Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Palestina: Trump Kecam Israel Rencana Aneksasi Tepi Barat

by sigit
Februari 11, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Washington memanas, Tel Aviv tetap ngotot. Gedung Putih secara terbuka menolak rencana Israel untuk memperluas kendali sekaligus menganeksasi wilayah Tepi Barat, Palestina. Penolakan ini muncul setelah pemerintah Israel merilis kebijakan baru yang membuka jalan bagi ekspansi permukiman Yahudi di wilayah pendudukan.

Langkah Israel itu langsung memicu reaksi dari Washington. Seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump menentang rencana aneksasi tersebut. Menurutnya, stabilitas Tepi Barat justru lebih menguntungkan bagi keamanan Israel dan sejalan dengan agenda perdamaian AS di Timur Tengah.

“Stabilitas Tepi Barat menjaga keamanan Israel dan mendukung tujuan perdamaian kawasan,” ujar pejabat itu, dikutip dari The Guardian.


Israel Tancap Gas, AS Tarik Rem

Namun demikian, sikap AS berbanding terbalik dengan manuver Israel di lapangan. Pada Minggu (8/2/2026), kabinet keamanan Israel menyetujui aturan yang mengizinkan warga Yahudi Israel membeli tanah di Tepi Barat secara langsung. Selain itu, Israel juga berencana memperluas kontrol atas wilayah yang selama ini berada di bawah Otoritas Palestina.

Tak hanya itu, pemerintah Israel akan mencabut aturan warisan yurisdiksi Yordania sebelum 1967. Akibatnya, data registrasi tanah kini terbuka untuk publik. Dengan aturan baru ini, warga Yahudi makin mudah membeli tanah, sementara warga Palestina semakin tersisih.

Ini Belum Selesai

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras


Tujuan Terang-terangan: Kubur Negara Palestina

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich berbicara tanpa basa-basi. Bersama Menteri Pertahanan Israel Katz, ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memperkuat keberadaan Israel di seluruh wilayah yang mereka klaim sebagai Tanah Israel.

Menurut Smotrich, langkah tersebut juga dimaksudkan untuk “mengubur ide negara Palestina”. Pernyataan ini sekaligus menegaskan arah politik Israel yang semakin menjauh dari solusi dua negara.

Di sisi lain, reformasi ini menyasar sektor sensitif. Israel mengambil alih kewenangan izin bangunan di Hebron dari Otoritas Palestina. Israel juga meningkatkan kontrol atas dua situs religius utama di selatan Tepi Barat, yakni Makam Rahel dekat Bethlehem dan Gua Makpela di Hebron.


Siapa Diuntungkan, Siapa Dikorbankan?

Keuntungan terbesar jatuh ke tangan sekitar 500.000 pemukim Israel di Tepi Barat. Mereka kini mendapat kepastian hukum, ruang ekspansi, dan perlindungan negara.

Sebaliknya, hampir tiga juta warga Palestina harus menanggung dampaknya. Ruang hidup mereka menyempit, baik secara politik, ekonomi, maupun teritorial. Kepresidenan Palestina di Ramallah menilai kebijakan ini sebagai langkah nyata untuk memperdalam aneksasi wilayah pendudukan.


Dunia Bereaksi Keras

Gelombang kecaman pun mengalir dari berbagai penjuru dunia. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam. Ia menilai langkah Israel bersifat destabilisasi dan merusak peluang solusi dua negara.

Guterres juga mengingatkan bahwa Mahkamah Internasional telah menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai tindakan ilegal. Inggris turut bersuara. London menegaskan bahwa perubahan sepihak atas susunan geografis dan demografis Palestina bertentangan dengan hukum internasional.

Selain itu, blok negara Arab dan mayoritas Muslim termasuk Arab Saudi, UEA, Yordania, Qatar, Indonesia, Pakistan, Mesir, dan Turkiye secara kompak mengutuk langkah Israel.


Di tengah tekanan global ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Donald Trump di AS pada Rabu (11/2/2026).

Kini pertanyaannya tak lagi rumit. Saat Gedung Putih saja sudah berkata “cukup”, akankah Israel berhenti atau justru semakin keras menancapkan kuku? @esp

Tags: Donald TrumpGazaGedung PutihIsraelPalestinapresiden

Kamu Melewatkan Ini

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

by teguh
Mei 2, 2026

Pagi itu, di sebuah ruang kelas sederhana pada masa awal kemerdekaan, seorang guru berdiri tanpa seragam resmi, tanpa tunjangan, bahkan...

Sertifikasi Guru Naik, Pendidikan Ikut Naik? Ini  Program Atau Ini Arah Sistem?

Sertifikasi Guru Naik, Pendidikan Ikut Naik? Ini Program Atau Ini Arah Sistem?

by teguh
Mei 3, 2026

Setiap 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional diperingati dengan optimisme. Pemerintah menyampaikan capaian, sekolah menggelar seremoni, dan publik diajak percaya bahwa...

Penjajah Selalu Menang Saat Elite Lokal Siap Dijual

Penjajah Selalu Menang Saat Elite Lokal Siap Dijual

by teguh
April 27, 2026

Aceh pernah membuat Belanda frustrasi. Meriam gagal, peluru mentok, kapal perang kelelahan. Namun kemudian penjajah memilih cara yang lebih licik...

Next Post
Konsep Otomatis

Iran Pasang Spanduk Ancaman Rudal ke Israel Jelang Netanyahu Temui Trump

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Judi Online Kini Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id