Tabooo.id: News – Trump Klaim MBS “Menjilatnya”, Ucapan Kasar Ini Picu Sorotan di Tengah Konflik Timur Tengah
Ucapan kontroversial kembali datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam sebuah forum investasi di Miami, Trump secara terbuka mengatakan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, kini harus “bersikap baik” kepada Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut pemimpin de facto Saudi itu “menjilat pantatnya”.
Pernyataan tersebut muncul ketika Trump berbicara dalam forum tahunan dana kekayaan negara Saudi yang digelar di Miami pada Jumat, 27 Maret 2026. Forum itu berlangsung di tengah memanasnya konflik kawasan setelah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu serangkaian serangan balasan, termasuk yang menyasar fasilitas milik Saudi.
Trump Cerita Kedekatannya dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud
Dalam pidatonya, Trump lebih dulu mengenang hubungannya dengan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Ia menyebut raja berusia 90 tahun itu sebagai sosok yang sangat ia hormati.
Trump juga menceritakan momen ketika Raja Salman pernah meraih lengannya untuk membantu berdiri saat kunjungannya ke Riyadh beberapa tahun lalu. Menurut Trump, banyak orang mengatakan itu adalah satu-satunya momen sang raja pernah meraih seseorang secara langsung.
“Saya pikir dia menyukai saya. Dan dia memang menyukai saya,” kata Trump di hadapan para peserta forum.
Pernyataan Kasar Trump soal Mohammed bin Salman di Forum Miami
Nada pidato Trump berubah ketika ia mulai membicarakan Mohammed bin Salman. Trump mengklaim bahwa setahun lalu sang putra mahkota pernah menyebut Amerika sebagai “negara yang sudah mati”. Kini, menurut Trump, situasinya berubah drastis.
“Sekarang dia bilang Amerika adalah negara terpanas di dunia,” kata Trump. “Dia tidak menyangka ini akan terjadi. Dia tidak menyangka akan menjilat saya.”
Trump kemudian menambahkan bahwa MBS sebelumnya mengira ia hanya akan menjadi presiden Amerika lain yang gagal.
“Dia pikir saya hanya presiden Amerika lain yang kalah, negara ini sedang menurun. Tapi sekarang dia harus bersikap baik kepada saya,” ujarnya.
Trump juga menyebut MBS sebagai “pejuang” yang berdiri bersama Amerika dalam menghadapi Iran.
Laporan The New York Times dan Bantahan Pemerintah Arab Saudi
Di sisi lain, laporan dari The New York Times menyebut Mohammed bin Salman secara pribadi mendorong Washington untuk melanjutkan perang melawan Iran.
Sumber yang dikutip media tersebut mengatakan MBS melihat konflik ini sebagai “kesempatan bersejarah” untuk membentuk ulang keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Menurut laporan itu, putra mahkota Saudi meyakini perubahan rezim di Iran menjadi satu-satunya cara untuk mengakhiri ancaman dari Teheran.
Namun pemerintah Arab Saudi langsung membantah laporan tersebut. Riyadh menegaskan bahwa mereka tetap mendukung penyelesaian damai dan diplomasi untuk mengakhiri konflik di kawasan. @jeje



