Senin, Agustus 24, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Terkoreksi Tajam, Kapitalisasi Pasar Susut Hampir Rp1.000 Triliun

by dimas
Maret 15, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Pasar saham Indonesia melemah tajam sepanjang pekan kedua Maret 2026. Data dari PT Bursa Efek Indonesia menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan selama periode perdagangan 9-13 Maret 2026.

Pada penutupan pekan, IHSG berada di level 7.137,212. Angka ini turun 5,91 persen dibandingkan posisi pekan sebelumnya di level 7.585,687. Penurunan tersebut menandai melemahnya sentimen pasar sekaligus meningkatnya kehati-hatian investor dalam menghadapi dinamika ekonomi yang masih bergejolak.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa penurunan indeks langsung menekan nilai kapitalisasi pasar di bursa.

“Kami mencatat kapitalisasi pasar turun 6,96 persen atau sekitar Rp949 triliun, dari Rp13.627 triliun menjadi Rp12.678 triliun,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi, Minggu (15/3/2026).

Penurunan hampir Rp1.000 triliun dalam satu pekan menunjukkan betapa sensitifnya pasar saham terhadap perubahan sentimen ekonomi dan arus modal.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Aktivitas Perdagangan Ikut Menurun

Tekanan pada indeks juga memengaruhi aktivitas perdagangan di lantai bursa. Investor terlihat mengurangi transaksi sambil menunggu arah pasar yang lebih jelas.

BEI mencatat rata-rata frekuensi transaksi harian turun 31,54 persen. Pekan lalu pasar mencatat sekitar 2,73 juta transaksi per hari, tetapi pada pekan ini angka tersebut turun menjadi sekitar 1,87 juta transaksi.

Nilai transaksi harian juga menurun tajam. Rata-rata nilai transaksi hanya mencapai Rp17,20 triliun, jauh di bawah pekan sebelumnya yang mencapai Rp24,97 triliun.

Penurunan juga terjadi pada volume perdagangan saham. Sepanjang pekan ini, investor memperdagangkan rata-rata 31,55 miliar lembar saham per hari, turun 25,49 persen dibandingkan volume pekan sebelumnya yang mencapai 42,34 miliar lembar saham.

Perubahan ini menunjukkan pasar sedang memasuki fase wait and see. Banyak investor memilih menahan posisi dibandingkan melakukan transaksi besar.

Investor Asing Mulai Mengurangi Eksposur

Tekanan terhadap IHSG juga muncul dari pergerakan investor global. Selama pekan perdagangan ini, investor asing mencatat jual bersih (net sell) sebesar Rp117,17 miliar.

Jika dihitung sejak awal 2026, investor asing sudah melepas saham di pasar Indonesia dengan total Rp8,85 triliun.

Arus dana keluar seperti ini sering memberi sinyal penting bagi pelaku pasar. Ketika investor global mengurangi eksposur di pasar berkembang, indeks saham domestik biasanya ikut mengalami tekanan.

Tekanan Menguat di Akhir Pekan

Tekanan pasar terlihat paling kuat pada perdagangan Jumat (13/3/2026). Pada hari itu IHSG turun 224,904 poin atau 3,05 persen dan berakhir di level 7.137,212.

Indeks sebenarnya membuka perdagangan di posisi 7.338,824. Namun tekanan jual terus meningkat sepanjang sesi. IHSG bergerak dalam rentang 7.132,211 hingga 7.350,280, dengan 7.132,211 sebagai posisi terendah pada hari tersebut.

Dominasi tekanan jual juga terlihat dari komposisi saham di bursa. Sebanyak 629 saham turun, hanya 104 saham naik, dan 86 saham bergerak stagnan.

Pada hari yang sama, pasar mencatat volume transaksi 28,69 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp14,049 triliun. Aktivitas tersebut terjadi dalam 1.606.804 transaksi.

Dampaknya bagi Investor

Koreksi tajam IHSG tidak hanya memengaruhi investor institusi. Investor ritel juga merasakan dampaknya secara langsung.

Ketika indeks turun, nilai portofolio banyak investor ikut tertekan. Investor pemula biasanya menghadapi dilema menahan saham dengan risiko kerugian sementara atau menjualnya untuk membatasi kerugian.

Di sisi lain, sebagian investor berpengalaman justru melihat situasi seperti ini sebagai peluang membeli saham dengan harga lebih rendah.

Namun pasar saham selalu mengingatkan satu hal sederhana ketika ketidakpastian meningkat, kesabaran sering menjadi strategi investasi paling mahal dan paling sulit dijalankan. @dimas

Tags: AsingBursa Efek IndonesiaEkonomi IndonesiaIHSGInvestorNasionalPasarritelSaham

Kamu Melewatkan Ini

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

Next Post
Cek Fakta: Viral Aturan Takbiran Hanya Sampai Jam 21.00 Tanpa Sound System

Cek Fakta: Viral Aturan Takbiran Hanya Sampai Jam 21.00 Tanpa Sound System

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id