Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

56 Juru Parkir Masjid Sheikh Zayed Solo Tolak Sterilisasi

by eko
September 30, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Juru parkir Masjid Sheikh Zayed Solo menolak sterilisasi parkir. Sebanyak 56 warga RW 13 Kecamatan Gilingan khawatir kehilangan penghasilan akibat kebijakan tersebut.

Tabooo.id: Surakarta – Juru parkir Masjid Sheikh Zayed Solo menolak rencana sterilisasi parkir di sisi timur masjid. Sebanyak 56 juru parkir warga RW 13 Gilingan khawatir kehilangan penghasilan jika kebijakan tersebut berlaku.

Warga menyampaikan penolakan melalui pemasangan sejumlah spanduk di Jalan Mentawai 1, Selasa (29/9/2026). Mereka meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta membatalkan rencana sterilisasi parkir di kawasan tersebut.

Ketua Paguyuban Parkir Zayed wilayah setempat, Lanyono, mengatakan kebijakan itu berdampak langsung terhadap kehidupan ekonomi warga.

“Hari ini ada sterilisasi parkir dari Dinas Perhubungan. Tuntutan warga, kami meminta sterilisasi itu dibatalkan,” kata Lanyono, Selasa (29/9/2026).

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

56 Juru Parkir Terancam Kehilangan Penghasilan

Lanyono menyebut seluruh juru parkir di kawasan tersebut merupakan warga setempat. Karena itu, sterilisasi parkir berpotensi memutus salah satu sumber penghasilan keluarga mereka.

“Di sini ada 56 juru parkir yang semuanya warga di sini. Kalau steril akan banyak penghasilan, selain itu rezeki kami mati,” ujarnya.

Menurut Lanyono, paguyuban parkir tersebut merupakan kelompok warga, bukan organisasi masyarakat (ormas). Ia juga mengklaim aktivitas parkir selama ini berlangsung tertib dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kami ini kan warga yang terdampak, dulu dari pihak Masjid Zayed kan juga menyatakan semua kembali ke masyarakat. Ini kan paguyuban warga, bukan ormas,” tegasnya.

Paguyuban Klaim Punya Kegiatan Sosial

Lanyono juga menjelaskan sejumlah kegiatan sosial yang berjalan melalui paguyuban parkir. Kegiatan tersebut mencakup kebersihan lingkungan, satgas bina mitra, aktivitas pedagang kaki lima (PKL), hingga program Jumat Berkah.

Selain itu, paguyuban memasang CCTV di 14 titik kawasan parkir. Mereka juga mengklaim memberikan bantuan pendidikan atau beasiswa bagi anak-anak warga setempat.

“Kalau soal dampak ke masyarakat, paguyuban kami memberikan banyak manfaat untuk warga mulai dari beasiswa untuk anak-anak warga di sini. Selama ini kami dapat izin, untuk parkir insidental dan area parkir di sini selalu tertib,” kata Lanyono.@eko

Tags: Gilingan SoloJuru Parkir SoloMasjid Sheikh Zayed SoloSterilisasi Parkir

Kamu Melewatkan Ini

No Content Available
Next Post
Gigabyte Masih Hidup, Masa Aktif Sudah Mati: Selamat Datang di Logika Kuota Internet

Gigabyte Masih Hidup, Masa Aktif Sudah Mati: Selamat Datang di Logika Kuota Internet

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id