Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Iran Tunda Pemakaman Khamenei, Teheran Masih Bergolak

by dimas
Maret 4, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Pemerintah Iran menunda pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang semula dijadwalkan Rabu (4/3/2026) malam di Teheran. Televisi pemerintah menjelaskan penundaan ini sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan pelayat. Sebelumnya, otoritas merancang upacara kenegaraan selama tiga hari.

Sesuai rencana awal, pelayat akan memberikan penghormatan terakhir mulai pukul 22.00 di Masjid Agung Imam Khomeini. Setelah itu, panitia akan membawa jenazah ke Mashhad, kota suci sekaligus kampung halaman Khamenei.

Teheran Masih Dilanda Serangan

Sejak Sabtu (28/2/2026), rudal Amerika Serikat-Israel terus menghantam Teheran dan menargetkan fasilitas militer serta infrastruktur pemerintahan. Serangan tersebut menewaskan Khamenei dan merusak sejumlah titik strategis kota. Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa mereka tidak menunda pemakaman karena faktor keamanan. Sebaliknya, mereka memprioritaskan kesiapan logistik dan infrastruktur agar jutaan pelayat dapat hadir secara tertib.

Kepala Dewan Koordinasi Pengembangan Islam Teheran, Mohsen Mahmoudi, menyatakan panitia harus menyiapkan logistik secara matang. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengaturan arus massa untuk mencegah kepadatan berbahaya. Oleh karena itu, pemerintah kini memusatkan perhatian pada aspek teknis dan administratif, bukan pada ancaman keamanan tambahan.

Kekosongan Kepemimpinan dan Guncangan Psikologis

Selama lebih dari tiga dekade, Khamenei memegang kendali politik dan keagamaan Iran. Karena itu, kematiannya langsung mengguncang struktur kekuasaan. Elite politik, aparat militer, dan birokrasi kini menghadapi ketidakpastian arah kepemimpinan. Sementara itu, warga yang memandangnya sebagai simbol spiritual merasakan tekanan emosional yang mendalam.

Ini Belum Selesai

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

Dari Medan Perang ke Ring Dunia, Begini Perjalanan Muay Thai Menjadi Identitas Thailand

Dampak Sosial dan Ekonomi yang Meluas

Penundaan pemakaman ikut memengaruhi aktivitas masyarakat. Warga menunda perjalanan ke Teheran, sedangkan pedagang serta penyedia transportasi menyesuaikan rencana operasional mereka. Di sisi lain, pemerintah harus menjaga stabilitas kota yang masih terdampak serangan. Jika pengelolaan massa gagal, situasi bisa memicu gangguan baru di tengah krisis yang belum mereda.

Kematian pemimpin tertinggi bukan sekadar peristiwa politik. Iran kini menghadapi ujian manajemen publik di tengah tekanan geopolitik. Pemerintah harus menyeimbangkan emosi jutaan pelayat dengan kebutuhan logistik yang presisi. Pada akhirnya, momen ini menunjukkan satu hal bahkan dalam duka nasional sekalipun, perencanaan teknis dan disiplin organisasi tetap menentukan jalannya sejarah. @dimas

Tags: ASDampakEkonomi IndonesiaGlobalIsraelKeamanan NegarakepemimpinanKhameneiKonflik DuniaKrisis GlobalLogistikmasyarakatpemakamanPerang IranPolitik IndonesiaSeranganTeheran

Kamu Melewatkan Ini

Universitas Republik Indonesia: Sekolah Negarawan atau Elite Baru?

Universitas Republik Indonesia: Sekolah Negarawan atau Elite Baru?

by dimas
Juli 27, 2026

Universitas Republik Indonesia (URI) digagas sebagai sekolah calon pemimpin nasional. Namun, mampukah URI mencetak negarawan, atau justru melahirkan elite baru...

Perry Warjiyo Mundur: Mampukah BI Menjaga Rupiah?

Perry Warjiyo Mundur: Mampukah BI Menjaga Rupiah?

by dimas
Juli 27, 2026

Pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi ujian baru bagi Bank Indonesia. Mampukah BI menjaga stabilitas rupiah, mempertahankan kepercayaan pasar, dan tetap...

Kudatuli: Ketika Jakarta Bangun dalam Kepungan

Kudatuli: Ketika Jakarta Bangun dalam Kepungan

by Tabooo
Juli 27, 2026

Peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996 bukan sekadar konflik internal PDI. Penyerbuan di Jalan Diponegoro membuka kekerasan, perburuan aktivis, dan...

Next Post
Ronaldo Ditangkap Gara-Gara Dukung Palestina? Cek Faktanya!

Ronaldo Ditangkap Gara-Gara Dukung Palestina? Cek Faktanya!

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id