Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bisnis Gelap Elpiji Rp1 Miliar: Ketika Subsidi Berubah Jadi Ladang Uang

by dimas
April 17, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Gas subsidi seharusnya menjaga dapur rakyat tetap menyala. Namun, praktik gelap justru menggerus hak itu secara diam-diam. Pertanyaannya, ini murni ulah pelaku atau celah yang terus dibiarkan?

Polisi Bongkar Jaringan Pengoplosan Elpiji

Polda Metro Jaya membongkar praktik ilegal pemindahan gas dari tabung elpiji subsidi 3 kilogram ke tabung nonsubsidi. Polisi menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Victor Dean Mackbon, menyebut timnya melakukan pengintaian selama satu tahun. Upaya itu akhirnya mengungkap jaringan yang beroperasi secara terstruktur.

“Pelaku memindahkan gas dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg dan 50 kg,” ujar Victor.

Enam Titik Jadi Lokasi Operasi

Polisi menemukan praktik ini di enam lokasi berbeda. Dua titik berada di Jakarta Timur, satu di Jakarta Barat, serta masing-masing satu lokasi di Kota Bekasi, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.

Ini Belum Selesai

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Pelaku menjalankan aktivitasnya di ruko dan toko untuk menyamarkan operasi. Mereka memilih lokasi yang tampak biasa agar tidak menarik perhatian.

Dari aktivitas ini, pelaku mengantongi keuntungan hingga Rp1 miliar per bulan.

Modus: Subsidi Dialihkan Jadi Bisnis

Pelaku mengumpulkan tabung subsidi 3 kg, lalu memindahkan isinya ke tabung nonsubsidi. Mereka kemudian menjual gas tersebut dengan harga lebih tinggi.

Negara mengalokasikan subsidi untuk masyarakat kecil. Namun, pelaku justru mengalihkan manfaat itu menjadi keuntungan pribadi.

Ini bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini perampasan hak publik.

Ini Bukan Kasus Tunggal, Ini Pola

Kasus ini menunjukkan pola yang terus berulang. Praktik serupa muncul di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Artinya, masalah tidak berhenti pada pelaku. Sistem distribusi masih menyisakan celah yang terus dimanfaatkan.

Kalimat yang perlu digarisbawahi yang bocor bukan hanya gas, tapi juga pengawasan.

Dampaknya Buat Masyarakat

Ini dampaknya buat kamu:

Harga elpiji bisa naik tidak terkendali
Distribusi jadi tidak merata
Warga kecil berisiko kesulitan mendapatkan gas

Ketika subsidi meleset dari sasaran, masyarakat langsung merasakan dampaknya.

Celah Pengawasan Masih Terbuka

Kasus ini memperlihatkan lemahnya pengawasan distribusi energi. Rantai distribusi yang panjang memberi ruang bagi praktik manipulasi.

Pelaku tidak mungkin menjalankan operasi ini tanpa celah yang konsisten. Karena itu, aparat perlu memperkuat pengawasan dari hulu ke hilir.

Pertanyaan pentingnya siapa yang memastikan distribusi ini tetap bersih?

Penutup

Kasus ini memang sudah terungkap. Namun, akar masalahnya belum sepenuhnya tersentuh.

Jika pola ini terus muncul, kita perlu melihat lebih jauh. Ini bukan sekadar kejahatan individu, tapi sinyal bahwa sistem masih perlu dibenahi. @dimas

Tags: EnergiHukum IndonesiaPolda Metro Jaya

Kamu Melewatkan Ini

Indonesia Makin Modern, Tapi Kenapa Keadilan Masih Terasa Mahal?

Indonesia Makin Modern, Tapi Kenapa Keadilan Masih Terasa Mahal?

by dimas
Mei 26, 2026

Indonesia terus membangun kota dan teknologi. Namun di tengah modernisasi, publik mulai mempertanyakan apakah keadilan ikut berkembang. Tabooo.id - Indonesia...

Kakek Mujiran, Getah Karet, dan Wajah Hukum yang Keras ke Bawah

Kakek Mujiran, Getah Karet, dan Wajah Hukum yang Keras ke Bawah

by dimas
Mei 26, 2026

Kakek Mujiran dipenjara karena dugaan pencurian getah karet Rp 8,8 juta. Kasus ini memicu kritik soal tajamnya hukum kepada rakyat...

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

by teguh
Mei 25, 2026

Kalau tentara mulai patroli jalanan, pertanyaannya bukan lagi siapa takut begal. Pertanyaannya berubah seberapa genting kondisi Jakarta sekarang? Tabooo.id: Kodam...

Next Post
Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam

Selat Hormuz Dibuka, Asalkan AS Mau Menyerah di Meja Negosiasi

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id