Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Iran Pasang Spanduk Ancaman Rudal ke Israel Jelang Netanyahu Temui Trump

by sigit
Februari 11, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Teheran tak menunggu meja perundingan. Sebaliknya, menjelang pertemuan Presiden Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Iran memilih berbicara lewat spanduk raksasa. Pada Senin (9/2/2026), sebuah baliho besar muncul di Palestine Square, pusat Kota Teheran. Spanduk itu menampilkan peta Israel yang dibidik sejumlah rudal.

Pesannya singkat, nadanya keras: “You start, we finish it!”
Tak lama kemudian, media Israel langsung menangkap maksudnya. Dengan kata lain, Iran ingin menegaskan bahwa kota-kota Israel akan menjadi target serangan rudal jika konflik terbuka benar-benar pecah.


Pesan Keras dari Tengah Kota

Spanduk itu jelas bukan sekadar pajangan. Justru, Iran memasangnya saat perhatian dunia tertuju ke Washington, tempat Netanyahu dijadwalkan bertemu Trump. Karena itu, momentum ini membuat pesan Teheran sulit diabaikan.

Bagi Israel, spanduk tersebut berfungsi sebagai peringatan terbuka. Sementara itu, bagi Amerika Serikat, pesan ini menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap Iran berpotensi memicu eskalasi, bukan kompromi.


Iran Peringatkan “Pengaruh Destruktif” Israel

Tak berhenti di situ, Iran kembali bersuara sehari kemudian. Pada Selasa (10/2/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, secara terbuka memperingatkan dampak “destruktif” menjelang kunjungan Netanyahu ke AS.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Menurut Baqaei, Iran hanya bernegosiasi dengan Washington, bukan dengan Tel Aviv. Selain itu, ia menuding Israel terus menyabotase setiap upaya diplomatik di kawasan.

“Rezim Zionis berulang kali menunjukkan penentangan terhadap proses diplomatik yang mengarah pada perdamaian,” tegas Baqaei, dikutip dari AFP.

Lebih lanjut, Baqaei menegaskan fokus Iran tetap satu: isu nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi. Pengalaman konflik Juni lalu, katanya, menjadi pelajaran pahit yang membuat Teheran kini jauh lebih waspada.


Israel Dorong Syarat Tambahan

Di sisi lain, kantor Netanyahu mengirim sinyal yang berlawanan. Israel menilai setiap negosiasi dengan Iran harus mencakup pembatasan rudal balistik. Tak hanya itu, Tel Aviv juga menuntut penghentian dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok sekutunya di kawasan.

Artinya, Israel ingin memperluas isi perundingan. Sebaliknya, Iran justru berusaha mempersempit fokusnya.

Di tengah tarik-menarik ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan AS Steve Witkoff sempat bertemu di Oman pada Jumat (6/2/2026). Keduanya sepakat melanjutkan negosiasi. Namun demikian, Araghchi mengakui tingkat ketidakpercayaan masih sangat tinggi.


Trump sendiri terus mendorong larangan total pengayaan uranium. Akan tetapi, Iran menolak tuntutan itu mentah-mentah. Teheran mengklaim hak atas program nuklir sipil sesuai Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. Akibatnya, diplomasi kini berjalan di atas tali tipis, sementara spanduk di Teheran sudah lebih dulu berbicara lantang.

Di Timur Tengah, pada akhirnya, kata-kata di dinding sering kali terdengar lebih nyaring daripada janji di meja perundingan. @esp

Tags: ASBenjamin NetanyahuDonald TrumpIsraelNuklirPerang IranpresidenRudalTargetTeheran

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

by teguh
Mei 2, 2026

Pagi itu, di sebuah ruang kelas sederhana pada masa awal kemerdekaan, seorang guru berdiri tanpa seragam resmi, tanpa tunjangan, bahkan...

Next Post
Konsep Otomatis

Tak Tunggu Restu Washington, Israel Siap Serang Iran

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id