Tabooo.id: Sports – Stadion Utama Gelora Bung Karno bergemuruh, Sabtu malam, 11/04/2026. Bukan cuma karena kemenangan, tapi karena satu nama yang tiba-tiba jadi pusat perhatian Eksel Runtukahu.
Striker Persija Jakarta itu tampil brutal dalam arti terbaik. Dua gol ia lesakkan ke gawang Persebaya Surabaya, membawa Macan Kemayoran menang telak 3-0 di pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Tapi ini bukan cuma soal skor. Ini tentang momentum. Ini tentang pembuktian.
Brace yang Bukan Kebetulan
Eksel mencetak gol pada menit ke-53 dan 75 dua-duanya lahir dari koneksi tajam dengan Allano Lima. Timing pas, positioning dingin, penyelesaian tanpa ragu. Singkatnya striker yang tahu kapan harus muncul.
Dalam 18 penampilan, ia sudah mengoleksi 6 gol dan 2 assist. Menariknya? Semua itu diraih hanya dalam 912 menit bermain. Artinya, setiap menit di lapangan benar-benar ia maksimalkan.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, akhirnya memberi kepercayaan penuh setelah sembilan laga sebelumnya lebih sering menjadikannya pemain pengganti. Dan Eksel menjawabnya dengan cara paling keras lewat gol.
Rendah Hati di Tengah Sorotan
Setelah laga, sorotan publik langsung mengarah ke satu pertanyaan besar apakah ini saatnya Eksel dipanggil ke Timnas Indonesia?
Apalagi, pelatih timnas, John Herdman, disebut akan memanfaatkan pemain lokal untuk Piala AFF 2026 yang digelar Juli–Agustus mendatang. Namun, Eksel memilih tidak terbawa euforia.
“Saya tidak berharap untuk ke situ. Tapi saya akan memberikan yang terbaik untuk tim. Kalau memang dari Tuhan ada kesempatan buat ke Timnas Indonesia, saya akan memberikan yang terbaik untuk itu,” ujar Eksel Runtukahu, Sabtu, 11 April 2026.
Jawaban itu sederhana. Tapi justru di situlah letak kekuatannya fokus pada proses, bukan panggung.
Dari Cadangan ke Starter: Cerita yang Tak Instan
Performa ini terasa lebih “bernilai” karena datang setelah periode sulit. Dalam sembilan laga sebelumnya, Eksel lebih sering duduk di bangku cadangan. Namun, alih-alih tenggelam, ia justru mengasah diri.
Pergerakan tanpa bola, kerja keras menekan lini belakang lawan, hingga stamina yang konsisten semua itu jadi alasan Mauricio Souza akhirnya kembali mempercayainya sebagai starter. Dan ketika kesempatan itu datang, Eksel tidak sekadar bermain. Ia mendominasi.
Timnas Bukan Mimpi, Tapi Ujian Berikutnya
Di tengah kebutuhan striker tajam di level nasional, nama Eksel mulai masuk radar publik. Bukan karena hype, tapi karena performa.
Namun, jalan ke Timnas bukan cuma soal statistik. Ini soal konsistensi, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan yang lebih besar.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi “apakah dia layak?” Tapi apakah dia siap ketika kesempatan itu benar-benar datang?
Closing: Lebih dari Sekadar Dua Gol
Dua gol di GBK malam itu mungkin akan tercatat sebagai statistik. Tapi bagi Eksel, ini adalah pesan.
Bahwa kerja keras diam-diam tetap bisa berbicara paling lantang.
Dan di sepak bola seperti hidup kadang momen besar datang bukan saat kamu paling siap, tapi saat kamu paling pantas.
Lalu, kalau pintu Timnas benar-benar terbuka nanti apakah Eksel akan sekadar masuk, atau langsung menggebrak?. @teguh







