Tabooo.id: Health – Pernah nggak, tanpa rencana jelas, kamu keluar malam dan mulai menyetir begitu saja? Bukan karena ingin pergi jauh, melainkan karena kepala terasa terlalu penuh.
Menariknya, di tengah hidup yang makin bising oleh notifikasi, justru jalanan kosong terasa lebih “hidup” dibanding layar di tanganmu. Dan ya, ini bukan sekadar sugesti.
Ketika Informasi Terlalu Banyak, Fokus Mulai Runtuh
Awalnya terlihat biasa saja. Kamu buka satu aplikasi, lalu pindah ke yang lain. Setelah itu, notifikasi masuk tanpa jeda.
Akibatnya, perhatian terpecah tanpa kamu sadari. Bahkan, rasa lelah datang lebih cepat, padahal aktivitas fisik hampir tidak ada.
Hal ini selaras dengan penjelasan Dr. Earl Miller, ahli neurosains kognitif dari MIT, dalam wawancara 15 Mei 2020:
“Otak manusia tidak dirancang untuk multitasking. Kita hanya berpindah cepat dari satu tugas ke tugas lain, dan itu mengorbankan fokus.”
Artinya, semakin sering kamu “loncat-loncat” perhatian, semakin cepat energi mental terkuras.
Di Sisi Lain, Jalan Sepi Memberi Ritme yang Lebih Jujur
Namun berbeda dengan layar, jalanan malam menawarkan pengalaman yang lebih sederhana.
Pertama, lalu lintas jauh lebih lengang. Selain itu, cahaya lampu kota bergerak dengan pola yang stabil. Akibatnya, gangguan visual dan mental ikut berkurang.
Berdasarkan penelitian dari American Psychological Association pada 23 Februari 2018, overload kognitif dapat menurunkan produktivitas hingga 40% serta mempercepat kelelahan mental.
Sebaliknya, saat kamu berkendara dalam suasana tenang, otak mulai menyesuaikan diri dengan ritme yang lebih lambat. Di titik inilah, pikiran perlahan kembali “teratur”.
Masalahnya, Kita Terlalu Lama Hidup dalam Mode Setengah Sadar
Di era sekarang, fokus penuh terasa seperti kemewahan.
Linda Stone, pada 12 September 2013, menyebut fenomena ini sebagai continuous partial attention kondisi ketika seseorang terus memperhatikan banyak hal, tetapi tidak benar-benar hadir di salah satunya.
Misalnya, kamu scroll sambil memikirkan pekerjaan. Kemudian, kamu menonton sambil membalas pesan. Bahkan, saat berbicara dengan orang lain, pikiranmu tetap melayang.
Akan tetapi, situasi berubah ketika kamu mulai menyetir di malam hari.
Tanpa sadar, perhatian terkunci pada satu hal. Gerakan menjadi lebih terarah. Kesadaran kembali utuh, meski hanya sementara.
Lalu, Ini Tentang Menenangkan Diri atau Sekadar Menghindar?
Di satu sisi, night drive membantu meredakan tekanan. Namun di sisi lain, ada kemungkinan kamu sedang menghindari sesuatu yang belum selesai. Karena itu, penting untuk jujur.
Sering kali, kita berpindah dari layar ke jalan bukan untuk mencari arah, tetapi untuk menjauh dari kebisingan. Dan pada akhirnya, perjalanan itu justru membawa kita kembali ke diri sendiri.
Penutup: Mungkin yang Kamu Butuhkan Bukan Solusi, Tapi Jeda
Dunia tidak akan melambat dengan sendirinya. Begitu juga notifikasi yang terus datang tanpa henti. Meski begitu, kamu tetap punya kendali untuk berhenti sejenak.
Lewat jalan panjang yang tenang, ritme mulai terasa lebih manusiawi. Sementara itu, pikiran yang tadinya berantakan perlahan menemukan bentuknya kembali.
Dan di antara lampu kota yang lewat perlahan, ada satu hal sederhana yang akhirnya muncul kesadaran bahwa kamu masih bisa mendengar dirimu sendiri.







