Siswa Sekolah Rakyat 1 Pati mengalami trauma usai diduga dikeroyok 14 temannya. Korban mengalami cedera gigi dan takut kembali ke sekolah.
Tabooo.id – Dugaan pengeroyokan menimpa seorang siswa kelas X Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Pati, Jawa Tengah. Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami cedera gigi, nyeri tubuh, dan trauma. Kini, korban mengaku takut kembali ke sekolah.
Ibu korban, Dewi, mengetahui kejadian itu pada Kamis. Menurut keterangannya, dugaan pengeroyokan terjadi pada Selasa. Keluarga menduga sekitar 14 teman sekolah terlibat dalam peristiwa tersebut.
Dewi menduga persoalan bermula dari tuduhan pencurian sabun cuci muka. Namun, pihak redaksi belum memverifikasi secara independen dugaan pemicu maupun jumlah siswa yang terlibat.
Cedera Gigi dan Keluhan Fisik
Dewi mengatakan satu gigi depan anaknya terlepas, sedangkan gigi lainnya patah. Dokter kemudian memasang kawat untuk menstabilkan kondisi gigi korban.
Selain cedera gigi, korban mengeluhkan nyeri pada bahu, memar, benjolan di kepala, dan sesak napas. Dewi membawa anaknya ke RS Keluarga Sehat untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.
Dewi juga mengaku membayar biaya pengobatan anaknya di rumah sakit tersebut.
Menurut Dewi, seorang guru diduga meminta anaknya mengaku terjatuh, bukan mengalami pengeroyokan. Ia menduga arahan tersebut berkaitan dengan penggunaan BPJS untuk menanggung biaya perawatan.
Redaksi belum memperoleh konfirmasi langsung dari pihak sekolah mengenai dugaan arahan guru tersebut. Karena itu, tuduhan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Korban Takut Kembali ke Sekolah
Dampak kejadian itu tidak hanya menyangkut kondisi fisik. Dewi mengatakan anaknya kini takut berada di tengah keramaian dan menolak kembali ke sekolah.
Dewi juga menilai pihak sekolah belum memberikan penjelasan menyeluruh mengenai peristiwa tersebut. Menurut dia, pihak yang terlibat belum menyampaikan permintaan maaf secara tuntas.
Dewi dan pihak sekolah menjalani mediasi pada Senin (5/10/2026). Namun, pertemuan itu belum menghasilkan kesepakatan yang menyelesaikan persoalan.
Keluarga kini membutuhkan kejelasan mengenai dugaan pengeroyokan, pihak-pihak yang terlibat, serta langkah sekolah untuk melindungi korban. Pemulihan kondisi fisik dan psikologis anak juga menjadi perhatian penting.
Sekolah Menyelidiki Dugaan Pengeroyokan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SRT 1 Pati, Fachrudin Dwi Saputro, mengatakan pihak sekolah sedang menyelidiki kasus tersebut. Sekolah memeriksa keterangan guru dan pengasuh asrama untuk menelusuri kejadian.
Fachrudin meminta pihak yang membutuhkan informasi lebih lanjut datang ke sekolah pada jam kerja. Namun, ia belum memberikan jawaban langsung mengenai dugaan arahan guru agar korban mengaku terjatuh.
Redaksi masih memerlukan penjelasan lebih lengkap dari pihak sekolah, termasuk hasil pemeriksaan internal dan langkah perlindungan bagi korban. Klarifikasi tersebut penting agar pemberitaan tetap berimbang dan publik memperoleh gambaran yang utuh.
Sekolah Harus Menjamin Keamanan Siswa
Dugaan pengeroyokan di lingkungan pendidikan menuntut penanganan yang serius. Sekolah perlu memastikan setiap siswa memperoleh perlindungan, baik saat mengikuti kegiatan belajar maupun tinggal di asrama.
Pihak sekolah juga perlu menelusuri keterangan korban, keluarga, siswa lain, guru, dan pengasuh asrama. Pemeriksaan yang transparan dapat membantu mengungkap kejadian sekaligus mencegah munculnya kesimpulan prematur.
Dalam kasus ini, keluarga membutuhkan kepastian mengenai tanggung jawab pihak terkait dan pemulihan korban. Sekolah harus menempatkan keselamatan serta kondisi psikologis anak sebagai prioritas.
Penanganan yang terbuka dan berpihak pada keselamatan siswa akan menentukan kepercayaan keluarga terhadap sekolah. Lingkungan pendidikan semestinya menjadi ruang aman bagi anak, bukan tempat yang membuat mereka takut untuk kembali. @dimas








