Tabooo.id:Check – Media sosial kembali ramai oleh klaim yang membuat banyak orang terkejut. Sebuah unggahan di Facebook menyebut 30 persen dana haji dan zakat akan dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Unggahan itu menampilkan foto Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar bersama Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Postingan tersebut memberi kesan seolah kedua tokoh itu menjelaskan kebijakan pengalihan dana tersebut kepada publik.
Dalam narasinya, pengunggah menulis bahwa Majelis Ulama menjelaskan rencana pengalihan sebagian dana haji dan zakat agar program MBG tetap berjalan. Kalimat itu langsung memancing perhatian warganet.
Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan klaim tersebut. Sebagian lainnya langsung membagikan unggahan itu tanpa mengecek sumber informasi.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan fakta yang berbeda.
Fakta Sebenarnya: Tidak Ada Pengalihan Dana
Tidak ada lembaga resmi yang pernah mengumumkan rencana pengalihan dana haji maupun zakat untuk program MBG.
Majelis Ulama Indonesia tidak pernah menyampaikan pernyataan tentang kebijakan tersebut. Kementerian terkait juga tidak pernah mengumumkan rencana serupa.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bahkan memberikan klarifikasi tegas. Pimpinan Bidang Pengumpulan Baznas RI Rizaludin Kurniawan menegaskan bahwa Baznas tidak menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendanai program MBG.
Baznas menyalurkan seluruh dana ZIS sesuai ketentuan syariat. Lembaga ini menyalurkan dana tersebut kepada delapan golongan penerima zakat atau asnaf. Dengan demikian, dana zakat tetap digunakan untuk kepentingan umat sesuai aturan yang berlaku.
Foto Tokoh Dipakai di Luar Konteks
Penelusuran juga menemukan masalah pada foto yang beredar dalam unggahan tersebut.
Foto Ketua MUI dalam postingan itu berasal dari dokumentasi kegiatan resmi MUI saat peresmian dan pengenalan pengurus periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Acara tersebut tidak membahas pengalihan dana haji maupun zakat untuk program MBG. Pengunggah hanya mengambil foto dari kegiatan resmi lalu menempelkan narasi yang tidak berkaitan.
Praktik seperti ini sering muncul dalam penyebaran hoaks. Pembuat hoaks memakai foto tokoh publik untuk meningkatkan kepercayaan pembaca.
Mengapa Hoaks Ini Mudah Menyebar?
Hoaks seperti ini biasanya mengikuti pola yang sama.
Pertama, pembuatnya memakai tokoh publik agar informasi terlihat meyakinkan.
Kedua, mereka menambahkan angka besar seperti 30 persen untuk memancing perhatian.
Ketiga, mereka mengangkat isu sensitif seperti dana haji dan zakat.
Kombinasi tersebut membuat banyak orang bereaksi cepat sebelum memeriksa fakta.
Padahal logikanya sederhana. Kebijakan besar terkait dana umat pasti diumumkan secara resmi melalui pemerintah atau lembaga terkait. Media nasional juga pasti memberitakan kebijakan tersebut secara luas.
Kesimpulan: Klaim Ini Hoaks
Penelusuran fakta menunjukkan bahwa narasi tentang pengalihan 30 persen dana haji dan zakat untuk program Makan Bergizi Gratis tidak benar.
Tidak ada kebijakan resmi terkait pengalihan dana tersebut.
MUI tidak pernah menyampaikan pernyataan seperti yang diklaim.
Baznas juga memastikan dana zakat tidak digunakan untuk program MBG.
Kasus ini kembali mengingatkan kita bahwa media sosial sering mencampur foto asli dengan cerita yang keliru.
Karena itu, jangan langsung percaya hanya karena sebuah unggahan menampilkan tokoh terkenal atau angka besar.
Berhenti sebentar, cek sumbernya, lalu pastikan informasinya benar.
Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital.@eko




