Sabtu, April 11, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Entertainment Film

Empat Musim Pertiwi: Pulang ke Rumah atau Kembali ke Luka?

April 8, 2026
in Film
A A
Empat Musim Pertiwi: Pulang ke Rumah atau Kembali ke Luka?

Forka Films merilis first look resmi Empat Musim Pertiwi (Four Seasons In Java). (istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Pulang seharusnya terasa hangat. Tapi bagaimana jika rumah justru menjadi tempat paling asing?

Film Empat Musim Pertiwi mengangkat pertanyaan itu sejak awal. Bukan sekadar drama, film ini mengajak kita masuk ke perjalanan batin seorang perempuan yang berusaha berdamai dengan masa lalu.

Disutradarai oleh Kamila Andini, film ini kembali menegaskan ciri khasnya: puitis, tapi tetap tajam secara sosial.

Ketika Kepulangan Tidak Lagi Ramah

Pertiwi keluar dari penjara dan langsung kembali ke desanya. Namun, alih-alih disambut, ia justru menghadapi penolakan.

Warga menjauh. Keluarga pun menjaga jarak.

BacaJuga

Sebelum Tiga Puluh: Ambisi atau Ilusi Sukses di Usia Muda?

Sekawan Limo 2: Sekadar Horor atau Ritual yang Makin Dalam?

Situasi ini tidak hanya menunjukkan konflik personal. Sebaliknya, film ini membuka realitas sosial yang sering kita abaikan: masyarakat lebih cepat menghakimi daripada memahami.

Melalui akting Putri Marino, Pertiwi tampil sebagai sosok yang rapuh tapi tetap bertahan.

“Dia tidak hanya pulang ke tempat, tapi juga ke luka yang belum selesai.”

Empat Musim, Empat Fase Luka

Judul film ini menyimpan makna yang lebih dalam.

Empat musim tidak hanya merepresentasikan waktu. Lebih dari itu, setiap musim mencerminkan fase emosi yang dilalui Pertiwi.

Kadang ia membeku dalam kesedihan. Lalu ia jatuh dalam kehilangan. Setelah itu, ia mencoba tumbuh kembali. Namun, ia juga harus menghadapi panasnya kenyataan.

Di sisi lain, kabut yang menyelimuti desa menghadirkan simbol misterius. Kabut itu bukan sekadar visual, tapi juga representasi trauma yang terus mengikuti.

Proyek Global, Cerita yang Sangat Personal

Film ini melibatkan kolaborasi enam negara. Namun, kekuatannya justru terletak pada cerita yang intim.

Arya Saloka dan Christine Hakim memperkuat dinamika emosional dalam cerita.

Sementara itu, produser Ifa Isfansyah bersama Anthony Chen membawa proyek ini ke panggung internasional.

Dengan demikian, film ini tidak hanya berbicara tentang Indonesia. Ia juga berbicara tentang pengalaman manusia yang universal.

Bukan Tentang Masa Lalu, Tapi Tentang Cara Kita Menghakimi

Masalahnya bukan lagi soal apa yang terjadi pada Pertiwi.

Sebaliknya, masalahnya adalah bagaimana orang lain terus mengingatnya sebagai “masa lalu itu”.

Film ini secara langsung menyoroti stigma sosial terhadap korban kekerasan seksual.

Korban tidak hanya menghadapi trauma. Mereka juga harus menghadapi penilaian yang terus datang.

Dan ironisnya, tekanan itu sering muncul dari lingkungan terdekat.

Kenapa Film Ini Relevan Sekarang?

Di tengah banyaknya film yang mengejar hiburan cepat, Empat Musim Pertiwi memilih jalan berbeda.

Film ini mengajak penonton untuk berhenti sejenak. Lalu berpikir.

Lebih jauh lagi, film ini mempertanyakan satu hal penting: apakah kita benar-benar memberi ruang bagi seseorang untuk pulih?

Karena faktanya, banyak orang ingin sembuh. Tapi lingkungan mereka tidak pernah memberi kesempatan.

Penutup

Film ini tidak menawarkan jawaban yang mudah.

Namun, justru di situlah kekuatannya.

Karena dalam hidup nyata, proses pulih tidak pernah sederhana. Dan sering kali, yang paling dibutuhkan bukan solusi, tapi penerimaan.

Lalu pertanyaannya, kalau seseorang sudah berusaha bangkit, kenapa kita masih sulit menerimanya? @jeje

Tags: Drama Indonesiaempat musim pertiwifilm 2026Film IndonesiaIsu Sosialkamila andiniputri marinoStigma Sosialtrauma healing

REKOMENDASI TABOOO

Film Ini Bicara Soal Luka yang Tak Terlihat: Ayah Ini Arahnya Kemana ya?

Film Ini Bicara Soal Luka yang Tak Terlihat: Ayah Ini Arahnya Kemana ya?

by jeje
April 9, 2026

Tabooo.id: Film - Film keluarga biasanya identik dengan kehangatan dan pelukan yang menenangkan. Namun, Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya? justru menawarkan sesuatu...

Darah dan Doa: Film Pertama Indonesia, Tapi Siapa yang Ingat?

Darah dan Doa: Film Pertama Indonesia, Tapi Siapa yang Ingat?

by eko
April 8, 2026

Tabooo.id: Film - Kalau kamu pikir film hanyalah hiburan, Darah dan Doa akan bikin kamu mikir ulang. Ini bukan sekadar...

“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

by jeje
April 8, 2026

Tabooo.id: Vibes - Horor Indonesia sering mengandalkan visual. Jumpscare, suara keras, dan sosok menyeramkan jadi senjata utama. Tapi “Songko” memilih...

Next Post
Perang Iran-AS Guncang Pasar Energi, Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dollar

Perang Pause, Pasar Langsung Gas: Minyak Jatuh, Emas Naik

Recommended

Iran Tolak Gencatan Senjata: Ini Soal Damai atau Permainan Narasi Kekuatan?

Iran Tolak Gencatan Senjata: Ini Soal Damai atau Permainan Narasi Kekuatan?

April 7, 2026
“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

April 8, 2026

Popular

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

April 11, 2026

Makam Tan Malaka: Ingatan yang Sengaja Disembunyikan?

April 10, 2026

Bupati Tulungagung Kena OTT, Publik Kembali Kehilangan Kepercayaan

April 11, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.