Tabooo.id: Musik – Di atas panggung, semua terlihat sempurna. Gerakan kompak, energi tinggi, dan sorakan fans yang tak pernah padam.
Tapi di balik itu, ada realita yang jarang dibicarakan terutama saat usia mulai terasa di tubuh.
Member tertua Kim Seok-jin atau Jin dari BTS akhirnya buka suara soal tantangan yang ia hadapi, termasuk alasan namanya tidak muncul dalam kredit album comeback terbaru mereka, ARIRANG.
Umur Bertambah, Tantangan Fisik Ikut Datang
Dalam wawancara bersama Rolling Stone pada Rabu, 15 April 2026 yang dipandu oleh Brian Hiatt, Jin mengaku bahwa bertambahnya usia membawa tantangan baru.
Kini di usia 33 tahun, ia merasa gerakan yang dulu terasa ringan mulai membutuhkan tenaga ekstra.
“Kurasa itu selalu melelahkan secara fisik. Meskipun benar bahwa gerakan yang sama terasa sedikit lebih sulit sekarang, itu hanya beban yang harus saya tanggung,” ungkap Jin.
Ia bahkan mengakui bahwa dirinya sering merasa tidak percaya diri soal kemampuan menari dibandingkan member lain.
“Sejujurnya, saya sadar bahwa gerakan saya tidak sebaik anggota lainnya. Jadi saya selalu datang lebih awal untuk latihan, atau tinggal lebih lama untuk mengejar ketinggalan,” lanjutnya.
Namun, di tengah pengakuan serius itu, Jin tetap menunjukkan sisi humor khasnya.
“Aku rasa aku lebih tampan daripada anggota lainnya. Seharusnya aku memiliki setidaknya satu hal yang paling ku kuasai di grup ini,” candanya.
Nama Jin Tidak Masuk Kredit Album ARIRANG
Salah satu hal yang cukup menyita perhatian fans adalah absennya nama Jin dalam kredit album ARIRANG, meskipun album tersebut sukses besar.
Album comeback terbaru BTS itu bahkan berhasil memuncaki tangga lagu Billboard 200.
Jin menjelaskan bahwa absennya namanya bukan karena konflik, melainkan karena jadwal yang bertabrakan.
Saat proses pengerjaan album berlangsung, ia sedang sibuk menjalani tur solo bertajuk RUNSEOKJIN_EP.TOUR.
“Saya tidak menulis satu pun lagu karena saat itu saya masih menjalani tur solo,” jelas Jin.
Akibat jadwal yang padat, ia baru bergabung ketika sebagian besar materi lagu telah selesai.
“Ketika saya tiba di studio, sudah ada lebih dari 100 lagu yang sudah jadi,” katanya.
Selama sekitar sepuluh hari, Jin ikut melakukan kurasi dan rekaman beberapa lagu hingga album selesai.
“Saya rasa album ini bisa lebih baik lagi. Tapi anggota lainnya juga melakukan pekerjaan yang luar biasa,” tambahnya.
Comeback Setelah Hampir Empat Tahun Vakum
Kembalinya BTS lewat album ARIRANG bukan sekadar comeback biasa. Ini menjadi momen emosional setelah hampir empat tahun hiatus karena kewajiban wajib militer.
Bagi Jin, momen berkumpul kembali bersama member lain terasa seperti mimpi yang akhirnya terwujud.
“Impian terbesar saya adalah melakukan tur bersama BTS,” ungkapnya.
Kalimat itu sederhana, tapi penuh makna terutama bagi fans yang menunggu lama.
Twist: Ini Bukan Sekadar Soal Kredit Album
Cerita Jin sebenarnya bukan cuma soal nama yang tidak tercantum di kredit album.
Ini soal realita yang sering tersembunyi di balik gemerlap dunia idol.
Semakin lama karier berjalan, tantangan bukan hanya soal popularitas tetapi soal stamina, rasa percaya diri, dan konsistensi.
Dan jujur saja, tidak semua orang berani mengakui rasa minder di depan publik.
Human Impact: Kenapa Cerita Ini Relate Buat Banyak Orang?
Apa yang dialami Jin sebenarnya dekat dengan realita banyak orang.
Semakin bertambah usia, tuntutan tidak berkurang justru bertambah.
Tubuh mungkin lelah, tapi ekspektasi tetap tinggi.
Entah itu di kantor, di bisnis, atau di panggung banyak orang diam-diam merasa harus bekerja lebih keras hanya untuk tetap sejajar.
Analisis Ringan: Kerja Keras Diam-Diam Itu Nyata
Di dunia hiburan, publik sering melihat hasil akhir, bukan proses di baliknya.
Padahal, cerita seperti Jin menunjukkan bahwa kerja keras sering terjadi saat tidak ada yang melihat.
Ada satu hal yang cukup “nyentil”:
Banyak orang ingin hasil seperti idol, tapi tidak semua siap menjalani latihan lebih awal dan pulang lebih lambat.
Closing: Satu Pertanyaan yang Tertinggal
Di balik candaan tentang wajah tampan dan latihan ekstra, ada pesan yang cukup jelas.
Kesuksesan bukan hanya soal bakat.
Kadang, itu soal siapa yang mau bertahan lebih lama ketika tubuh mulai terasa lelah.
Dan pertanyaannya sekarang:
kalau di posisi Jin, apakah kita masih punya energi untuk terus mengejar standar yang sama?@eko






