Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Sextortion Tak Pernah Sepi: Ketika Kejahatan Digital Selalu Selangkah di Depan

April 14, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Di balik layar ponsel yang tampak tenang, percakapan bisa berubah jadi ancaman. Awalnya terasa ringan sekadar chat, sedikit kepercayaan, lalu keterbukaan. Tapi pelan-pelan, situasi itu berubah arah dan menekan korban tanpa ampun.

Sextortion bukan cerita baru. Jumlah korban terus naik. Lalu muncul pertanyaan yang sulit dihindari kenapa ini terus terjadi?

Lonjakan yang Tak Pernah Benar-Benar Turun

Pemerintah mulai bergerak. Komdigi menggandeng kepolisian untuk memperketat pengawasan ruang digital. Mereka menargetkan sextortion, penipuan online, dan judi digital.

Namun data menunjukkan tren yang berbeda.

“Kita mencatat kenaikan penipuan digital yang cukup tinggi. Kami juga menerima banyak keluhan mengenai, sebagai contoh pemerasan berbasis seksual atau sextortion,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid di Jakarta, Senin (13/04/2026).

BacaJuga

Tan Malaka Bongkar Diplomasi RI: Dari Merdeka 100% Jadi Tinggal 1%?

Ketika Keyakinan Tidak Pernah Diuji: Apakah Itu Masih Kebenaran? – Madilog Series #1.4

Meski aparat berhasil menekan judi online hingga 50 persen menurut PPATK, pelaku kejahatan digital terus mencari celah baru. Mereka bergerak cepat, bahkan sering lebih cepat dari sistem.

Masalahnya bukan sekadar jumlah kasus. Pelaku terus beradaptasi, sementara sistem baru mulai mengejar.

Kenapa Sextortion Terus Bertambah?

Masalah ini tidak sesederhana kelalaian pengguna. Ada lapisan yang lebih dalam.

Digitalisasi Tanpa Literasi Emosional

Semua orang terkoneksi. Tapi tidak semua orang siap.

Banyak korban memahami risiko digital. Namun pelaku tidak datang sebagai ancaman. Mereka membangun kedekatan, menciptakan rasa aman, lalu memanfaatkan kepercayaan itu.

Begitu korban lengah, pelaku langsung mengambil kendali. Di sini, manusia menjadi titik lemah bukan teknologinya.

Budaya Malu yang Jadi Senjata

Pelaku memanfaatkan rasa malu sebagai alat utama. Korban sering memilih diam karena takut dihakimi. Mereka khawatir lingkungan akan menyalahkan mereka, bukan pelaku.

Situasi ini memberi keuntungan besar bagi pelaku. Mereka tidak perlu bersembunyi terlalu jauh korban justru menutup diri.

Selama korban diam, kejahatan ini terus hidup.

Sistem yang Masih Reaktif

Negara memang bergerak. Tapi sistem sering merespons setelah kejadian terjadi.

Komdigi dan Polri menandatangani MoU untuk memangkas birokrasi. Mereka juga berencana mengintegrasikan sistem pengaduan.

“Kami ingin 110 dan 112 digabungkan karena pada prinsipnya command center harus lebih efisien,” kata Meutya, Senin (13/04/2026).

Langkah ini mempercepat respons. Tapi pencegahan tetap jadi tantangan. Sementara sistem memperbaiki diri, pelaku sudah melangkah lebih dulu.

Siapa yang Paling Rentan?

Risiko tidak tersebar merata. Beberapa kelompok lebih rentan.

Generasi Aktif Digital

Gen Z dan milenial hidup di ruang digital. Mereka membangun relasi, berbagi cerita, dan mencari koneksi.

Namun kebiasaan ini membuka peluang bagi pelaku. Mereka memanfaatkan kecepatan interaksi untuk membangun kepercayaan.

Korban Tidak Terbatas Gender

Perempuan sering menjadi target. Tapi laki-laki juga menghadapi risiko. Pelaku menyesuaikan pendekatan.

