Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bukan Sekadar Album Comeback, Ini Realita Member Tertua di BTS

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Musik – Di atas panggung, semua terlihat sempurna. Gerakan kompak, energi tinggi, dan sorakan fans yang tak pernah padam.
Tapi di balik itu, ada realita yang jarang dibicarakan terutama saat usia mulai terasa di tubuh.

Member tertua Kim Seok-jin atau Jin dari BTS akhirnya buka suara soal tantangan yang ia hadapi, termasuk alasan namanya tidak muncul dalam kredit album comeback terbaru mereka, ARIRANG.

Umur Bertambah, Tantangan Fisik Ikut Datang

Dalam wawancara bersama Rolling Stone pada Rabu, 15 April 2026 yang dipandu oleh Brian Hiatt, Jin mengaku bahwa bertambahnya usia membawa tantangan baru.

Kini di usia 33 tahun, ia merasa gerakan yang dulu terasa ringan mulai membutuhkan tenaga ekstra.

“Kurasa itu selalu melelahkan secara fisik. Meskipun benar bahwa gerakan yang sama terasa sedikit lebih sulit sekarang, itu hanya beban yang harus saya tanggung,” ungkap Jin.

Ini Belum Selesai

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

Film Jangan Buang Ibu: Kesepian di Balik Pengorbanan

Ia bahkan mengakui bahwa dirinya sering merasa tidak percaya diri soal kemampuan menari dibandingkan member lain.

“Sejujurnya, saya sadar bahwa gerakan saya tidak sebaik anggota lainnya. Jadi saya selalu datang lebih awal untuk latihan, atau tinggal lebih lama untuk mengejar ketinggalan,” lanjutnya.

Namun, di tengah pengakuan serius itu, Jin tetap menunjukkan sisi humor khasnya.

“Aku rasa aku lebih tampan daripada anggota lainnya. Seharusnya aku memiliki setidaknya satu hal yang paling ku kuasai di grup ini,” candanya.

Nama Jin Tidak Masuk Kredit Album ARIRANG

Salah satu hal yang cukup menyita perhatian fans adalah absennya nama Jin dalam kredit album ARIRANG, meskipun album tersebut sukses besar.

Album comeback terbaru BTS itu bahkan berhasil memuncaki tangga lagu Billboard 200.

Jin menjelaskan bahwa absennya namanya bukan karena konflik, melainkan karena jadwal yang bertabrakan.

Saat proses pengerjaan album berlangsung, ia sedang sibuk menjalani tur solo bertajuk RUNSEOKJIN_EP.TOUR.

“Saya tidak menulis satu pun lagu karena saat itu saya masih menjalani tur solo,” jelas Jin.

Akibat jadwal yang padat, ia baru bergabung ketika sebagian besar materi lagu telah selesai.

“Ketika saya tiba di studio, sudah ada lebih dari 100 lagu yang sudah jadi,” katanya.

Selama sekitar sepuluh hari, Jin ikut melakukan kurasi dan rekaman beberapa lagu hingga album selesai.

“Saya rasa album ini bisa lebih baik lagi. Tapi anggota lainnya juga melakukan pekerjaan yang luar biasa,” tambahnya.

Comeback Setelah Hampir Empat Tahun Vakum

Kembalinya BTS lewat album ARIRANG bukan sekadar comeback biasa. Ini menjadi momen emosional setelah hampir empat tahun hiatus karena kewajiban wajib militer.

Bagi Jin, momen berkumpul kembali bersama member lain terasa seperti mimpi yang akhirnya terwujud.

“Impian terbesar saya adalah melakukan tur bersama BTS,” ungkapnya.

Kalimat itu sederhana, tapi penuh makna terutama bagi fans yang menunggu lama.

Twist: Ini Bukan Sekadar Soal Kredit Album

Cerita Jin sebenarnya bukan cuma soal nama yang tidak tercantum di kredit album.
Ini soal realita yang sering tersembunyi di balik gemerlap dunia idol.

Semakin lama karier berjalan, tantangan bukan hanya soal popularitas tetapi soal stamina, rasa percaya diri, dan konsistensi.

Dan jujur saja, tidak semua orang berani mengakui rasa minder di depan publik.

Human Impact: Kenapa Cerita Ini Relate Buat Banyak Orang?

Apa yang dialami Jin sebenarnya dekat dengan realita banyak orang.

Semakin bertambah usia, tuntutan tidak berkurang justru bertambah.
Tubuh mungkin lelah, tapi ekspektasi tetap tinggi.

Entah itu di kantor, di bisnis, atau di panggung banyak orang diam-diam merasa harus bekerja lebih keras hanya untuk tetap sejajar.

Analisis Ringan: Kerja Keras Diam-Diam Itu Nyata

Di dunia hiburan, publik sering melihat hasil akhir, bukan proses di baliknya.
Padahal, cerita seperti Jin menunjukkan bahwa kerja keras sering terjadi saat tidak ada yang melihat.

Ada satu hal yang cukup “nyentil”:
Banyak orang ingin hasil seperti idol, tapi tidak semua siap menjalani latihan lebih awal dan pulang lebih lambat.

Closing: Satu Pertanyaan yang Tertinggal

Di balik candaan tentang wajah tampan dan latihan ekstra, ada pesan yang cukup jelas.

Kesuksesan bukan hanya soal bakat.
Kadang, itu soal siapa yang mau bertahan lebih lama ketika tubuh mulai terasa lelah.

Dan pertanyaannya sekarang:
kalau di posisi Jin, apakah kita masih punya energi untuk terus mengejar standar yang sama?@eko

Tags: BTS

Kamu Melewatkan Ini

Ini Bukan Sekadar Event BTS, Ini Cara Baru Kota Jual Diri

Ini Bukan Sekadar Event BTS, Ini Cara Baru Kota Jual Diri

by Naysa
Mei 8, 2026

Selama sebulan, Seoul berubah total. Bukan cuma dipenuhi fans BTS, tapi juga dibanjiri turis asing dan perputaran uang besar. Lewat...

Kuota Tidak Hangus, Katanya Yang Hangus Perasaan Pelanggan

Kuota Tidak Hangus, Katanya Yang Hangus Perasaan Pelanggan

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Edge - Pernah beli paket data 50 GB, lalu sibuk beberapa hari, kemudian masa aktif habis dan kuota ikut...

Beli Paket Data, Kenapa Rasanya Tetap Tidak Memiliki Apa-Apa?

Beli Paket Data, Kenapa Rasanya Tetap Tidak Memiliki Apa-Apa?

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Deep - Kamu pernah beli kuota 50 GB, lalu sisa 18 GB lenyap saat masa aktif habis? Banyak orang...

Next Post
Rewang: Tradisi Lama atau Kebersamaan yang Kita Tinggalkan?

Rewang: Tradisi Lama atau Kebersamaan yang Kita Tinggalkan?

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id