Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Minyakita Tembus HET Jelang Ramadan, Pemerintah Klaim Sudah Turun

by teguh
Februari 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menjelang Ramadan, satu komoditas kembali bikin gelisah: minyak goreng rakyat, Minyakita. Harga rata-rata nasionalnya masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang pemerintah tetapkan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui fakta itu. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga rata-rata nasional Minyakita saat ini menyentuh Rp16.020 per liter. Padahal pemerintah mematok HET di angka Rp15.700 per liter.

“Memang yang di atas HET, misalnya Minyakita, hari ini harganya Rp16.020. HET-nya Rp15.700,” kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (18/02/2026).

Selisihnya memang “hanya” Rp320 per liter. Namun menjelang Ramadan, setiap rupiah punya arti bagi jutaan rumah tangga.

Sudah Turun, Tapi Belum Sampai Target

Meski harga masih di atas HET, Budi menegaskan tren sudah membaik. Sebelum terbitnya Permendag Nomor 43 Tahun 2025, harga rata-rata Minyakita bahkan sempat menyentuh Rp16.800 per liter.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Regulasi itu mewajibkan produsen melalui BUMN pangan menyalurkan minimal 35 persen Domestic Market Obligation (DMO) untuk pasar dalam negeri. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap pasokan bertambah dan harga terkendali.

Saat ini, realisasi penyaluran DMO baru mencapai sekitar 30 persen. Artinya, pasokan memang bergerak naik, tetapi belum memenuhi batas minimal.

“Semua berproses. Dari sisi ketersediaan sudah hampir 30 persen, minimal 35 persen,” ujar Budi.

Namun bagi konsumen, proses tak selalu berarti harga turun cepat.

Tangerang Sudah Rp17.500 per Liter

Di lapangan, situasinya lebih panas. Di Kabupaten Tangerang, Banten, harga Minyakita bahkan melonjak ke Rp17.500 per liter. Angka ini jauh melampaui HET Rp15.700.

Neni, pedagang sembako di Pasar Tradisional Mauk, mengaku sudah menjual di harga tersebut sejak pertengahan Januari.

“Memang setiap mau Ramadan pasti naik. Dari distributor sudah naik sekitar Rp5 ribu per karton,” ujarnya.

Kenaikan ini bukan hanya soal momentum musiman. Distributor menaikkan harga lebih dulu, lalu pedagang menyesuaikan agar tetap mendapat margin.

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyebut keterlambatan distribusi dari Bulog sebagai penyebab lonjakan.

“Hanya memang ada kenaikan Rp1.000 karena distribusinya telat datang dari Bulog,” katanya.

Di sinilah persoalan klasik muncul ketika distribusi tersendat, harga langsung melonjak.

Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan?

Dalam situasi ini, produsen relatif diuntungkan karena permintaan naik menjelang Ramadan. Distributor pun memiliki ruang tawar lebih besar saat pasokan belum stabil.

Sebaliknya, masyarakat kecil menanggung beban paling besar. Minyak goreng bukan barang mewah. Hampir semua rumah tangga membutuhkannya setiap hari, apalagi saat Ramadan ketika aktivitas memasak meningkat.

Pedagang kecil juga terjepit. Mereka harus membeli lebih mahal dari distributor, tetapi tetap menghadapi tekanan pembeli yang menuntut harga sesuai HET.

Pemerintah berada di tengah. Regulasi sudah keluar, DMO sudah diwajibkan, namun implementasi belum sepenuhnya menutup celah distribusi.

Ramadan dan Ujian Stabilitas Harga

Lonjakan harga menjelang hari besar bukan cerita baru. Namun publik berharap pemerintah belajar dari pola berulang ini.

Jika rata-rata nasional saja masih di atas HET, maka potensi lonjakan di daerah jelas lebih besar. Apalagi ketika distribusi belum mencapai target 35 persen.

Ramadan seharusnya membawa ketenangan, bukan kecemasan soal harga kebutuhan pokok.

Kini pertanyaannya sederhana apakah kebijakan cukup kuat menekan harga, atau Minyakita akan kembali jadi ritual tahunan naik saat rakyat paling membutuhkannya?. @teguh

Tags: bumnHargaKlaimMinyakitapemerintahRamadhan

Kamu Melewatkan Ini

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

by teguh
Mei 1, 2026

Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati belum juga menemukan titik terang. Laporan yang muncul sejak...

Ketika Kepala Desa Pegang Miliaran, Tapi Negara Minim Membimbing

Ketika Kepala Desa Pegang Miliaran, Tapi Negara Minim Membimbing

by teguh
April 21, 2026

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengirim pesan keras kepada jajarannya jangan mudah menetapkan kepala desa sebagai tersangka hanya karena salah administrasi....

Saat AI Dijanjikan Tambah PDB, Kita Sedang Menjadi Apa?

Saat AI Dijanjikan Tambah PDB, Kita Sedang Menjadi Apa?

by teguh
April 20, 2026

Di Bali, Sabtu 18/04/2026, panggung bicara soal masa depan kembali menyala. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut adopsi kecerdasan...

Next Post
Ramadan dan Kenaikan Harga Pangan Jadi Tradisi Tahunan

Ramadan dan Kenaikan Harga Pangan Jadi Tradisi Tahunan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id