Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Air Keras dan Jejak yang Sengaja Dikaburkan

by dimas
Maret 25, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM kembali membuka luka lama ketika kekerasan menyasar pembela hak asasi, siapa sebenarnya yang sedang dibungkam?

Kali ini, sorotan mengarah ke dalam institusi militer. Empat prajurit Badan Intelijen Strategis disebut terlibat dalam penyerangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus.

Pengungkapan yang Mengejutkan Publik

Pusat Polisi Militer TNI secara resmi mengumumkan penahanan empat prajurit pada 18 Maret 2026. Mereka berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Para prajurit itu berasal dari lintas matra TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara dan kini menjalani pemeriksaan intensif sebelum dipindahkan ke Pomdam Jaya.

Dari hasil awal, penyidik mengidentifikasi dua orang sebagai pelaku lapangan yang langsung menyiramkan air keras kepada Andrie. Sementara itu, dua lainnya masih menjalani pendalaman peran.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Namun hingga kini, aparat belum membuka secara rinci motif, kronologi lengkap, maupun kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Penyidikan Berjalan, Pertanyaan Menggantung

Enam hari setelah pengumuman tersebut, proses penyidikan masih berlangsung. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia, menegaskan bahwa penyidik terus mendalami dugaan penganiayaan terhadap Andrie.

Pihak TNI meminta publik menunggu hasil investigasi hingga tuntas. Di saat yang sama, mereka memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

Meski demikian, ruang gelap dalam kasus ini masih lebar. Publik belum mengetahui siapa yang merancang serangan, apa motif utamanya, dan mengapa seorang aktivis HAM menjadi target.

Desakan Bongkar Dalang

Tekanan politik mulai muncul dari parlemen. Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Mafirion, menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.

Ia meminta aparat mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut. Baginya, keadilan tidak cukup jika hanya menyentuh eksekutor.

Menurut Mafirion, pengungkapan dalang menjadi kunci untuk memutus rantai kekerasan. Tanpa itu, praktik serupa berpotensi terulang di masa depan.

Ujian bagi Penegakan HAM

Sorotan juga datang dari pemerintah. Kementerian Hak Asasi Manusia menilai kasus ini sebagai ujian serius bagi penegakan hukum dan perlindungan HAM di Indonesia.

Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, menegaskan bahwa penyidikan harus berlangsung transparan dan bebas dari distorsi.

Ia mendorong sinergi antara TNI dan Polri agar kasus ini terungkap secara terang benderang. Selain itu, ia menekankan pentingnya pembuktian berbasis fakta dan profesionalitas penyidik.

Aktivis dalam Bayang-Bayang Kekerasan

Kasus ini tidak berdiri sendiri. Aktivis HAM selama ini kerap berada dalam posisi rentan, terutama ketika mereka mengkritik kekuasaan atau membongkar pelanggaran.

Dalam konteks ini, serangan terhadap Andrie Yunus tidak hanya menyasar individu, tetapi juga mengirim pesan yang lebih luas kepada komunitas sipil.

Ketika ruang kritik diserang dengan kekerasan, maka yang terancam bukan hanya satu orang melainkan juga kebebasan untuk bersuara.

Antara Proses dan Kepercayaan Publik

Kini, publik menunggu apakah penyidikan akan menembus hingga ke aktor intelektual, atau berhenti pada pelaku lapangan?

Di satu sisi, TNI telah menunjukkan langkah awal dengan mengungkap keterlibatan anggotanya. Namun di sisi lain, kepercayaan publik tidak dibangun dari pengungkapan awal, melainkan dari keberanian menuntaskan seluruh rantai peristiwa.

Sebab pada akhirnya, kasus ini bukan sekadar soal siapa yang menyiram air keras. Pertanyaan yang lebih besar justru mengemuka siapa yang memerintahkan, dan siapa yang selama ini merasa aman untuk melakukannya?

Tags: AktivisAndrie YunusHak Asasi ManusiaKasusKeadilankekerasanKriminal & HukumKritisReformasiStopSuaraTNItransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Tanah Adat Berubah Jadi Zona Maut bagi Perempuan Papua

Perempuan Papua dan Tanah Adat Yang Berubah Jadi Zona Maut

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan Papua berdiri di tengah pegunungan yang sunyi, membawa cerita yang tak lagi tentang kampung halaman, melainkan tentang ruang hidup...

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

by dimas
Mei 11, 2026

Nobar film Pesta Babi di ruang-ruang publik menunjukkan bagaimana seni kerap dianggap sebagai cara paling aman untuk menyuarakan realitas. Film,...

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan pembela HAM sering melangkah dari pengalaman melihat ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka. Keberanian itu mendorong mereka bersuara, mendampingi...

Next Post
Tampomas II 1981:Ketika Laut Jawa Jadi Kuburan Tanpa Nisan

Tampomas II 1981:Ketika Laut Jawa Jadi Kuburan Tanpa Nisan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id