Senin, April 13, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Selat Hormuz di Bawah Kendali Iran atau Ilusi Dominasi AS yang Mulai Retak?

April 13, 2026
in Global, News
A A
Selat Hormuz di Bawah Kendali Iran atau Ilusi Dominasi AS yang Mulai Retak?

Ilustrasi ketegangan di Selat Hormuz, saat Iran dan Amerika Serikat berebut kendali atas jalur minyak dunia yang kini berada di bawah bayang-bayang blokade dan eskalasi militer. (Foto ilustrasi Tabooo.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Dunia kembali tegang hanya karena satu titik kecil di peta Selat Hormuz. Jalur laut yang menjadi nadi minyak global ini berubah menjadi panggung adu klaim antara Iran dan Amerika Serikat.

Di satu sisi, Iran menegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz. Di sisi lain, Donald Trump mendorong blokade militer yang semakin memperkeruh situasi. Pertanyaannya, ini benar-benar soal keamanan, atau justru perebutan kendali atas sistem energi dunia?

Klaim kendali yang memanas

Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim menguasai seluruh lalu lintas di Selat Hormuz. Mereka juga memantau setiap pergerakan kapal melalui unit militernya di wilayah strategis tersebut.

IRGC menyampaikan pernyataan itu melalui platform X pada Minggu (12/4/2026), seperti dikutip AFP. Dalam unggahan tersebut, IRGC juga melontarkan peringatan keras kepada pihak lawan.

“Musuh akan terjebak dalam pusaran mematikan di selat jika membuat langkah yang salah,” tulis IRGC.

BacaJuga

Bayi 1,5 Tahun Dibawa Naik Gunung: FOMO atau Salah Baca Risiko?

AS Blokade Selat Hormuz: Tekanan atau Awal Krisis Energi Global?

Aturan tetap terbuka di tengah ketegangan

Di tengah eskalasi yang meningkat, Iran tetap membuka jalur pelayaran bagi kapal sipil. Otoritas Iran mengizinkan kapal yang mematuhi aturan untuk melintas tanpa hambatan.

Namun, Iran menindak kapal militer yang melanggar ketentuan keamanan di kawasan tersebut. Teheran menegaskan langkah itu sebagai bagian dari pengawasan wilayah strategis, bukan penutupan jalur.

Situasi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk memperkuat tekanan di kawasan tersebut melalui kebijakan blokade terbatas.

Washington menyebut kebijakan itu bertujuan menahan Iran agar tidak menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tekanan ekonomi dan militer. Trump menegaskan sikap kerasnya dengan pernyataan, “Ini akan berlaku untuk semua atau tidak sama sekali.”

Titik panas perebutan kendali global

Ketegangan ini tidak berhenti pada manuver militer. Selat Hormuz kini berubah menjadi arena perebutan kendali atas salah satu jalur energi paling vital di dunia.

Selat ini memegang peran penting dalam distribusi minyak global. Setiap gangguan di kawasan ini langsung mengguncang pasar energi internasional dan memicu ketidakpastian global.

Saat Iran menegaskan kontrol dan Amerika Serikat mendorong blokade, dunia tidak hanya menyaksikan kekuatan militer di laut. Dunia juga melihat pertarungan narasi tentang siapa yang berhak mengatur aliran energi global.

Efek domino hingga ke kehidupan sehari-hari

Dampak konflik ini tidak berhenti di Timur Tengah. Masyarakat di berbagai negara ikut merasakan efeknya secara tidak langsung.

Harga energi berpotensi naik tanpa peringatan. Biaya transportasi global ikut meningkat, dan pada akhirnya harga kebutuhan sehari-hari ikut terdorong naik.

Banyak orang menganggap konflik seperti ini jauh dari kehidupan mereka. Namun kenyataannya, dampaknya masuk ke pengeluaran harian tanpa disadari.

Perebutan sistem, bukan sekadar konflik

Menariknya, konflik ini tidak hanya berkaitan dengan kekuatan militer. Persaingan ini juga menyentuh sistem energi global yang sudah lama menjadi alat pengaruh politik internasional.

Selat Hormuz kembali menjadi titik panas setiap kali ketegangan meningkat karena kawasan ini mempertemukan kepentingan besar secara langsung.

Sejumlah pengamat hubungan internasional menilai eskalasi seperti ini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh pihak yang paling cepat membentuk persepsi global.

Di era informasi saat ini, persepsi bergerak lebih cepat dan sering kali lebih berpengaruh daripada senjata.

Realitas yang tidak disadari

Jika satu selat saja mampu mengguncang stabilitas dunia, maka pertanyaan dasarnya menjadi semakin tajam: apakah dunia ini benar-benar berjalan di bawah hukum internasional, atau justru dikendalikan oleh pihak yang paling kuat menguasai jalur energi strategis? @dimas

Tags: Amerika SerikatBlokadeDonald TrumpDuniaEkonomiEnergiGarda Revolusi IranGeopolitikGlobalInternasionalIranIRGCkapal perangKeteganganKonflikKrisislautMiliterminyak duniaNarasiSelat HormuzTimur Tengah

REKOMENDASI TABOOO

Orang Hilang Diserahkan ke Polisi, Tapi Malah Dilepas: Ini Sistem atau Kebiasaan?

Orang Hilang Diserahkan ke Polisi, Tapi Malah Dilepas: Ini Sistem atau Kebiasaan?

by dimas
April 13, 2026

Tabooo.id: Deep - Bayangkan orang tuamu hilang.Sudah ditemukan, sudah diserahkan ke pihak berwenang tetapi tetap hilang lagi. Ini bukan cerita...

Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam

AS Blokade Selat Hormuz: Tekanan atau Awal Krisis Energi Global?

by dimas
April 13, 2026

Tabooo.id: Global - Ketika jalur energi dunia mulai ditekan, dampaknya tidak pernah sederhana.Blokade bukan sekadar langkah militer, melainkan sinyal tekanan...

GRIB Jaya vs Negara: Fakta atau Perebutan Narasi di Balik Tanah Abang?

GRIB Jaya vs Negara: Fakta atau Perebutan Narasi di Balik Tanah Abang?

by dimas
April 13, 2026

Tabooo.id: Deep - Sengketa lahan di Tanah Abang tidak hanya soal batas tanah. Lebih dari itu, konflik ini menyentuh soal...

Next Post
BMW F30 di 2026: Smart Choice atau Sekadar Gengsi?

BMW F30 di 2026: Smart Choice atau Sekadar Gengsi?

Recommended

Kenapa Damai di Timur Tengah Selalu Rapuh?

Kenapa Damai di Timur Tengah Selalu Rapuh?

April 9, 2026
Harley Bukan Satu-Satunya Raja: Rivalnya Sudah Ada Sejak 1901

Harley Bukan Satu-Satunya Raja: Rivalnya Sudah Ada Sejak 1901

April 11, 2026

Popular

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya”: Hiburan atau Luka yang Selama Ini Kita Diamkan?

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya”: Hiburan atau Luka yang Selama Ini Kita Diamkan?

April 13, 2026

Ganti Presiden? Prabowo: Silakan, Tapi Lewat Sistem

April 13, 2026

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

April 13, 2026

Orang Hilang Diserahkan ke Polisi, Tapi Malah Dilepas: Ini Sistem atau Kebiasaan?

April 13, 2026

Bayi 1,5 Tahun Dibawa Naik Gunung: FOMO atau Salah Baca Risiko?

April 13, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.