Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bisnis, Darah, dan Data: Di Balik Proyek Rahasia Google dan Amazon untuk Israel

by dimas
November 1, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Israel kembali jadi sorotan. Bukan hanya karena perang di Gaza, tapi juga karena dugaan tekanan terhadap dua raksasa teknologi dunia, Google dan Amazon. Investigasi dari The Guardian, +972 Magazine, dan Local Call mengungkap bahwa kedua perusahaan itu dipaksa melanggar kebijakan internal lewat proyek Nimbus, kontrak senilai USD 1,2 miliar yang diteken pada 2021.

Proyek Nimbus menyediakan layanan cloud computing untuk pemerintah Israel. Namun, dokumen bocor menunjukkan kontrak itu berisi klausul yang melanggar prinsip keamanan data global.

“Kedipan Mata” dan Uang Rahasia

Bagian paling kontroversial dari kontrak itu adalah mekanisme yang disebut “kedipan mata”. Jika ada negara atau pengadilan asing meminta akses data Israel, Google dan Amazon harus memberi peringatan diam-diam. Caranya, mereka membayar Israel antara 1.000 hingga 9.999 shekel (sekitar Rp4 juta–Rp36 juta). Jumlah itu disesuaikan dengan kode panggilan internasional negara yang meminta data.

Mekanisme ini pada dasarnya menjadi kode rahasia agar Israel tahu data mereka sedang diintip. Skema seperti ini bertentangan dengan kebijakan privasi dan hukum internasional tentang perlindungan data.

Saat Bisnis Mengalahkan Moral

Klausul kontrak Nimbus juga melarang Google dan Amazon membatasi akses pemerintah Israel ke layanan mereka. Bahkan jika tindakan itu bertentangan dengan ketentuan penggunaan mereka sendiri. Jika kedua perusahaan memutus layanan karena tekanan publik atau karyawan, mereka bisa terkena sanksi finansial berat.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Situasi ini memberi Israel keleluasaan penuh menggunakan layanan cloud selama tidak melanggar hukum domestik. Tapi, bagaimana jika hukum domestik itu sendiri tidak melindungi kemanusiaan?

Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, PBB dan lembaga HAM menuding Israel melakukan genosida terhadap warga Gaza. Namun, Google dan Amazon tetap melanjutkan kerja sama yang memberi keuntungan miliaran dolar.

Gelombang Protes Karyawan dan Tuduhan Anti-Semit

Di dalam perusahaan, gelombang protes terus terjadi. Banyak karyawan Google menentang proyek Nimbus karena khawatir teknologi cloud digunakan untuk operasi militer di Gaza. Pada April 2024, manajemen memecat hampir 30 pekerja yang ikut aksi protes itu.

Situasi makin panas pada Juli 2025. Sergey Brin, salah satu pendiri Google, menyebut PBB “terlalu anti-Semit” setelah lembaga itu menuding perusahaan teknologi mengambil keuntungan dari perang Gaza. Pernyataan itu justru menutup ruang diskusi moral dengan alasan politik.

Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan?

Dalam skema ini, Israel mendapat perlindungan data tingkat tinggi. Google dan Amazon menikmati keuntungan miliaran dolar. Tapi masyarakat dunia kehilangan satu hal penting: kepercayaan.

Di tengah krisis etika digital dan kekhawatiran terhadap kecerdasan buatan, kasus Nimbus menunjukkan betapa teknologi bisa menjadi alat politik. Perusahaan yang mengaku menjunjung “etika digital” ternyata bisa bermain di wilayah abu-abu, selama nilainya cukup besar.

Sementara itu, warga Gaza hidup di bawah drone, dan dunia digital dikendalikan oleh kontrak yang disembunyikan dari publik.

Seperti pepatah modern, di era cloud, bukan langit yang membatasi manusia tapi siapa yang mengendalikan server-nya.

Sikap Redaksi Tabooo

Redaksi Tabooo.id memandang kasus ini sebagai cermin krisis moral global di era digital. Ketika inovasi berubah menjadi alat pembenaran kekerasan, batas antara kemajuan dan kebiadaban makin kabur.

Kami menolak normalisasi kerja sama yang memperkuat kekerasan dan diskriminasi atas nama keamanan. Teknologi seharusnya melayani manusia, bukan membenarkan penderitaan mereka di balik layar algoritma.

Selama kebenaran masih bisa dicari dan suara kemanusiaan belum dibungkam, Tabooo.id akan tetap berpihak pada transparansi, keadilan, dan nurani digital. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

by dimas
Juni 28, 2026

TABOOO Cultural Production mengubah budaya lokal Madiun Raya menjadi karya, pengetahuan, dan intellectual property melalui kolaborasi masyarakat. Tabooo.id - Sebuah...

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

by dimas
Juni 27, 2026

Raden Ronggo Prawirodirjo III menjadi simbol perlawanan dari Madiun. Kisahnya membuktikan bahwa harga diri Jawa tak pernah mudah ditaklukkan. Tabooo.id...

Suran Agung PSHW TM 2026: Keheningan yang Menyatukan Persaudaraan

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

by dimas
Juni 27, 2026

Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden....

Next Post
Vivo X300 Pro: Kamera 200 MP Dan Kit Fotografi 11 Juta, Worth It Nggak Sih Buat Kamu?

Vivo X300 Pro: Kamera 200 MP Dan Kit Fotografi 11 Juta, Worth It Nggak Sih Buat Kamu?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id