Tabooo.id: Musik – Kamu sudah beli tiket, pesan hotel, bahkan ambil cuti lalu konser tiba-tiba batal. Rasanya pasti kesal. Namun bagi Iga Massardi, ini bukan hal sepele. Ia melihatnya sebagai masalah tanggung jawab.
Vokalis Barasuara itu langsung buka suara. Ia menanggapi keputusan promotor yang membatalkan penampilan mereka di Riang Gembira Festival. Acara itu seharusnya berlangsung Sabtu (28/3/2026) di Yogyakarta. Namun, promotor tiba-tiba menghentikan semuanya.
Fans Sudah Niat, Tapi Pulang Kecewa
Sejak awal, banyak penonton menyusun rencana. Mereka membeli tiket lebih dulu, lalu mengamankan hotel dan transportasi. Biayanya jelas tidak sedikit.
Sebagian fans bahkan rela mengambil cuti kerja. Mereka ingin hadir dan menikmati konser. Dengan begitu, mereka mengorbankan waktu, tenaga, dan uang sekaligus.
“Ini bukan cuma soal acara batal,” ujar Iga.
Akibatnya, penonton tidak hanya kehilangan konser. Mereka juga kehilangan momen yang sudah lama mereka tunggu.
Promotor Disentil Keras
Tanpa berputar-putar, Iga langsung menyoroti kesiapan promotor. Menurutnya, penyelenggara harus memastikan semua hal sebelum menjual acara.
Jika belum siap, mereka seharusnya menunda rencana. Sebaliknya, keputusan untuk tetap jalan justru merugikan banyak pihak.
“Jangan asal bikin event lalu merusak rencana banyak orang,” tegasnya.
Ia juga menilai tindakan ini tidak adil. Bahkan, ia menyebutnya sebagai kelalaian serius.
Efek Domino: Semua Kena
Masalah ini tidak berhenti di penonton. Di sisi lain, vendor sudah menyiapkan kebutuhan acara. Sementara itu, artis telah mengatur jadwal. Tim produksi juga bekerja sejak awal.
Namun, saat acara batal, semua usaha itu langsung hilang. Tidak ada panggung. Tidak ada penonton. Tidak ada hasil.
Karena itu, festival gagal seperti ini bisa merusak ekosistem musik. Kepercayaan publik menurun. Minat datang ke acara lain ikut melemah.
Harapan untuk Industri Musik
Meski kecewa, Iga tetap memberi apresiasi. Ia menghargai penyelenggara yang bekerja profesional.
Di saat yang sama, ia berharap pihak yang tidak serius bisa tersingkir. Dengan begitu, industri musik tetap sehat.
“Semoga yang tidak bertanggung jawab pelan-pelan hilang,” ujarnya.
Hiburan Butuh Tanggung Jawab
Pada akhirnya, kasus ini memberi pelajaran. Hiburan bukan sekadar senang-senang. Ada kerja keras dan kepercayaan di baliknya.
Jika seseorang melanggar komitmen, publik pasti ragu.
Jadi, setelah kejadian ini, kamu masih berani beli tiket konser lagi?



