Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Diam Saat Lagu Kebangsaan, Tumbang 0-3: Malam Penuh Luka Timnas Wanita Iran

by teguh
Maret 3, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Stadion Gold Coast seharusnya riuh. Namun beberapa menit sebelum kickoff laga Grup A Piala Asia Wanita 2026, suasana justru berubah ganjil. Saat lagu kebangsaan Iran diputar, mayoritas pemain Timnas wanita Iran memilih diam. Bibir mereka tak bergerak. Tatapan mereka lurus ke depan. Momen itu terasa lebih keras daripada teriakan suporter.

Video aksi diam tersebut langsung menyebar di media sosial. Sebagian pemain tampak melempar senyum tipis ke arah tribun. Di sisi lain, suporter Iran membawa bendera prorevolusi. Ketegangan tak hanya terasa di lapangan, tetapi juga di udara.

Tekanan Emosi, Tekanan Pertandingan

Beberapa menit setelah momen sunyi itu, pertandingan dimulai. Korea Selatan langsung menekan. Mereka menguasai bola, membangun serangan cepat, dan memaksa Iran bertahan dalam blok rendah.

Gol pertama datang dari Choe Yu Ri. Iran mencoba bangkit, tetapi ritme Korea terlalu cepat. Kim Hye Ri menambah keunggulan. Lalu Ko Yoo Jin memastikan kemenangan 3-0.

Secara statistik, Korea unggul dalam penguasaan bola dan peluang. Namun angka-angka itu tak sepenuhnya menceritakan situasi yang dihadapi Iran. Mereka bermain di tengah tekanan emosional yang tidak ringan.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Sebelumnya, pada babak kualifikasi tahun lalu, para pemain Iran memberi hormat militer saat lagu kebangsaan berkumandang. Kali ini, sikap itu berubah drastis. Media Prancis Foot Mercato bahkan menyebut aksi diam tersebut sebagai bentuk protes terhadap rezim di negara mereka.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari para pemain. Namun situasi nasional memang sedang tidak biasa. Iran tengah menjalani masa berkabung 40 hari setelah pemimpin tertinggi mereka, Ali Khamenei, dilaporkan gugur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel. Sepak bola pun tak pernah benar-benar terpisah dari realitas.

Ketegaran di Tengah Kekalahan

Pelatih Marziyeh Jafari tetap berdiri tenang di pinggir lapangan. Ia tidak menyalahkan siapa pun. Ia tidak lari dari kenyataan.

“Saya tahu kita akan menghadapi pertandingan yang sulit. Menurut saya, memainkan pertandingan yang sulit itu menyenangkan karena para pemain bisa mendapatkan banyak pengalaman untuk masa depan mereka,” ujarnya. Pernyataan itu terdengar sederhana. Namun di baliknya ada pesan ketegaran.

Iran memang kalah 0-3. Mereka kehilangan tiga poin penting di laga pembuka. Akan tetapi, malam itu menghadirkan cerita yang lebih dalam dari sekadar skor.

Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Kini Iran bersiap menghadapi tuan rumah Australia pada 5 Maret 2026. Tantangannya tak akan lebih ringan. Justru sebaliknya.

Namun pertandingan di Gold Coast sudah meninggalkan jejak. Ia menjadi simbol bahwa para pemain ini bukan sekadar atlet. Mereka adalah manusia yang membawa beban sejarah, politik, dan duka nasional ke dalam 90 menit pertandingan.

Sepak bola sering disebut bahasa universal. Di Gold Coast, bahasa itu berubah menjadi diam. Dan kadang, diam jauh lebih mengguncang daripada teriakan kemenangan. @teguh

Tags: EmosionalGrup AIsraelKebangsaanLaguTekanan

Kamu Melewatkan Ini

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

by teguh
Mei 2, 2026

Pagi itu, di sebuah ruang kelas sederhana pada masa awal kemerdekaan, seorang guru berdiri tanpa seragam resmi, tanpa tunjangan, bahkan...

Israel Gempur Beirut dan Baalbek, Lebanon Terjepit Perang Regional

Israel-Lebanon Diam 10 Hari: Damai atau Strategi Menunda Perang yang Lebih Brutal?

by dimas
April 18, 2026

Tabooo.id: Global - Diam tidak selalu berarti damai. Begitulah yang terjadi di perbatasan Lebanon dan Israel, ketika gencatan senjata 10...

Garuda Muda di Ujung Tali: Lawan Vietnam, Tekanan, Lawan Nasib

Garuda Muda di Ujung Tali: Lawan Vietnam, Tekanan, Lawan Nasib

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Sports - Timnas Indonesia U-17 kini berdiri di titik paling rawan menang atau pulang. Setelah Malaysia menundukkan Indonesia 1-0...

Next Post
Di Balik Lonjakan BBM dan Drama Ekonomi di Bulan Suci

Di Balik Lonjakan BBM dan Drama Ekonomi di Bulan Suci

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id