Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Selesai Mengorbit Bulan, Artemis II Bersiap Pulang ke Bumi

by Anisa
April 8, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Usai menuntaskan misi bersejarah mengelilingi bulan, empat astronot misi Artemis II milik NASA Jeremy Hansen, Christina Koch, Reid Wiseman, dan Victor Glover kini memulai perjalanan pulang ke Bumi dari kapsul Orion, Rabu waktu setempat. Misi ini berlangsung di orbit bulan dengan berbagai tantangan, mulai dari gerhana matahari hingga 40 menit tanpa komunikasi. Lalu, bagaimana pengalaman ekstrem ini mengubah cara manusia melihat luar angkasa dan masa depan eksplorasi?


Mengamati Bulan dari Dekat: “Ini Seperti Mimpi”

Selama berada di dalam kapsul Orion, empat astronot Jeremy Hansen, Christina Koch, Reid Wiseman, dan Victor Glover mengamati permukaan bulan secara detail. Mereka menyaksikan kilatan cahaya akibat hantaman meteorit hingga fenomena gerhana matahari saat bulan melintas di depan matahari.

“Ini terasa seperti mimpi,” kata Glover. Ia mengaku sulit menggambarkan pengalaman tersebut dengan kata-kata.

Sementara itu, Wiseman bahkan meminta pusat kendali untuk memberikan “20 kata superlatif baru” demi menjelaskan apa yang mereka lihat.

Antusiasme tak hanya terasa di luar angkasa. Di pusat kontrol di Bumi, ilmuwan utama misi, Kelsey Young, menyebut pencapaian ini sebagai lompatan besar bagi ilmu pengetahuan.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

“Tidak bisa saya jelaskan betapa banyaknya temuan ilmiah yang telah kami peroleh,” ujarnya.


40 Menit Tanpa Kontak: Sunyi yang Menegangkan

Salah satu momen paling menegangkan terjadi saat kapsul Orion berada di sisi jauh bulan. Selama 40 menit, komunikasi dengan Bumi benar-benar terputus.

Ini bukan kesalahan teknis, melainkan kondisi yang sudah diprediksi. Sinyal radio memang tidak bisa menjangkau sisi tersebut.

“Saya berdoa singkat, kemudian lanjut bertugas,” ujar Glover.

Ketika koneksi kembali terjalin, kelegaan langsung terasa. Koch menyampaikan kalimat yang cukup emosional, “Kami akan selalu memilih Bumi, kami akan selalu memilih satu sama lain.”

Di titik ini, misi luar angkasa terasa sangat manusiawi. Bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang rasa takut, harapan, dan solidaritas.


Pecahkan Rekor dan Momen Haru di Bulan

Beberapa jam sebelum momen tanpa sinyal, Artemis II mencetak sejarah baru. Mereka mencapai jarak 406.778 kilometer dari Bumi, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang misi Apollo 13.

Namun bukan hanya angka yang jadi sorotan. Ada momen emosional saat kru menamai sebuah kawah di bulan dengan nama Carroll Taylor Wiseman, mendiang istri komandan misi.

“Itu adalah titik terang di bulan… dan kami menamainya Carroll,” kata Hansen dengan suara bergetar.

Suasana hening menyelimuti kapsul Orion dan pusat kontrol di Houston. Wiseman terlihat meneteskan air mata, diikuti rekan-rekannya.

Di tengah misi berteknologi tinggi, kehilangan personal tetap punya tempat.


Perjalanan Pulang dan Ambisi Masa Depan

Kini, kapsul Orion tengah dalam perjalanan kembali ke Bumi melalui lintasan gravitasi berbentuk angka delapan. Tanpa dorongan tambahan, mereka mengandalkan gaya tarik bulan untuk pulang.

Misi ini menjadi tonggak penting. Artemis II adalah misi berawak pertama ke bulan sejak era Apollo berakhir pada 1972.

NASA menargetkan pendaratan manusia di bulan pada 2028. Sementara itu, persaingan global juga mulai terasa, dengan China menargetkan misi serupa pada 2030.


Lebih dari Sekadar Misi, Ini Soal Masa Depan

Artemis II bukan hanya tentang menjelajah bulan. Ini tentang membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk hidup lebih dekat dengan luar angkasa.

Pertanyaannya sekarang, apakah manusia siap kembali tinggal dan bekerja di luar Bumi?

Atau, ini hanya awal dari ambisi yang jauh lebih besar? @esp


Tags: Eksplorasinasa

Kamu Melewatkan Ini

Pintar Itu Banyak. Etis? Kok Jadi Minoritas?

Pintar Itu Banyak. Etis? Kok Jadi Minoritas?

by teguh
Mei 4, 2026

Di dunia digital yang penuh kebocoran data, ransomware, dan hacker kriminal, kabar ini terasa agak “nggak biasa”.Sementara itu, seorang siswa...

Ditemukan NASA, Diapresiasi Negara: Kenapa Selalu Urutannya Begini?

Ditemukan NASA, Diapresiasi Negara: Kenapa Selalu Urutannya Begini?

by teguh
Mei 4, 2026

Di sebuah sekolah di Subang, seorang anak 14 tahun menerima hadiah tablet dari negara. Momen itu terasa sederhana hampir simbolik....

Bocah 14 Tahun, NASA, dan Negara yang Selalu Datang Terlambat

Bocah 14 Tahun, NASA, dan Negara yang Selalu Datang Terlambat

by teguh
Mei 4, 2026

Halaman sekolah di Subang tampak tenang seragam rapi, suara siswa, dan rutinitas yang terasa familiar. Namun siang itu, satu fakta...

Next Post
Damai Sementara atau Drama Baru? Iran Ajukan 10 Syarat ke AS-Israel

Damai Sementara atau Drama Baru? Iran Ajukan 10 Syarat ke AS-Israel

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id