Rabu, Agustus 26, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Klenik, Kebodohan, dan Keberanian Berpikir

by Tabooo
Mei 28, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on Facebook
Share on Twitter
Penulis: Wartonagoro (Komisaris PT Tabooo Network Indonesia, Founder Indonesian Center for Esoterics and Metaphysical Studies)

Tabooo.id: Talk – Indonesia adalah tanah simbol, mitos, dan warisan spiritual yang panjang. Kita lahir dari budaya yang kaya akan makna tak kasat mata. Namun di antara spiritualitas dan kebijaksanaan leluhur, ada satu wilayah gelap yang sering tak dibedakan, klenik.

Klenik bukan spiritualitas. Klenik adalah kepercayaan yang dibungkus misteri, tapi kosong dari kesadaran kritis.

Klenik hidup dari rasa takut. Ia tumbuh dari ketidaktahuan. Lebih parah lagi, klenik sering dipelihara oleh mereka yang diuntungkan dari kebodohan orang lain.

Di sinilah masalahnya: ketika mistis tidak lagi menjadi jalan pencerahan, tapi menjadi alat manipulasi.

Spiritualitas Mencerahkan, Klenik Menumpulkan

Sebagai seseorang yang lama berkecimpung dalam dunia metafisika, saya ingin menegaskan sesuatu yang mungkin terdengar kontroversial, “Metafisika adalah ilmu kesadaran. Klenik adalah bisnis ketakutan.”

Ini Belum Selesai

Demo 27 Agustus dan Perebutan Narasi tentang Rakyat

Motor Boleh Beda, Solidaritas Jangan Hilang

Spiritualitas sejati mengajarkan tanggung jawab pribadi, kesadaran batin, dan penguatan karakter. Klenik justru mengajarkan ketergantungan: pada jimat, pada ritual instan, pada “orang pintar” yang katanya tahu segalanya.

Spiritualitas bertanya, “Apa yang bisa saya perbaiki dari diri saya?”

Klenik bertanya, “Siapa yang bisa saya salahkan atas nasib saya?”

Perbedaannya sederhana, tapi dampaknya besar.

Industri Ketakutan yang Tak Pernah Sepi

Mari kita jujur. Sudah berapa banyak orang yang:

  • Menghabiskan uang jutaan rupiah untuk “pagar gaib”?
  • Takut membuka usaha karena “weton tidak cocok”?
  • Membatalkan pernikahan karena ramalan?
  • Menganggap sakit sebagai “kiriman santet”?

Di titik ini, klenik bukan lagi sekadar budaya. Ia berubah menjadi industri. Dan industri ini hidup dari dua hal, yaitu ketidaktahuan dan ketakutan.

Lebih ironis lagi, dalam beberapa kasus, praktik seperti ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik, bisnis, bahkan kekuasaan. Ketika masyarakat lebih percaya bisikan gaib daripada data dan logika, demokrasi pun bisa tersandera oleh sugesti.

Budaya atau Pembodohan?

Sebagian orang akan berkata, “Ini warisan budaya, jangan dilawan.”

Saya sepakat budaya harus dihormati. Tapi budaya yang sehat adalah budaya yang berevolusi. Tradisi leluhur kita sarat simbol dan filosofi. Masalahnya, banyak yang mengambil kulitnya, membuang maknanya.

Simbol tanpa pemahaman berubah menjadi takhayul. Takhayul tanpa nalar berubah menjadi kebodohan massal. Kebodohan yang dibiarkan akan menjadi alat pembodohan.

Kritis Bukan Berarti Anti-Spiritual

Saya tidak sedang mengajak masyarakat menjadi materialis dingin. Saya justru mengajak kita menjadi spiritual yang cerdas. Percaya pada energi? Silakan. Meyakini dimensi batin? Itu hak setiap insan. Tapi jangan pernah berhenti berpikir.

Metafisika yang matang selalu berjalan berdampingan dengan logika, etika, dan tanggung jawab. Jika sebuah praktik membuat Anda:

  • Takut terus-menerus,
  • Bergantung pada satu figur,
  • Kehilangan akal sehat,
  • Atau dieksploitasi secara finansial,

Maka itu bukan pencerahan. Itu jebakan.

Generasi Muda: Putus Rantai Ketakutan

Generasi muda Indonesia hari ini punya akses informasi yang jauh lebih luas. Internet membuka pintu pengetahuan yang dulu tertutup.

Pertanyaannya, apakah kita masih mau dikendalikan oleh narasi mistik yang tak pernah diuji? Atau kita memilih menjadi generasi yang menghormati tradisi, memahami simbol, tapi tetap berpikir kritis?

Keberanian terbesar bukan melawan makhluk gaib. Keberanian terbesar adalah melawan ketidaktahuan dalam diri sendiri.

Tabu untuk Dibongkar

Mengkritik praktik perklenikan sering dianggap tabu. Seolah-olah mempertanyakannya berarti menghina budaya. Padahal justru sebaliknya. Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang berani menguji keyakinannya, karena keyakinan yang benar tidak pernah takut diuji.

Kita boleh berspiritual. Kita boleh percaya pada hal yang tak terlihat. Namun jangan pernah menyerahkan akal sehat kepada siapa pun, karena ketika pikiran kita dijajah oleh ketakutan, di situlah kebodohan menemukan rumahnya. Sedangkan di negeri yang ingin maju, kebodohan bukan warisan yang pantas dipelihara. @tabooo

Tags: mitosOpiniTalk

Kamu Melewatkan Ini

Tradisi Harus Dipercaya atau Cukup Dilestarikan?

Tradisi Harus Dipercaya atau Cukup Dilestarikan?

by eko
Agustus 20, 2026

Haruskah generasi muda percaya semua mitos di balik tradisi? Sekaten menunjukkan budaya tetap hidup meski cara pandang berubah. Tabooo.id -...

Balekambang Viral: Seberapa Jauh Ruang Publik Harus Diawasi?

Balekambang Viral: Seberapa Jauh Ruang Publik Harus Diawasi?

by eko
Agustus 17, 2026

Video pasangan di Balekambang Solo viral. Pemkot memberi teguran dan memperkuat patroli. Tapi, siapa yang bertanggung jawab menjaga ruang publik?...

Keracunan MBG: Apa yang Harus Jadi Prioritas?

Keracunan MBG: Apa yang Harus Jadi Prioritas?

by eko
Agustus 6, 2026

Program Makan Bergizi Gratis tidak cukup mengejar target distribusi. Kasus keracunan memunculkan pertanyaan: apakah keamanan pangan benar-benar menjadi prioritas? Tabooo.id...

Next Post
12 Tahun Prambanan Jazz: MLTR dan NIKI Satukan Tiga Generasi di Panggung

12 Tahun Prambanan Jazz: MLTR dan NIKI Satukan Tiga Generasi di Panggung

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id