Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Bukan Sekadar Lagu Baru, Ini Cara ADA Band Bertahan Hampir 30 Tahun

April 15, 2026
in Entertainment, Musik
A A
Home Entertainment
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Musik – Ada fase ketika kita tidak lagi mencari lagu yang keras. Sebaliknya, kita mencari lagu yang terasa dekat. Di titik itu, ADA Band merilis video musik terbaru berjudul Selalu Ada. Menariknya, lagu ini tidak terasa seperti rilisan baru. Lagu ini justru terasa seperti memori lama yang kembali muncul.

Lagu Baru, Rasa yang Tidak Pernah Hilang

Pertama, lagu ini tidak mengejar tren.
Sebaliknya, lagu ini menunjukkan bahwa ADA Band paham identitasnya.

Tema yang mereka angkat terdengar sederhana: kehadiran.
Namun, maknanya terasa dalam karena mereka tidak membahas hadir secara fisik.

Mereka membahas hadir di ingatan.
Mereka membahas orang yang sudah tidak di samping kita, tetapi masih hidup di cerita kita.

Aransemen Baru, Karakter Lama Tetap Terasa

Secara musikal, mereka memilih aransemen yang lebih intim dan modern.
Meski begitu, karakter khas ADA Band tetap terasa jelas.

BacaJuga

Pencipta ‘Mungkinkah’ Kini Pergi Tapi Kenangan Kita Tak Punya Tombol Berhenti

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

Melodi hangat langsung menyapa pendengar.
Selain itu, lirik emosional mengikat perasaan sejak awal lagu.

Dika Satjadibrata menulis lagu ini dari banyak kisah nyata tentang pertemuan dan perpisahan. Karena itu, lagunya terasa jujur dan tidak dibuat-buat.

Pendengar lama merasa pulang.
Sementara itu, pendengar baru tetap bisa masuk tanpa merasa asing.

Lirik yang Lahir dari Pengalaman Nyata

Salah satu liriknya berbunyi:
“semua datang dan pergi, mewarnai cerita kita.”

Kalimat ini lahir dari pengalaman personal Naga saat berpisah dengan band sebelumnya.

Dari sana, ia tidak melihat perpisahan sebagai akhir.
Sebaliknya, ia melihatnya sebagai cara memahami arti kebersamaan.

Di titik itu, lagu ini berubah fungsi.
Lagu ini tidak lagi sekadar hiburan. Lagu ini menjadi refleksi.

Visual Sederhana, Emosi Tetap Kuat

Video klipnya tidak menampilkan cerita rumit.
Sebaliknya, mereka memilih pendekatan yang dekat dengan realitas.

Momen kecil tampil dominan. Gestur ringan terasa penting. Tatapan biasa berubah bermakna.

Justru lewat kesederhanaan itu, emosi terasa lebih nyata.

Bertahan di Tengah Industri yang Terus Berubah

Industri musik berubah sangat cepat dalam dua dekade terakhir.
Dari kaset, CD, unduhan digital, lalu masuk ke era streaming.

Banyak band berhenti di tengah jalan.
Sebaliknya, ADA Band terus berjalan.

Mereka tidak panik menghadapi tren.
Mereka menyesuaikan diri tanpa meninggalkan karakter.

Perilisan video musik ini pada 10 April 2026 di YouTube resmi mereka menegaskan satu hal: konsistensi masih relevan.

Ini Bukan Sekadar Lagu, Ini Tentang Memori

Pada akhirnya, “Selalu Ada” terasa seperti pengingat tentang hidup.
Setiap orang mungkin pergi.

Namun, setiap orang pasti meninggalkan cerita.

Karena itu, lagu seperti ini tetap dibutuhkan.

Ini Dampaknya Buat Kamu

Kalau kamu pernah kehilangan seseorang, lagu ini terasa sangat personal.
Selain itu, kalau kamu pernah bertahan dalam hubungan atau persahabatan, liriknya terasa seperti cermin.

Musik seperti ini sering menjadi tempat pulang bagi perasaan yang sulit kamu jelaskan.

Kenapa Lagu Seperti Ini Masih Penting

Sekarang, banyak lagu dibuat untuk viral cepat.
Akibatnya, banyak lagu lewat tanpa meninggalkan jejak.

Sebaliknya, “Selalu Ada” menawarkan kedalaman emosi.
Lagu ini memilih tinggal lama di kepala, bukan sekadar lewat di timeline.

Karena jujur saja, tidak semua lagu viral bisa kamu ingat besok pagi.

Closing

Di dunia yang bergerak cepat, kita mungkin tidak butuh lagu yang paling ramai.
Sebaliknya, kita butuh lagu yang paling dekat.

Jadi, masih adakah ruang untuk musik yang bertahan lama di era serba instan ini?@eko

Tags: ADA BandDika SatjadibrataLagu Indonesiamusik nostalgiaNaga ADA BandSelalu Adavideo klip terbaru

REKOMENDASI TABOOO

Salah Timing, Bukan Salah Orang: Makna Lagu Waktu yang Salah

Salah Timing, Bukan Salah Orang: Makna Lagu Waktu yang Salah

by eko
Januari 19, 2026

Tabooo.id: Entertainment - Pernah nggak sih kamu merasa hidup ini jahat tapi elegan? Terutama urusan cinta. Kita sudah siap, sudah...

Belajar Hadir Lewat Sedia Aku Sebelum Hujan Idgitaf

Belajar Hadir: Sedia Aku Sebelum Hujan, Idgitaf

by eko
Januari 5, 2026

Tabooo.Id: Musik - Pernah nggak sih kamu merasa baik-baik saja di pagi hari, lalu sore-nya mendadak ingin diam? Kamu memutar...

Dept dan Bahasa Menyentuh Jarak, Saat Musik Mencari Rumah Baru

Dept dan Bahasa Menyentuh Jarak, Saat Musik Mencari Rumah Baru

by teguh
November 30, 2025

Tabooo.id: Musik = Di sebuah ruangan konferensi pers yang penuh kamera, Dept tersenyum kecil senyum yang biasanya muncul dari musisi...

Next Post
21 Jam Negosiasi Tanpa Hasil: Damai atau Sekadar Strategi Tekanan Baru?

Iran dan AS Kembali Gelar Perundingan Dua Hari Lagi: Damai atau Sekadar Jeda Ketegangan?

Recommended

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026
Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

April 17, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id