Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dulu Dibilang Motor Polusi, Sekarang Harganya Malah Bikin Dompet Sesak

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Otomotif
A A
Home Culture
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Otomotif – Pernah nggak sih kamu lagi nongkrong di pinggir jalan, lalu tiba-tiba lewat motor tua dengan suara “ngiiiing” yang bikin kepala otomatis menoleh? Bau oli sampingnya juga khas sedikit pedih di hidung, tapi anehnya terasa nostalgik. Yup, motor dua tak lagi naik daun. Bukan cuma lewat di jalan, tapi juga merajai pasar kolektor dengan harga yang bikin dompet ikut sesak napas.

Lucunya, yang lagi tergila-gila justru banyak dari Gen Z dan milenial muda generasi yang bahkan belum lahir saat motor ini berjaya pada era 90-an sampai awal 2000-an.

Lalu pertanyaannya: kenapa mesin ngebul ini tiba-tiba jadi primadona lagi?

Ngebul Lagi, Harga Ikut Terbang

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar motor dua tak di Indonesia benar-benar menggila. Model seperti Yamaha RX-King, Suzuki RGR, hingga Kawasaki Ninja 150 RR sekarang muncul di marketplace dengan harga yang bikin orang melongo.

RX-King yang dulu orang beli dengan harga belasan juta kini sering muncul di angka 40–80 juta rupiah, tergantung kondisi. Unit yang masih full original atau hasil restorasi rapi bahkan bisa menembus harga lebih tinggi.

Ini Belum Selesai

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

JOFAFEST 6 Usung “Transcend”, Ajak Sineas Muda Melampaui Batas

Fenomena ini bukan sekadar nostalgia. Banyak komunitas motor klasik melaporkan lonjakan anggota muda yang ingin merestorasi motor dua tak. Media sosial juga ramai dengan konten restorasi motor jadul mulai dari bongkar mesin sampai first ride penuh asap putih dramatis.

Singkatnya: motor yang dulu orang cap boros dan jadul sekarang berubah jadi barang kolektor.

Nostalgia yang Bahkan Tidak Pernah Dialami

Yang menarik, banyak penggemar motor dua tak sebenarnya tidak pernah hidup di masa kejayaannya.

Fenomena ini sering disebut nostalgia second-hand rasa rindu pada masa lalu yang bahkan tidak kita alami secara langsung.

Gen Z tumbuh bersama motor injeksi yang halus, irit, dan hampir tanpa suara. Mesin modern terasa efisien, tapi kadang juga terasa terlalu steril. Tidak ada drama.

Motor dua tak justru memberi pengalaman sebaliknya.

Mesinnya meraung keras. Getarannya terasa. Bau knalpotnya khas. Cara menyalakan dan merawatnya juga terasa seperti ritual. Semua itu menciptakan sensasi berkendara yang lebih “hidup”.

Di tengah dunia yang makin digital dan instan, pengalaman mekanis seperti ini terasa romantis.

Simbol Identitas di Era Serba Sama

Coba lihat parkiran motor sekarang. Banyak model terlihat mirip: desain futuristik, mesin halus, fitur digital, semuanya rapi dan efisien.

Motor dua tak hadir sebagai anti-mainstream.

Bawa RX-King ke kafe atau acara motor, dan hampir pasti ada yang mendekat:
“Wah ini tahun berapa?”
“Masih original?”
“Mesinnya masih sehat?”

Motor itu langsung jadi bahan obrolan. Di era media sosial, banyak orang membangun identitas lewat sesuatu yang unik. Motor dua tak memberi karakter yang sulit ditiru. Bahkan suara knalpotnya sudah jadi “signature”.

Langka Bikin Nilainya Meledak

Faktor lain yang mendorong harga motor dua tak tentu saja kelangkaan.

Pabrikan menghentikan produksi motor dua tak di Indonesia sejak regulasi emisi makin ketat. Artinya, jumlah unit yang beredar tidak akan bertambah lagi. Yang tersisa sekarang hanya unit lama yang terus berpindah tangan.

Dalam hukum ekonomi sederhana: barang langka + permintaan tinggi = harga meroket.

Selain itu, banyak motor dua tak dulu dipakai sebagai kendaraan harian sampai kondisinya rusak. Unit yang masih original dan sehat sekarang jadi semakin jarang.

Tak heran kalau para kolektor berburu motor dua tak seperti berburu barang vintage.

Lifestyle atau Investasi?

Bagi sebagian orang, membeli motor dua tak sekarang bukan cuma soal hobi. Banyak yang melihatnya sebagai bentuk investasi.

Harga yang terus naik membuat motor ini terlihat seperti “aset berjalan”. Fenomena ini mirip dengan sepatu limited edition atau kamera analog yang nilainya bisa meningkat seiring waktu.

Namun tentu saja ada konsekuensi. Motor dua tak membutuhkan perawatan ekstra. Suku cadangnya semakin langka. Konsumsi bensinnya juga lebih boros dibanding motor modern.

Karena itu, banyak orang akhirnya membeli motor dua tak sebagai passion project, bukan sekadar alat transportasi.

Apa Dampaknya Buat Kamu?

Fenomena comeback motor dua tak sebenarnya menunjukkan sesuatu yang menarik tentang generasi sekarang.

Di tengah teknologi yang semakin canggih, banyak orang justru mencari sesuatu yang terasa lebih manual, lebih kasar, dan lebih nyata.

Motor dua tak bukan cuma kendaraan. Ia menawarkan pengalaman suara, bau, getaran, dan cerita.

Bagi sebagian orang, itu nostalgia.
Bagi yang lain, itu cara menemukan identitas di tengah dunia yang terasa seragam.

Jadi kalau suatu hari kamu melihat motor tua lewat dengan asap putih mengepul dan suara melengking, jangan buru-buru mengeluh soal polusi.

Bisa jadi itu bukan sekadar motor. Itu simbol gaya hidup yang sedang kembali ngebut.

Tags: Motor

Kamu Melewatkan Ini

Bikers Iqro Solo Raya: Ketika Deru Motor Bertemu Ayat Suci

Bikers Iqro Solo Raya: Ketika Deru Motor Bertemu Ayat Suci

by eko
Agustus 26, 2026

Bikers Iqro Solo Raya hadir di 26th Anniversary BBMC Central Java Solo dengan semangat memadukan hobi motor, belajar Al-Qur'an, dan...

Motor Boleh Beda, Solidaritas Jangan Hilang

Motor Boleh Beda, Solidaritas Jangan Hilang

by eko
Agustus 24, 2026

Apa pun motornya, semua berbagi satu aspal. Perayaan 26 tahun BBMC Central Java memantik pertanyaan: masihkah solidaritas antar bikers terjaga?...

26 Tahun BBMC: Ketika Motor Menyatukan Bikers dari Berbagai Daerah

26 Tahun BBMC: Ketika Motor Menyatukan Bikers dari Berbagai Daerah

by eko
Agustus 24, 2026

BBMC Central Java merayakan 26 tahun perjalanan di Solo. Ratusan bikers dari berbagai daerah bertemu dalam semangat persaudaraan dan satu...

Next Post
Iran Tunggu Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Iran Tunggu Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id