadikannya “wadah” bagi entitas kuno. Ritual mumifikasi dilakukan secara brutal, lengkap dengan cairan hitam dan segel hieroglif di bawah kulitnya.

BacaJuga

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

Niat Cari Warisan, Malah Ketemu Teror: ‘Tiba-Tiba Setan’ Tawarkan Horor yang Beda

Lebih mengerikan lagi, pelaku memilih tubuh anak-anak karena dianggap lebih kuat menahan entitas tersebut. Di titik ini, film berubah arah. Ini bukan lagi cerita penculikan. Ini soal identitas yang dirampas sejak kecil.

Malam Pemakaman yang Berubah Jadi Teror

Sejak awal, Cronin sudah menebar ketegangan. Namun, puncaknya benar-benar terjadi di malam pemakaman nenek Katie.

Di momen itu, entitas akhirnya mengambil alih sepenuhnya.

Katie mulai bertindak brutal. Ia tidak hanya menyerang orang hidup, tapi juga mempermainkan kematian. Situasi semakin kacau ketika jenazah sang nenek ikut bangkit dan menyerang.

Adegan ini terasa intens sekaligus personal. Berbeda dari horor besar, film ini menghadirkan teror di ruang yang sangat dekat: rumah.

Keputusan Sang Ayah yang Mengubah Segalanya

Di tengah kekacauan, Charlie akhirnya mengambil keputusan besar.

Ia tidak lari. Sebaliknya, ia menghadapi putrinya sendiri.

Rasa bersalah mendorongnya bertindak. Ia merasa gagal melindungi Katie di masa lalu. Karena itu, kali ini ia memilih untuk menebus semuanya.

Charlie memeluk Katie sambil meminta mantra dibacakan. Keputusan ini jelas berisiko. Namun, ia tetap melakukannya.

Hasilnya, roh jahat itu berpindah ke tubuhnya.

Ini bukan aksi heroik yang megah. Justru sebaliknya, ini terasa pahit dan manusiawi.

Ending yang Terlihat Tenang, Tapi Menyimpan Luka

Beberapa tahun kemudian, kehidupan terlihat kembali normal.

Katie tumbuh sebagai remaja biasa. Adik-adiknya menjalani hidup tanpa teror. Sekilas, semuanya tampak baik-baik saja.

Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Charlie masih hidup. Ia bertahan dalam wujud mumi dan hanya bisa berkomunikasi lewat kode Morse. Detail ini mengubah segalanya.

Film ini tidak menawarkan akhir yang benar-benar “bahagia”. Sebaliknya, film ini menunjukkan bahwa luka tetap ada, meski kehidupan terus berjalan.

Balas Dendam yang Terasa Pantas

Menjelang akhir, film memberikan satu kejutan terakhir.

Keluarga Katie mendatangi ibu Layla di penjara. Mereka tidak banyak bicara. Namun, tindakan mereka jelas.

Mantra kembali dibacakan.

Secara implisit, kutukan itu dipindahkan ke pelaku utama. Momen ini terasa dingin, tapi juga memuaskan.

Akhirnya, orang yang menciptakan teror harus merasakan akibatnya sendiri.

Horor yang Lebih Dekat dari yang Kamu Bayangkan

Secara keseluruhan, The Mummy (2026) berhasil mengubah konsep horor klasik.

Film ini tidak lagi bergantung pada latar jauh atau mitologi besar. Sebaliknya, film ini membawa teror ke dalam rumah, ke dalam keluarga, dan ke dalam hubungan paling personal.

Dan justru di situlah letak kekuatannya.

Karena setelah film selesai, satu pertanyaan masih tertinggal:

Kalau seseorang kembali… apakah dia benar-benar masih orang yang sama? @jeje

Tags: ending explainedFilm Hororfilm terbaruhoror psikologislee croninPop CultureReview Filmthe mummy 2026

REKOMENDASI TABOOO

Mario Bros: Dari Tukang Ledeng Jadi Legenda Game

Mario Bros: Dari Tukang Ledeng Jadi Legenda Game

by eko
April 17, 2026

Tabooo.id: Game - Kalau kamu pernah memegang stik game, besar kemungkinan kamu pernah lompat-lompat bersama seorang pria berkumis dengan topi...

Shaka Oh Shaka: Cinta Fans dan Idola, Mimpi atau Ilusi?

Shaka Oh Shaka: Cinta Fans dan Idola, Mimpi atau Ilusi?

by jeje
April 14, 2026

Tabooo.id: Film - Jatuh cinta dengan idola sering terdengar seperti fantasi yang terlalu indah untuk jadi nyata. Namun, apa yang terjadi...

Kontroversi Iklan Horor: Saat Promosi Dianggap Jadi Trigger Nyata

Kontroversi Iklan Horor: Saat Promosi Dianggap Jadi Trigger Nyata

by jeje
April 7, 2026

Tabooo.id: Deep - Lampu merah menyala. Kendaraan berhenti. Mata orang-orang naik sebentar ke atas. Lalu mereka membaca satu kalimat: Aku Harus...

Next Post
Rumah Disita, Hidup Terombang-ambing: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?

PSC Corner Berdiri, Rumah Warga Hilang: Kisah Sunyi di Balik Prestasi Maidi?

Recommended

Leker Solo: Murah, Tapi Ngalahin Tren

Leker Solo: Murah, Tapi Ngalahin Tren

April 13, 2026
Sleepmaxxing: Saat Tidur Tak Lagi Santai, Tapi Jadi Target yang Harus Sempurna

Sleepmaxxing: Saat Tidur Tak Lagi Santai, Tapi Jadi Target Sempurna

April 19, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026

The Mummy Versi Baru: Horor Keluarga atau Trauma yang Bangkit?

April 17, 2026

Patriarki Masih Dominan: Perempuan Harus Diam atau Melawan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id