Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Banjir Solo: Bencana Alam atau Pola Kota yang Tak Pernah Beres?

by dimas
April 15, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality

Tabooo.id: Regional – Hujan turun semalaman. Air datang perlahan, lalu tiba-tiba menggenang di rumah warga.
Bagi sebagian orang di Solo, ini bukan kejadian baru. Ini seperti siklus yang terus berulang.

Hujan Deras Picu Banjir di Delapan Kelurahan

Hujan deras dengan durasi panjang yang mengguyur wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4/2026) malam menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Solo. Air mulai masuk ke permukiman warga hingga Rabu (15/4/2026) dini hari.

Humas Basarnas Solo, Aditya, menyebut sedikitnya delapan kelurahan terdampak. Ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai setinggi panggul orang dewasa.

“Yang terdampak ada sejumlah kelurahan, ketinggian bervariasi, salah satunya ada yang setinggi panggul orang dewasa, ada yang 80 sampai 120 sentimeter,” ujarnya.

Kelurahan yang terdampak meliputi Pajang, Joyosuran, Tipes, Joyontakan, Bumi, Sondakan, Kratonan, dan Panularan.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Warga Mengungsi, Aktivitas Lumpuh

Sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Salah satu titik pengungsian berada di Kantor Kelurahan Tipes.

“Yang mengungsi warga RT 03 RW 15 Kelurahan Tipes, karena ada permintaan dari warga,” ujar Aditya.

Data sementara menunjukkan ratusan kepala keluarga terdampak. Di Kelurahan Pajang saja, tercatat puluhan rumah dan puluhan jiwa terendam. Sementara di Panularan, jumlah terdampak mencapai ratusan kepala keluarga.

Penyebab: Hujan Lama, Genangan Tak Terhindarkan

Basarnas menyebut penyebab utama banjir adalah hujan deras dengan durasi lama yang mengguyur Solo Raya. Kondisi ini memicu genangan di berbagai titik.

“Penyebab karena hujan deras di seputaran Solo Raya yang berdurasi lama mengakibatkan banjir genangan di beberapa titik lokasi,” tambahnya.

Namun, pertanyaannya tidak berhenti di situ.
Apakah ini murni karena cuaca, atau ada persoalan lain yang belum selesai?

Ini Bukan Sekadar Banjir

Setiap tahun, cerita ini muncul lagi. Lokasinya sering sama, dampaknya juga tidak jauh berbeda.

Ini bukan sekadar hujan deras. Ini pola.
Pola kota yang belum sepenuhnya siap menghadapi air.

Drainase yang tak optimal, aliran sungai yang meluap, hingga tata ruang yang belum adaptif menjadi bagian dari realita yang terus berulang.

Dampaknya Buat Warga

Banjir bukan cuma soal air yang menggenang.
Ini soal aktivitas yang lumpuh, barang yang rusak, dan rasa aman yang hilang.

Bayangkan harus terbangun tengah malam karena air masuk rumah. Atau harus mengungsi tanpa tahu kapan bisa kembali.

Ini dampaknya buat kamu: ketika kota tak siap, warga yang selalu jadi garis depan risiko.

Analisis: Kota Perlu Lebih dari Sekadar Respons Darurat

Penanganan banjir selama ini masih dominan pada respons darurat. Evakuasi, bantuan logistik, dan pendataan korban.

Padahal, akar masalahnya sering kali berulang.
Jika pola ini tidak diputus, maka banjir akan terus datang dengan cerita yang sama.

Satu hal yang perlu disadari: hujan mungkin tak bisa dikendalikan, tapi dampaknya seharusnya bisa diminimalkan.

Penutup

Banjir di Solo kali ini mungkin akan surut dalam beberapa hari.
Tapi pertanyaan besarnya belum tentu ikut surut.

Apakah kita akan melihat ini sebagai kejadian biasa?
Atau mulai menganggapnya sebagai tanda bahwa ada yang harus dibenahi? @dimas

Tags: banjir soloBasarnasBencana AlamHujan derasSolo Raya

Kamu Melewatkan Ini

Banjir Aceh Barat: 12 Desa Terendam, Infrastruktur Terkikis, Mitigasi Kembali Diuji

Banjir Aceh Barat: 12 Desa Terendam, Infrastruktur Terkikis, Mitigasi Kembali Diuji

by teguh
November 1, 2026

Hujan deras mengguyur Aceh Barat dan mendorong dua sungai meluap. Air kemudian memasuki permukiman warga di 12 desa yang tersebar...

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

by teguh
November 1, 2026

Banjir Aceh Barat merendam 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, sejak Sabtu 31/10/2026....

Topan Champi Terjang Taiwan, 527 Orang Luka dan Dua WNI Terdampak

Topan Champi Terjang Taiwan, 527 Orang Luka dan Dua WNI Terdampak

by dimas
Oktober 25, 2026

Topan Champi menerjang Taiwan dengan angin hingga 227 km/jam, menewaskan satu orang, melukai ratusan warga, dan menyebabkan dua WNI mengalami...

Next Post
Sukoharjo Terendam: Air Meluap atau Sistem yang Tak Pernah Siap?

Sukoharjo Terendam: Air Meluap atau Sistem yang Tak Pernah Siap?

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id