Kamis, September 17, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

TPA Galuga Dilalap Api, Pemulung Diminta Tinggalkan Lokasi

by dimas
September 8, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
Kebakaran melanda TPA Galuga, Bogor. Api meluas ke gunungan sampah, pemulung diminta meninggalkan lokasi demi keselamatan.

Tabooo.id – Api mulai merambah gunungan sampah di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Di tengah kobaran itu, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi meminta petugas segera mengevakuasi pemulung. Ia juga meminta warga yang hanya menonton untuk meninggalkan kawasan.

Sebab, keselamatan manusia kini berpacu dengan api.

Pemulung Jadi Prioritas Evakuasi

Ade meminta petugas menyisir kawasan TPA Galuga. Langkah itu perlu untuk memastikan tidak ada pemulung yang masih bertahan di lokasi.

Saat briefing dengan tim pemadam gabungan, Selasa (8/9/2026), Ade menemukan fakta yang cukup mengkhawatirkan.

Ini Belum Selesai

Sound Horeg Diatur Negara, Setelah Tiga Orang Meninggal

Sopir Disandera, Mobil Dibakar: Tragedi Aris Sanda di Wamena

Beberapa pemulung masih berada di dalam tenda.

“Yang harus diutamakan oleh kami juga, setelah keselamatan masyarakat, keselamatan warga, karena banyak juga pemulung, itu harus disisir,” kata Ade.

Ia meminta petugas mensterilkan area tersebut. Semua pemulung harus keluar dari kawasan yang berpotensi membahayakan.

Situasi ini memperlihatkan persoalan lain di balik kebakaran.

Bagi petugas, lokasi itu menjadi medan operasi. Bagi pemulung, tempat yang sama merupakan ruang mencari penghasilan.

Ketika api datang, ruang mencari nafkah itu berubah menjadi zona bahaya.

Penonton Malah Bikin Damkar Kesulitan

Masalah tidak berhenti pada kobaran api.

Kerumunan warga juga mengganggu proses pemadaman.

Ade menyebut banyak warga datang untuk melihat kebakaran. Sebagian bahkan memarkir sepeda motor di sekitar akses menuju lokasi.

Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam kebakaran kesulitan masuk.

“Tadi banyak warga itu yang menonton sehingga ada beberapa akses untuk petugas Damkar untuk masuk ke lokasi itu kesulitan,” ujar Ade.

Ironisnya, ketika petugas membutuhkan ruang untuk bergerak, sebagian orang justru memenuhi akses tersebut.

Bencana akhirnya punya dua masalah sekaligus.

Petugas harus melawan api. Mereka juga harus membuka jalan dari kerumunan.

Karena itu, Ade meminta petugas dan pihak terkait mensterilkan kawasan sekitar TPA.

Warga yang tidak memiliki kepentingan di lokasi sebaiknya menjauh.

Bukan cuma demi keselamatan mereka.

Langkah itu juga penting agar petugas bisa bekerja tanpa hambatan.

Malam Membuat Risiko Makin Besar

Tim gabungan menghadapi tantangan lain saat melakukan pemadaman.

Kebakaran berlangsung pada malam hari. Penerangan di sekitar lokasi juga terbatas.

Selain itu, medan menuju sejumlah titik cukup sulit.

Ade mengingatkan petugas agar berhati-hati ketika membawa selang. Ia menyebut terdapat jurang dan kondisi medan lain yang bisa membahayakan.

“Harus hati-hati agar masyarakat juga bisa diselamatkan dan para petugas juga yang bekerja juga semuanya bisa selamat,” katanya.

Artinya, petugas tidak hanya menghadapi api.

Mereka juga menghadapi medan gelap dan akses yang sulit.

Tim Damkar, BPBD, TNI-Polri, serta unsur lainnya masih berupaya mengendalikan kebakaran.

Petugas juga mengerahkan alat berat berupa ekskavator. Mereka menggunakan alat tersebut untuk membantu melokalisasi api agar tidak meluas.

Namun, kobaran api masih terlihat di area TPA Galuga.

