Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

El Nino Datang Lagi: Petani Terancam Gagal Panen?

by dimas
April 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Fenomena El Nino kembali jadi perhatian global. Kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik mulai memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Dampaknya tidak main-main. Kekeringan berpotensi menekan produktivitas pertanian dan mengganggu ketahanan pangan nasional.

Situasi ini memaksa pemerintah dan petani untuk bersiap lebih awal.

Pola Iklim Kian Tak Terduga

Guru Besar Agroklimatologi Universitas Gadjah Mada, Bayu Dwi Apri Nugroho, menjelaskan bahwa El Nino sebenarnya bukan fenomena baru.

Namun, perubahan iklim global membuat polanya semakin sulit diprediksi.

Ini Belum Selesai

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

“El Nino itu siklus alami yang sudah lama terjadi. Tapi sekarang polanya terasa lebih cepat karena pemanasan global,” ujarnya, pada Minggu (5/4/2026).

Ia bahkan menyebut potensi kemunculan El Nino tahun ini bisa masuk kategori ekstrem atau kerap disebut “Godzilla El Nino”.

Sektor Pertanian Paling Rentan

El Nino langsung berdampak pada sektor pertanian. Tanaman pangan seperti padi dan jagung sangat bergantung pada ketersediaan air.

Ketika curah hujan turun drastis, tanaman sulit berkembang optimal.

Bayu menegaskan, kondisi ini bisa berujung pada gagal panen.

“Kalau kekeringan terjadi setelah tanam, petani bisa gagal panen. Biaya yang sudah dikeluarkan tidak kembali,” tegasnya.

Risiko ini tidak hanya merugikan petani, tapi juga bisa memicu kenaikan harga pangan.

Mitigasi Jadi Kunci

Menghadapi situasi ini, Bayu menekankan pentingnya langkah mitigasi di tingkat lapangan.

Ia menilai komunikasi antara petani dan penyuluh pertanian menjadi faktor krusial.

“Kuncinya ada di komunikasi. Kalau informasi cuaca jelas, petani bisa ambil keputusan yang tepat,” tambahnya.

Selain itu, petani perlu mengakses informasi terkait varietas tanaman yang tahan kekeringan serta teknik budidaya yang lebih adaptif.

Indonesia Punya Modal, Tinggal Dimaksimalkan

Meski ancaman meningkat, Indonesia tidak sepenuhnya tanpa persiapan.

Pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya menjadi modal penting. Pemerintah telah menjalankan berbagai program antisipasi, mulai dari pompanisasi hingga inovasi irigasi hemat air.

“Sebenarnya kita sudah punya pengalaman, misalnya lewat irigasi tetes dan varietas tahan kekeringan. Tinggal dimanfaatkan dengan baik,” ujar Bayu.

Akses informasi cuaca yang semakin mudah juga menjadi keuntungan tersendiri bagi petani.

Penutup: Siap atau Terpukul?

El Nino bukan sekadar fenomena cuaca. Dampaknya bisa menjalar ke ekonomi, harga pangan, hingga stabilitas sosial.

Indonesia punya pengalaman dan teknologi. Tapi tanpa kesiapan di lapangan, ancaman tetap nyata.

Pertanyaannya sekarang: apakah kita siap menghadapi El Nino kali ini, atau justru kembali terpukul? @dimas

Tags: CuacaEkstremEl NinoIklimKetahanan PanganKrisis GlobalNasionalPanganpertanianPerubahan Iklim

Kamu Melewatkan Ini

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah masih bergerak di wilayah yang bikin banyak orang waswas. Harga kebutuhan belum terasa ringan, biaya hidup makin terasa sempit,...

Next Post
Prabowo dan Janji Keadilan: Retorika atau Perubahan Nyata?

Prabowo dan Janji Keadilan: Retorika atau Perubahan Nyata?

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id