Juru parkir Masjid Sheikh Zayed Solo menolak sterilisasi parkir. Sebanyak 56 warga RW 13 Kecamatan Gilingan khawatir kehilangan penghasilan akibat kebijakan tersebut.
Tabooo.id: Surakarta – Juru parkir Masjid Sheikh Zayed Solo menolak rencana sterilisasi parkir di sisi timur masjid. Sebanyak 56 juru parkir warga RW 13 Gilingan khawatir kehilangan penghasilan jika kebijakan tersebut berlaku.
Warga menyampaikan penolakan melalui pemasangan sejumlah spanduk di Jalan Mentawai 1, Selasa (29/9/2026). Mereka meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta membatalkan rencana sterilisasi parkir di kawasan tersebut.
Ketua Paguyuban Parkir Zayed wilayah setempat, Lanyono, mengatakan kebijakan itu berdampak langsung terhadap kehidupan ekonomi warga.
“Hari ini ada sterilisasi parkir dari Dinas Perhubungan. Tuntutan warga, kami meminta sterilisasi itu dibatalkan,” kata Lanyono, Selasa (29/9/2026).
56 Juru Parkir Terancam Kehilangan Penghasilan
Lanyono menyebut seluruh juru parkir di kawasan tersebut merupakan warga setempat. Karena itu, sterilisasi parkir berpotensi memutus salah satu sumber penghasilan keluarga mereka.
“Di sini ada 56 juru parkir yang semuanya warga di sini. Kalau steril akan banyak penghasilan, selain itu rezeki kami mati,” ujarnya.
Menurut Lanyono, paguyuban parkir tersebut merupakan kelompok warga, bukan organisasi masyarakat (ormas). Ia juga mengklaim aktivitas parkir selama ini berlangsung tertib dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kami ini kan warga yang terdampak, dulu dari pihak Masjid Zayed kan juga menyatakan semua kembali ke masyarakat. Ini kan paguyuban warga, bukan ormas,” tegasnya.
Paguyuban Klaim Punya Kegiatan Sosial
Lanyono juga menjelaskan sejumlah kegiatan sosial yang berjalan melalui paguyuban parkir. Kegiatan tersebut mencakup kebersihan lingkungan, satgas bina mitra, aktivitas pedagang kaki lima (PKL), hingga program Jumat Berkah.
Selain itu, paguyuban memasang CCTV di 14 titik kawasan parkir. Mereka juga mengklaim memberikan bantuan pendidikan atau beasiswa bagi anak-anak warga setempat.
“Kalau soal dampak ke masyarakat, paguyuban kami memberikan banyak manfaat untuk warga mulai dari beasiswa untuk anak-anak warga di sini. Selama ini kami dapat izin, untuk parkir insidental dan area parkir di sini selalu tertib,” kata Lanyono.@eko





