Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Keterbatasan Bukan Alasan: Herlin dan Misi Mengenalkan Wayang

by eko
Februari 26, 2026
in Life
A A
Home Life

Tabooo.id: Life – Sore merayap pelan di Gang Jati Subur 2, Jalan Imam Bonjol, Kota Madiun. Di sebuah rumah sederhana, ratusan wayang tergantung rapi di dinding. Tatapan Arjuna tampak teduh, Gatotkaca berdiri gagah, dan gunungan menjulang seperti doa yang tak pernah padam.

Di antara aroma cat dan kayu, Herlin Susilowati menggenggam kuas dengan mantap. Tubuhnya memiliki keterbatasan, tetapi tekadnya nyaris tak berbatas. Ia tidak ingin dikenal karena kekurangannya; ia ingin dikenal karena karyanya.

Dari Kardus Bekas Menjadi Warisan Bernilai

Sejak lulus SMA pada 2001, Herlin menekuni kerajinan wayang di Sanggar Wayang Hias Karya Budaya, meneruskan jejak ayahnya. Baginya, wayang bukan sekadar hiasan, melainkan warisan nilai dan identitas. Namun ia sadar zaman berubah.

Anak-anak kini lebih akrab dengan layar gawai daripada kelir dan gamelan. Dari situlah muncul gagasan sederhana namun visioner: mengolah kardus bekas menjadi wayang. “Saya melihat banyak kardus tidak terpakai. Saya berpikir, bagaimana limbah bisa jadi rupiah,” ujarnya. Dari limbah yang dianggap tak bernilai, lahirlah tokoh-tokoh pewayangan yang ringan, terjangkau, dan ramah bagi generasi muda.

Wayang kardus buatannya dijual mulai Rp10 ribu untuk ukuran kecil. Harga yang membumi, sehingga anak-anak dapat mengenal budaya tanpa merasa terbebani. Sementara itu, Herlin tetap setia memproduksi wayang kulit kerbau dengan proses panjang dan teliti menggambar sketsa, memahat, mengecat dasar, memberi warna karakter, ‘nyawi’ atau membatik detail, melapisi emas, memernis, hingga menjemur sampai kering sempurna. Setiap tahap menuntut kesabaran dan ketekunan. Ia menjalani semuanya dengan kesungguhan, membuktikan bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan.

Ini Belum Selesai

Hak Anak Perempuan di Tengah Tuntutan Menikah

Americano: Sehat atau Cuma Gaya?

Bangkit Saat Dunia Terhenti

Sebelum pandemi, usaha Aisyah Handicraft miliknya mampu meraih omzet hingga Rp10 juta per bulan. Pesanan datang dari berbagai kota, bahkan karyanya terbang ke Amerika dan Eropa sebagai suvenir resmi dan bagian dari program pertukaran pelajar.

Mahasiswa asing berkunjung ke galerinya, belajar membuat wayang secara langsung. Dari sebuah gang kecil di Madiun, budaya lokal berdialog dengan dunia internasional. Namun ketika pandemi melanda, pesanan terhenti total. Berbulan-bulan tanpa pemasukan menjadi ujian berat.

Herlin tidak menyerah. Ia berjualan tanaman herbal secara daring untuk mengumpulkan modal membeli cat dan kembali berkarya. Ia tidak menunggu keadaan berubah; ia menyesuaikan diri dan menciptakan peluang. Kini omzetnya memang belum sepenuhnya pulih, sekitar Rp2 juta per bulan, tetapi semangatnya tetap utuh. Ia terus membuka pintu bagi siapa pun yang ingin belajar, terutama generasi muda dan sesama penyandang disabilitas.

Inspirasi yang Tumbuh dari Kesetiaan

Kisah Herlin adalah pengingat bahwa keterbatasan bukanlah titik akhir, melainkan titik mula. Ia mengubah kardus menjadi karya, kesulitan menjadi daya lenting, dan rumah sederhana menjadi ruang belajar budaya. Ia tidak meminta dikasihani ia memilih berkarya.

Dari tangannya, wayang bukan hanya cerita masa lalu, melainkan harapan yang terus digerakkan. Dan mungkin, di sanalah letak inspirasi sejati: pada keberanian untuk tetap setia, tetap berinovasi, dan tetap percaya bahwa selalu ada jalan bagi mereka yang mau melangkah. @eko

Tags: kisah inspiratifmadiun

Kamu Melewatkan Ini

Ibu dan Anak Dibunuh di Madiun, Keluarga Tuntut Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Madiun, Keluarga Tuntut Hukuman Mati

by dimas
Oktober 27, 2026

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun memasuki tahap pendalaman. Polisi menelusuri bukti, sementara keluarga korban menuntut hukuman mati bagi...

Jalan Merak Memanas, Massa Diduga Pesilat Bentrok dengan Aparat

Madiun Memanas, Massa Diduga Pesilat Bentrok dengan Aparat Jelang Parluh

by dimas
September 22, 2026

Jalan Merak Madiun memanas. Massa diduga pesilat bentrok dengan aparat jelang Parluh 2026, akses warga dan lalu lintas ikut dibatasi....

Ledakan Gudang Amunisi Madiun: Satu Gugur, Enam Terluka

Ledakan Gudang Amunisi Madiun: Satu Gugur, Enam Terluka

by dimas
Juli 17, 2026

Tragedi ledakan gudang amunisi di Madiun menewaskan satu prajurit dan melukai enam lainnya. TNI AD kini menyelidiki penyebab insiden tersebut...

Next Post
Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Perkuat Diplomasi Energi hingga Investasi

Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Perkuat Diplomasi Energi hingga Investasi

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id