Ini Bukan Sekadar Kebakaran

Kalau dilihat sekilas, Galuga hanya menghadapi satu masalah: kebakaran.

Namun, situasinya jauh lebih rumit.

Gunungan sampah terbakar, pemulung masih mencari penghasilan, petugas berjibaku memadamkan api, sementara kerumunan warga mengganggu akses pemadaman.

Semua persoalan itu bertemu di satu lokasi.

Ini bukan sekadar kebakaran. Ini gambaran kecil tentang betapa rumitnya hubungan manusia dengan sampah.

Sampah yang dianggap tidak berguna oleh sebagian orang masih memiliki nilai ekonomi bagi pemulung.

Mereka memilah dan mengumpulkan benda yang masih bisa menghasilkan uang.

Namun, api mengubah ruang kerja tersebut menjadi ancaman.

Di titik inilah kebakaran Galuga menjadi lebih dari sekadar peristiwa pemadaman.

Ia memperlihatkan sisi manusia yang sering hilang dari berita kebakaran.

Dampaknya Buat Kamu

Kebakaran TPA bukan cuma urusan petugas atau warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Ketika api membesar, kebutuhan untuk menjaga akses pemadaman ikut meningkat.

Karena itu, warga yang datang melihat juga perlu memahami situasi.

Memarkir kendaraan sembarangan bisa menghambat petugas.

Berkerumun terlalu dekat juga dapat meningkatkan risiko keselamatan.

Jadi, kalau ingin membantu, caranya sederhana.

Jangan ikut memenuhi lokasi. Beri petugas ruang untuk bekerja.

Kadang kontribusi paling berguna saat bencana bukan datang membawa kamera.

Cukup jangan menghalangi jalan.

Sampahnya Dibakar, Masalahnya Jangan Ikut Hangus

Kebakaran Galuga kembali menunjukkan satu persoalan yang lebih besar.

Sampah tidak selesai ketika kita membuangnya dari rumah.

Sampah hanya berpindah tempat.

Di tempat akhir, persoalan itu menumpuk bersama berbagai risiko.

Ketika api muncul, semua orang baru melihat bahayanya.

Pemulung harus keluar.

Petugas harus bekerja lebih keras.

Akses harus disterilkan.

Warga harus menjauh.

Dan gunungan sampah kembali menjadi pusat masalah.

Karena itu, Galuga bukan hanya cerita tentang api yang harus padam malam ini.

Ada pertanyaan yang lebih besar di belakangnya.

Berapa kali gunungan sampah harus terbakar sebelum kita sadar bahwa persoalannya bukan cuma sampah, tetapi cara kita memperlakukannya? @dimas

Tags: Evakuasi PemulungKebakaran BogorKebakaran TPAPemulungTPA Galuga

Kamu Melewatkan Ini

Tanggap Darurat TPA Putri Cempo Berakhir, Gas Metana Masih Mengintai

Tanggap Darurat TPA Putri Cempo Berakhir, Gas Metana Masih Mengintai

by eko
September 17, 2026

TPA Putri Cempo masuk masa transisi. Asap padam, tetapi gas metana dan bara di dalam gunungan sampah masih mengancam. Tabooo.id:...

Pendapatan Pemulung Anjlok, DLH Solo Petakan Peluang Alih Profesi

TPA Putri Cempo Terbakar, 90 Persen Sampah Mojosongo Menumpuk

by dimas
September 9, 2026

TPA Putri Cempo terbakar, membuat 90 persen sampah warga Mojosongo belum terangkut. Warga sudah bayar, tetapi pembuangan masih terbatas. Tabooo.id...

TPA Putri Cempo Solo Terbakar, Gunungan Sampah Diselimuti Kobaran Api

Gubernur Jateng Desak Percepatan Pemadaman TPA Putri Cempo

by dimas
September 5, 2026

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendesak percepatan pemadaman TPA Putri Cempo dan meminta penanganan menyeluruh agar kebakaran tidak kembali mengancam warga....

Next Post
Vape Digugat ke MK, Pelarangan Total Jadi Pertaruhan

Vape Digugat ke MK, Pelarangan Total Jadi Pertaruhan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id