• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Air Keras dan Jejak yang Sengaja Dikaburkan

Maret 25, 2026
in Nasional, News
A A
Air Keras dan Jejak yang Sengaja Dikaburkan

Dua pengendara motor diduga menyiram air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus di Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam. (Tangkapan layar video)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM kembali membuka luka lama ketika kekerasan menyasar pembela hak asasi, siapa sebenarnya yang sedang dibungkam?

Kali ini, sorotan mengarah ke dalam institusi militer. Empat prajurit Badan Intelijen Strategis disebut terlibat dalam penyerangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus.

Pengungkapan yang Mengejutkan Publik

Pusat Polisi Militer TNI secara resmi mengumumkan penahanan empat prajurit pada 18 Maret 2026. Mereka berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Para prajurit itu berasal dari lintas matra TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara dan kini menjalani pemeriksaan intensif sebelum dipindahkan ke Pomdam Jaya.

Dari hasil awal, penyidik mengidentifikasi dua orang sebagai pelaku lapangan yang langsung menyiramkan air keras kepada Andrie. Sementara itu, dua lainnya masih menjalani pendalaman peran.

Namun hingga kini, aparat belum membuka secara rinci motif, kronologi lengkap, maupun kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Penyidikan Berjalan, Pertanyaan Menggantung

Enam hari setelah pengumuman tersebut, proses penyidikan masih berlangsung. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia, menegaskan bahwa penyidik terus mendalami dugaan penganiayaan terhadap Andrie.

Pihak TNI meminta publik menunggu hasil investigasi hingga tuntas. Di saat yang sama, mereka memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

Meski demikian, ruang gelap dalam kasus ini masih lebar. Publik belum mengetahui siapa yang merancang serangan, apa motif utamanya, dan mengapa seorang aktivis HAM menjadi target.

Desakan Bongkar Dalang

Tekanan politik mulai muncul dari parlemen. Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Mafirion, menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.

Ia meminta aparat mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut. Baginya, keadilan tidak cukup jika hanya menyentuh eksekutor.

Menurut Mafirion, pengungkapan dalang menjadi kunci untuk memutus rantai kekerasan. Tanpa itu, praktik serupa berpotensi terulang di masa depan.

Ujian bagi Penegakan HAM

Sorotan juga datang dari pemerintah. Kementerian Hak Asasi Manusia menilai kasus ini sebagai ujian serius bagi penegakan hukum dan perlindungan HAM di Indonesia.

Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, menegaskan bahwa penyidikan harus berlangsung transparan dan bebas dari distorsi.

Ia mendorong sinergi antara TNI dan Polri agar kasus ini terungkap secara terang benderang. Selain itu, ia menekankan pentingnya pembuktian berbasis fakta dan profesionalitas penyidik.

RelatedPosts

WFH: Kantor Tutup Sehari, Dompet Rakyat Ikut Sepi

Dari Shortcut Jadi Short-Trap: Jalur Sawah ke Tol Purwomartani Resmi Dihapus

Aktivis dalam Bayang-Bayang Kekerasan

Kasus ini tidak berdiri sendiri. Aktivis HAM selama ini kerap berada dalam posisi rentan, terutama ketika mereka mengkritik kekuasaan atau membongkar pelanggaran.

Dalam konteks ini, serangan terhadap Andrie Yunus tidak hanya menyasar individu, tetapi juga mengirim pesan yang lebih luas kepada komunitas sipil.

Ketika ruang kritik diserang dengan kekerasan, maka yang terancam bukan hanya satu orang melainkan juga kebebasan untuk bersuara.

Antara Proses dan Kepercayaan Publik

Kini, publik menunggu apakah penyidikan akan menembus hingga ke aktor intelektual, atau berhenti pada pelaku lapangan?

Di satu sisi, TNI telah menunjukkan langkah awal dengan mengungkap keterlibatan anggotanya. Namun di sisi lain, kepercayaan publik tidak dibangun dari pengungkapan awal, melainkan dari keberanian menuntaskan seluruh rantai peristiwa.

Sebab pada akhirnya, kasus ini bukan sekadar soal siapa yang menyiram air keras. Pertanyaan yang lebih besar justru mengemuka siapa yang memerintahkan, dan siapa yang selama ini merasa aman untuk melakukannya?

Tags: AktivisAndrie YunusDalangHak Asasi ManusiahukumKasusKeadilankekerasanKritisReformasiStopSuaraTNItransparansiUngkap

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Rp6 Juta Sehari dari Dapur Gizi: Program Sosial atau Ladang Cuan?

    Joget Rp6 Juta Sehari: Program Sosial atau Ladang Cuan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Becak yang Tak Pernah Pulang: Saat Kota Membiarkan Warganya Tidur di Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Healing ke Bali, Pulangnya Butuh Healing Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Air Keras dan Jejak yang Sengaja Dikaburkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WFH: Kantor Tutup Sehari, Dompet Rakyat Ikut Sepi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.