Tabooo.id: Teknologi – Pernah nggak kepikiran kenapa teknologi makin canggih, tapi beberapa fitur lama justru mulai kembali? Dulu hampir semua ponsel punya baterai yang bisa dilepas. Tinggal buka penutup belakang, lalu pengguna bisa mengganti baterai kapan saja. Namun ketika smartphone modern muncul, produsen mulai menanam baterai secara permanen di dalam perangkat. Menariknya, tren itu mulai sedikit berubah.
Pada ajang Mobile World Congress 2026 di Barcelona, Lenovo memperkenalkan tablet baru bernama ThinkTab X11. Perangkat ini menghadirkan konsep yang terasa cukup “jadul”: baterai yang bisa dilepas langsung dari bodi tablet. Di tengah dunia gadget yang serba tertutup, ide ini terasa seperti napas baru.
Gadget Modern, Tapi Lebih Fleksibel
Beberapa tahun terakhir, produsen gadget berlomba membuat perangkat yang lebih tipis, lebih minimalis, dan lebih rapi. Desain tersebut memang terlihat modern, tetapi sering membuat komponen internal sulit diakses. ThinkTab X11 justru mengambil pendekatan berbeda.
Tablet ini memungkinkan pengguna melepas baterai secara langsung. Jika baterai mengalami penurunan performa, pengguna dapat menggantinya tanpa perlu membuka perangkat secara rumit.
Lenovo juga menambahkan fitur bypass charging. Fitur ini menyalurkan daya langsung ke tablet tanpa melewati baterai. Saat fitur ini aktif, pengguna tetap bisa memakai perangkat sambil mengisi daya tanpa terlalu membebani baterai.
Menurut Lenovo, pendekatan ini membantu menjaga kualitas baterai agar tetap stabil dalam jangka panjang.
Tablet Tangguh untuk Aktivitas Harian
Selain konsep baterainya yang unik, ThinkTab X11 juga menawarkan desain yang cukup tangguh.
Tablet ini mengantongi sertifikasi militer MIL-STD-810H, yang menunjukkan perangkat mampu bertahan dari benturan ringan maupun kondisi penggunaan yang cukup ekstrem.
Perangkat ini juga memiliki sertifikasi IP68. Artinya, tablet mampu menahan debu dan tetap bertahan saat terkena air hingga kedalaman lebih dari satu meter selama sekitar 30 menit.
Dari sisi performa, Lenovo membekali tablet ini dengan chipset Snapdragon 7s Gen 3 dari Qualcomm.
Chip tersebut bekerja bersama RAM LPDDR5 hingga 12 GB serta penyimpanan UFS 3.1 sampai 512 GB. Kombinasi ini cukup kuat untuk aktivitas multitasking, streaming, hingga pekerjaan kreatif ringan.
Lenovo juga menyematkan layar berukuran 10,95 inci dengan resolusi 2.5K (2560 x 1600). Panel tersebut mendukung refresh rate 90 Hz dan tingkat kecerahan hingga 600 nits. Perlindungan layar menggunakan kaca Gorilla Glass untuk menambah ketahanan.
Untuk kebutuhan foto dan video call, tablet ini memiliki kamera belakang 13 MP dengan autofocus serta kamera depan 8 MP.
Sementara itu, baterai berkapasitas 10.200 mAh menjadi sumber tenaga utama perangkat ini.
ThinkTab X11 menjalankan sistem operasi Android 16. Lenovo juga menjanjikan pembaruan sistem hingga Android 18 serta dukungan patch keamanan selama empat tahun.
Tablet ini melengkapi spesifikasinya dengan WiFi 6E, Bluetooth 5.4, dan port USB-C untuk pengisian daya serta transfer data.

Kenapa Tren Teknologi Lama Kembali?
Kemunculan fitur seperti baterai yang bisa dilepas sebenarnya mencerminkan perubahan cara orang memandang teknologi.
Selama bertahun-tahun, industri gadget fokus pada desain yang ramping dan elegan. Namun pendekatan tersebut sering membuat perangkat sulit diperbaiki.
Ketika baterai mulai menurun, pengguna biasanya tidak dapat menggantinya sendiri. Akibatnya, banyak orang memilih membeli perangkat baru.
Situasi ini memicu munculnya gerakan global bernama right to repair. Gerakan tersebut mendorong perusahaan teknologi agar membuat perangkat yang lebih mudah diperbaiki oleh pengguna.
Karena itu, konsep baterai lepas bukan sekadar nostalgia. Fitur ini juga berkaitan dengan umur perangkat, efisiensi penggunaan, dan pengurangan limbah elektronik.
Singkatnya, industri teknologi mulai mencari keseimbangan antara desain modern dan kepraktisan penggunaan.
Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?
Tablet seperti ThinkTab X11 mungkin terlihat seperti eksperimen kecil. Namun konsepnya menunjukkan arah baru dalam dunia gadget.
Banyak pengguna mulai menginginkan perangkat yang lebih tahan lama dan lebih mudah dirawat. Mereka tidak selalu mengejar desain paling tipis, tetapi lebih menghargai teknologi yang praktis.
Baterai yang bisa diganti sendiri memberi pengguna kontrol lebih besar terhadap perangkat mereka. Selain itu, fitur bypass charging membantu menjaga kesehatan baterai dalam penggunaan jangka panjang.
Pada akhirnya, inovasi tidak selalu berarti sesuatu yang sepenuhnya baru. Kadang, teknologi justru berkembang dengan menghidupkan kembali ide lama yang masih relevan.
Pertanyaannya sekarang cukup sederhana jika gadget masa depan kembali menghadirkan fitur yang lebih praktis seperti ini, apakah kamu justru akan merasa teknologi terasa lebih masuk akal?. @teguh




