Tabooo.id: Health – Saat kamu menata kamar, biasanya kamu fokus ke kasur empuk atau dekorasi estetik. Tapi, ada satu detail kecil yang sering kamu lewatkan tinggi ranjang.
Padahal, detail ini langsung memengaruhi cara tubuhmu beristirahat. Jadi, bukan cuma soal gaya ini soal kesehatan.
Bukan Sekadar Tinggi, Tapi Soal Dukungan Tubuh
Menurut RealSimple, pemilik Nest Bedding, Christian dan Brooke Alexander, setiap orang punya kebutuhan tinggi ranjang yang berbeda.
“Anak-anak lebih pendek sehingga tempat tidur yang lebih rendah lebih mudah dan aman untuk naik-turun ranjang,” ujar Alexander bersaudara.
Sementara itu, orang dewasa butuh dukungan lebih kuat. Karena itu, mereka menyarankan ukuran yang lebih spesifik.
“Untuk kebanyakan orang dewasa, kasur dengan ketebalan 30–35 cm pilihan paling baik. Dipadukan dengan rangka tempat tidur setinggi 12 hingga 20 cm. Maka total tinggi tempat tidur ideal berada di kisaran 43 hingga 55 cm,” jelas mereka.
Dengan kata lain, tinggi ranjang harus menjaga keseimbangan antara kenyamanan, dukungan, dan mobilitas.
Masalahnya, Salah Ukur Bisa Ganggu Tidurmu
Sekilas terlihat sepele. Namun, tinggi ranjang yang tidak tepat bisa langsung mengganggu kualitas tidurmu.
Misalnya, saat kamu memilih kasur terlalu tipis, tubuhmu tidak mendapat dukungan maksimal. Akibatnya, kamu akan merasakan pegal saat bangun.
“Ketika kasur yang digunakan sangat tipis, dampak yang terasa adalah badan pegal, terutama bagi orang dengan berat badan lebih atau yang tidur menyamping,” jelas mereka.
Selain itu, Healthline juga menegaskan bahwa kasur berkualitas buruk dapat memicu nyeri punggung bawah. Dampaknya, kamu jadi lebih sering terbangun di malam hari. Lalu, siklus tidurmu pun ikut terganggu.
Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah? Dua-duanya Bermasalah
Di satu sisi, ranjang yang terlalu rendah membuat tubuh terasa “tenggelam”. Karena itu, kamu akan kesulitan saat bangun.
Di sisi lain, ranjang yang terlalu tinggi justru memberi tekanan tambahan pada sendi. Akibatnya, posisi duduk jadi tidak nyaman.
Terutama bagi orang bertubuh lebih pendek atau lansia, kondisi ini bisa terasa lebih menyiksa. Jadi, kamu tidak bisa asal memilih tinggi ranjang.
Cara Paling Simpel Menentukan Tinggi Ideal
Untungnya, kamu bisa menentukan tinggi ranjang tanpa alat khusus.
Pertama, duduklah di kursi dengan posisi lutut 90 derajat. Setelah itu, ukur jarak dari lantai ke bagian bawah paha. Nah, ukuran itu bisa jadi patokan tinggi ranjangmu.
Namun, kamu juga perlu menyesuaikan dengan jenis kasur.
“Kalau kasurnya lebih empuk, kamu bisa memilih sedikit lebih tinggi karena tubuh akan tenggelam. Jika lebih keras, sebaiknya ukurannya mendekati ukuran dudukmu,” jelas mereka. Selain itu, ada indikator yang lebih praktis.
“Kaki harus bisa menapak rata di lantai saat duduk di tepi tempat tidur tanpa harus menggeser atau kesulitan berdiri.”
Kalau sudah begitu, berarti ranjangmu sudah “klop” dengan tubuhmu.
Jadi, Masih Mau Anggap Sepele?
Kamu mungkin berpikir tidur itu sederhana capek, rebahan, selesai.
Tapi, kenyataannya tidak sesederhana itu. Tubuhmu bekerja setiap malam untuk memulihkan diri. Karena itu, posisi tidur termasuk tinggi ranjang punya peran besar.
Jadi sekarang, coba tanya ke diri sendiri Apakah ranjangmu benar-benar mendukung tubuhmu untuk istirahat?
Atau jangan-jangan, selama ini kamu tidur di tempat yang justru bikin tubuhmu diam-diam “melawan”?. @teguh







