Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Menguat di Tengah Perhatian Investor pada Kebijakan Tarif AS

by dimas
Februari 23, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada pembukaan perdagangan Senin. IHSG naik 62,77 poin atau 0,76 persen ke posisi 8.334,54. Sementara indeks LQ45, yang memuat 45 saham unggulan, bertambah 6,43 poin atau 0,77 persen ke level 841,71.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran 8.250-8.380 pekan ini.

“Jika IHSG mampu menutup di atas 8.350, pasar berpeluang menguji level 8.400,” ujar Ratna.

Pasar mulai menyerap sentimen positif dari kebijakan global maupun langkah pemerintah domestik.

Peluang dari Kebijakan Domestik

Investor memperhatikan langkah pemerintah setelah pembatalan tarif resiprokal di AS. Indonesia sudah menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS. Namun perjanjian itu belum berlaku efektif karena masih menunggu ratifikasi di kedua negara.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Selama DPR belum menyetujui ratifikasi, Indonesia secara hukum belum terikat. Pasar menunggu kepastian ini. Ratna menambahkan, kewajiban 267 emiten meningkatkan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen juga menjadi perhatian. Perubahan ini dapat memengaruhi likuiditas saham dan strategi investasi.

Dinamika Global

Keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif resiprokal disambut positif investor. Ekspektasi keringanan tarif meringankan biaya perusahaan dan menurunkan kekhawatiran inflasi. Namun, Presiden Trump merespons dengan menetapkan tarif global 10 persen dan kemudian menaikkannya menjadi 15 persen. Ketidakpastian ini tetap menghantui pasar.

Pertumbuhan PDB AS melambat menjadi 1,4 persen di kuartal IV-2025, turun dari 4,4 persen di kuartal III-2025. Inflasi PCE naik menjadi 2,9 persen pada Desember 2025 dari 2,8 persen di November. Data ini menambah dinamika yang memengaruhi pergerakan IHSG.

Pergerakan Pasar Regional

Bursa Eropa pekan lalu kompak menguat. Euro Stoxx 50 naik 1,18 persen, FTSE 100 Inggris 0,56 persen, DAX Jerman 0,87 persen, dan CAC Prancis 1,39 persen. Bursa AS di Wall Street juga menguat S&P 500 bertambah 0,69 persen, Nasdaq 0,87 persen, dan Dow Jones 0,47 persen.

Di Asia, pergerakan lebih beragam. Nikkei Jepang turun 1,12 persen, Shanghai melemah 1,26 persen. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong naik 2,65 persen, dan Straits Times Singapura 0,27 persen. Investor regional menilai risiko domestik dan global dengan hati-hati.

Dampak bagi Masyarakat

Penguatan IHSG memberi peluang bagi investor individu dan institusi menikmati kenaikan portofolio. Namun, perusahaan yang terkena kewajiban free float dan pelaku usaha ekspor ke AS masih menghadapi ketidakpastian tarif. Masyarakat umum merasakan dampaknya secara tidak langsung melalui harga barang dan inflasi.

Pasar Indonesia tampak menari mengikuti irama global. Investor boleh optimistis, tapi tarif dan regulasi bisa berubah cepat seperti mood seorang bos besar yang suka mengejutkan di pagi hari. @dimas

Tags: ARTASBEIBursa Efek IndonesiaDampakEkonomi IndonesiaGlobalIHSGInflasiInvestasiInvestormasyarakatNasionalPasarPerdaganganPolitik IndonesiaSahamTarif

Kamu Melewatkan Ini

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

by eko
Agustus 21, 2026

Ruben Onsu jadi tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi. Polisi mengungkap kronologi perkara yang bermula dari tawaran usaha. Tabooo.id:...

Next Post
LPDP Viral, Stella Christie Soroti Tanggung Jawab Penerima Beasiswa

LPDP Viral, Stella Christie Soroti Tanggung Jawab Penerima Beasiswa

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id