Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

El Nino Datang Lagi: Petani Terancam Gagal Panen?

by dimas
April 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional

Tabooo.id: Nasional – Fenomena El Nino kembali jadi perhatian global. Kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik mulai memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Dampaknya tidak main-main. Kekeringan berpotensi menekan produktivitas pertanian dan mengganggu ketahanan pangan nasional.

Situasi ini memaksa pemerintah dan petani untuk bersiap lebih awal.

Pola Iklim Kian Tak Terduga

Guru Besar Agroklimatologi Universitas Gadjah Mada, Bayu Dwi Apri Nugroho, menjelaskan bahwa El Nino sebenarnya bukan fenomena baru.

Namun, perubahan iklim global membuat polanya semakin sulit diprediksi.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

“El Nino itu siklus alami yang sudah lama terjadi. Tapi sekarang polanya terasa lebih cepat karena pemanasan global,” ujarnya, pada Minggu (5/4/2026).

Ia bahkan menyebut potensi kemunculan El Nino tahun ini bisa masuk kategori ekstrem atau kerap disebut “Godzilla El Nino”.

Sektor Pertanian Paling Rentan

El Nino langsung berdampak pada sektor pertanian. Tanaman pangan seperti padi dan jagung sangat bergantung pada ketersediaan air.

Ketika curah hujan turun drastis, tanaman sulit berkembang optimal.

Bayu menegaskan, kondisi ini bisa berujung pada gagal panen.

“Kalau kekeringan terjadi setelah tanam, petani bisa gagal panen. Biaya yang sudah dikeluarkan tidak kembali,” tegasnya.

Risiko ini tidak hanya merugikan petani, tapi juga bisa memicu kenaikan harga pangan.

Mitigasi Jadi Kunci

Menghadapi situasi ini, Bayu menekankan pentingnya langkah mitigasi di tingkat lapangan.

Ia menilai komunikasi antara petani dan penyuluh pertanian menjadi faktor krusial.

“Kuncinya ada di komunikasi. Kalau informasi cuaca jelas, petani bisa ambil keputusan yang tepat,” tambahnya.

Selain itu, petani perlu mengakses informasi terkait varietas tanaman yang tahan kekeringan serta teknik budidaya yang lebih adaptif.

Indonesia Punya Modal, Tinggal Dimaksimalkan

Meski ancaman meningkat, Indonesia tidak sepenuhnya tanpa persiapan.

Pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya menjadi modal penting. Pemerintah telah menjalankan berbagai program antisipasi, mulai dari pompanisasi hingga inovasi irigasi hemat air.

“Sebenarnya kita sudah punya pengalaman, misalnya lewat irigasi tetes dan varietas tahan kekeringan. Tinggal dimanfaatkan dengan baik,” ujar Bayu.

Akses informasi cuaca yang semakin mudah juga menjadi keuntungan tersendiri bagi petani.

Penutup: Siap atau Terpukul?

El Nino bukan sekadar fenomena cuaca. Dampaknya bisa menjalar ke ekonomi, harga pangan, hingga stabilitas sosial.

Indonesia punya pengalaman dan teknologi. Tapi tanpa kesiapan di lapangan, ancaman tetap nyata.

Pertanyaannya sekarang: apakah kita siap menghadapi El Nino kali ini, atau justru kembali terpukul? @dimas

Tags: CuacaEkstremEl NinoIklimKetahanan PanganKrisis GlobalNasionalPanganpertanianPerubahan Iklim

Kamu Melewatkan Ini

Pemalang Kering Tiga Bulan: 10.764 KK Menunggu Air, Ketahanan Sistem Diuji

Pemalang Kering Tiga Bulan: 10.764 KK Menunggu Air, Ketahanan Sistem Diuji

by teguh
September 26, 2026

Pemalang kering tiga bulan tanpa kepastian air mengubah kemarau menjadi persoalan sehari-hari bagi ribuan keluarga di Pemalang, Jawa Tengah. Tabooo.id...

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Next Post
Prabowo dan Janji Keadilan: Retorika atau Perubahan Nyata?

Prabowo dan Janji Keadilan: Retorika atau Perubahan Nyata?

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id