Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Semeru Kembali Erupsi, Hujan Abu Selimuti Permukiman Warga Lumajang

by dimas
Maret 10, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Erupsi Gunung Semeru kembali mengguncang Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Luncuran awan panas dari gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memicu hujan abu yang mulai dirasakan warga di Kecamatan Pasrujambe pada Selasa (10/3/2026).

Laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat erupsi terjadi dengan luncuran awan panas sejauh sekitar 3 kilometer dari puncak. Letusan tersebut berlangsung selama 4 menit 59 detik dengan amplitudo maksimal 12 milimeter. Dari kawah, kolom asap juga membumbung hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Hujan Abu Turun Saat Malam Hari

Warga Pasrujambe mulai merasakan hujan abu sejak waktu maghrib. Festi, salah satu warga setempat, mengatakan abu vulkanik mulai turun sekitar pukul 18.15 WIB.

Meski sulit terlihat karena kondisi gelap, butiran abu tetap terasa jelas ketika jatuh ke permukaan tanah dan atap rumah.

“Hujan abu lumayan deras, tapi tidak kelihatan karena sudah gelap. Tapi terasa sekali,” ujar Festi.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Abu vulkanik yang turun perlahan membuat sebagian warga mulai membersihkan halaman dan menutup ventilasi rumah agar debu tidak masuk ke dalam ruangan.

Keluhan Batuk Mulai Muncul di Permukiman

Beberapa warga menyebut hujan abu sebenarnya sudah terjadi sejak dua hari terakhir. Intensitasnya sempat lebih tebal pada hari sebelumnya.

Riffa, warga Pasrujambe lainnya, mengatakan sejumlah warga mulai mengeluhkan batuk dan pilek. Ia menduga keluhan itu muncul akibat paparan abu vulkanik yang terbawa angin ke permukiman.

“Lebih deras kemarin. Kalau dampak sekarang banyak yang batuk warga sini,” katanya.

Kondisi ini biasanya menjadi gejala awal di wilayah yang terkena hujan abu. Partikel abu vulkanik yang sangat halus mudah terhirup dan bisa memicu gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia.

BPBD Minta Warga Gunakan Masker

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugrogo, mengimbau masyarakat agar melindungi diri saat beraktivitas di luar rumah. Ia meminta warga memakai masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

“Hujan abu ini dampak erupsi Semeru. Warga sebaiknya memakai masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar Isnugrogo.

Saat ini status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di sektor tenggara, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Bagi masyarakat Lumajang, erupsi Semeru bukan peristiwa baru. Namun setiap letusan selalu membawa kecemasan yang sama: abu yang jatuh di halaman rumah mungkin terlihat ringan, tetapi bagi warga yang hidup di lereng gunung, ia selalu menjadi pengingat bahwa alam tidak pernah benar-benar tidur. @dimas

Tags: Awan PanasbencanaBPBDerupsiGunung SemeruHujan AbuJawa TimurLumajangPVMBGsiaga

Kamu Melewatkan Ini

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

by teguh
Juni 3, 2026

"TPA Randegan membutuhkan revitalisasi secara komprehensif. Beban sampah harian yang masif tanpa dukungan infrastruktur memadai adalah bom waktu ekologis." Tabooo.id...

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026

Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa...

Next Post
Mengenal Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran

Profil Mojtaba Khamenei: Dari Putra Pemimpin Iran ke Penguasa Teheran

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id