Mereka menekan perempuan lewat reputasi. Mereka menyerang laki-laki lewat ego dan citra diri. Semua orang bisa jadi target.

Kesendirian Jadi Celah

Korban yang merasa sendirian lebih mudah terjebak. Kurangnya edukasi, minimnya dukungan, dan tidak adanya ruang aman membuat korban kesulitan mencari bantuan.

Di situ, pelaku masuk dan menguasai situasi.

Negara vs Kejahatan Digital: Siapa Selalu Terlambat?

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya respons cepat.

“Maraknya penipuan online, judi online, dan berbagai bentuk scam harus direspons dengan langkah yang lebih optimal. Kami ingin mencegah munculnya korban baru,” ujarnya, Senin (13/04/2026).

Polri dan Komdigi juga menyiapkan satgas bersama untuk mempercepat penanganan.

“Untuk menghindari terjadinya korban yang lebih besar tentunya kita memerlukan satgas bersama,” tambahnya.

Langkah ini menunjukkan keseriusan. Tapi pertanyaan tetap muncul.

Bisakah negara bergerak lebih cepat dari pelaku? Atau akan terus tertinggal satu langkah?

Masalah yang Lebih Besar dari Sekadar Teknologi

Banyak orang mencari solusi di teknologi. Mereka berharap sistem keamanan bisa menyelesaikan masalah. Padahal akar persoalan ada pada manusia dan budaya.

Masalah ini muncul karena:

  • Relasi digital yang rapuh
  • Budaya yang masih menyalahkan korban
  • Sistem yang belum cukup adaptif

Selama faktor ini tetap ada, pelaku akan terus menemukan cara baru.

Refleksi: Siapa yang Harus Berubah?

Negara memperbaiki sistem. Aparat memperkuat koordinasi. Platform meningkatkan keamanan. Tapi perubahan juga harus datang dari pengguna.

Apakah kita cukup sadar risiko? Apakah kita berani bicara saat jadi korban? Atau kita masih memilih diam?

Di dunia yang serba terkoneksi, ancaman tidak selalu datang dari luar.

Kadang, satu percakapan sederhana bisa berubah jadi jebakan ketika kepercayaan jatuh ke tangan yang salah. @teguh

Tags: ancamanChatCitra DiridigitalisasiEdukasiJudi OnlinekorbanMenkomdigiMoUOnlinePenipuan OnlinePolriPPATKRuang DigitalSeksualSextortionTeknologi

REKOMENDASI TABOOO

“Sejarah Dunia yang Disembunyikan”: Fakta yang Hilang atau Sengaja Dihilangkan?

“Sejarah Dunia yang Disembunyikan”: Fakta yang Hilang atau Sengaja Dihilangkan?

by dimas
April 18, 2026

Tabooo.id: Tabooo Book Club - Kamu mungkin percaya bahwa sejarah adalah kumpulan fakta yang rapi dan objektif. Namun, buku Sejarah...

Aplikasi Kencan: Tempat Cari Cinta atau Celah Kehilangan?

Aplikasi Kencan: Tempat Cari Cinta atau Celah Kehilangan?

by eko
April 18, 2026

Tabooo.id: Talk - Kalau sebuah aplikasi kencan membuka pintu pertemuan, lalu kenapa pintu yang sama juga bisa membuka kehilangan? Belakangan...

Kencan Manis, Dompet Menangis: Pria Sidoarjo Diduga Tipu Puluhan Perempuan

Kencan Manis, Dompet Menangis: Pria Sidoarjo Tipu Puluhan Perempuan

by eko
April 18, 2026

Tabooo.id: Kriminal - Petualangan Ilham Wahyudi (38), pria asal Krian, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya berhenti di balik jeruji besi. Selama bertahun-tahun,...

Next Post
Ini Bukan Sekadar Susu Murah. Ini Sistem yang Sengaja Kita Abaikan

Susu Murni Nasional Dulu Dicari, Sekarang Ditinggal, Kenapa?

Recommended

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

April 13, 2026
Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

April 18, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id