Senin, Maret 30, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo Today
  • Tabooo
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Entertainment Tabooo Book Club

Sapiens: Kita Menguasai Dunia, Tapi Apa Kita Paham Diri Sendiri?

Maret 30, 2026
in Entertainment, Tabooo Book Club
A A
Sapiens: Kita Menguasai Dunia, Tapi Apa Kita Paham Diri Sendiri?

Sapiens: Kita pikir menguasai dunia, padahal cuma ... (Ilustrasi: Tabooo)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Tabooo Book Club – Kita bangga jadi manusia modern. Punya teknologi, uang, negara, bahkan mimpi besar soal masa depan. Tapi… pernah kepikiran nggak? Semua yang kita percaya, uang, agama, bahkan negara, itu sebenarnya cuma… cerita? Kalau iya, berarti hidup kita dibangun di atas sesuatu yang nggak benar-benar nyata. Dan di sinilah Sapiens mulai terasa “nggak nyaman”.

Sinopsis

Sapiens karya Yuval Noah Harari bukan sekadar buku sejarah. Ini semacam “autopsi” terhadap manusia.

Buku ini membedah perjalanan Homo sapiens dari makhluk biasa di savana Afrika menjadi spesies paling dominan di bumi.

Harari membagi perjalanan manusia dalam beberapa fase besar:

RelatedPosts

Supermie Aja Punya Identitas, Masa Spider-man Gak Punya?

Game Lokal ini Ajak Kamu Ngobrak-ngabrik Luka Lewat Tarot

  • Revolusi Kognitif → saat manusia mulai percaya pada “hal imajiner”
  • Revolusi Agrikultur → ketika kita mulai bertani dan… justru terjebak sistem
  • Revolusi Ilmiah → saat manusia mulai “bermain jadi Tuhan”

Tapi twist-nya, setiap kemajuan itu bukan selalu kemenangan. Kadang… justru bentuk baru dari penjara.

Sapiens: Kita Menguasai Dunia, Tapi Apa Kita Paham Diri Sendiri?
Sapiens – Yuval Noah Harari (Istimewa)

Kita Hidup dari Kebohongan yang Disepakati

Ini bagian paling “Tabooo”. Harari bilang, “Yang bikin manusia bisa menguasai dunia bukan otot. Bukan otak. Tapi kemampuan untuk percaya pada hal yang tidak nyata.”

Contoh?

  • Uang → cuma kertas
  • Negara → garis imajiner
  • Agama → sistem kepercayaan
  • Hak asasi manusia → konsep

Semua itu nggak ada secara fisik. Tapi kita percaya, dan karena kita percaya bersama, semuanya jadi “nyata”.

Pertanyaannya, Kalau semuanya cuma cerita… siapa yang menulis ceritanya? Dan kenapa kita ikut tanpa bertanya?

Ini bukan cuma soal sejarah, melainkan juga tentang kehidupan kamu sekarang. Kamu kerja keras… untuk uang, lalu uang itu kamu pakai untuk bertahan hidup, padahal uang sendiri adalah sistem yang kita ciptakan. Ironis, kan?

Kita Cuma Bagian dari Sebuah Sistem

Salah satu gagasan paling brutal dari buku ini adalah Revolusi Agrikultur bukan membuat manusia bahagia, namun justru membuat hidup lebih sulit.

Dulu manusia berburu, hidup bebas. Sekarang? Kita kerja 9 to 5, stres, burnout.

Harari bahkan menyebut, “Gandum tidak didomestikasi manusia. Manusia yang didomestikasi gandum.”

Artinya? Kita pikir kita menguasai dunia. Padahal… kita cuma bagian dari sistem yang lebih besar.

Relevansinya Buat Kamu

Ini bukan sekadar teori sejarah. Ini tentang hidup kamu sekarang:

  • Kenapa kamu merasa harus “sukses”?
  • Kenapa kamu takut gagal?
  • Kenapa kamu terus mengejar sesuatu yang bahkan kamu nggak tahu asalnya?

Jawabannya mungkin sederhana, karena kamu hidup di dalam narasi yang sudah ditentukan. Dan yang lebih gila lagi, kamu mungkin nggak pernah benar-benar memilihnya.

Mind-Blowing + Tabooo Banget

Sapiens bukan bacaan santai, buku ini bisa bikin kamu overthinking, mempertanyakan hidup, bahkan… kehilangan ilusi tentang dunia Tapi justru itu poinnya.

Buku karya Yuval Noah Harari ini cocok untuk kamu yang lagi mencari makna hidup atau kamu yang mulai skeptis sama sistem, dan yang pengen “melek realita”. Sebaiknya, buat kamu yang ingin hidup nyaman tanpa banyak pertanyaan, jangan baca buku ini.

Kita Hidup di Dalam cerita

Setelah baca Sapiens, satu hal jadi jelas, bahwa kita bukan cuma hidup di dunia nyata. Kita hidup di dalam cerita yang kita percaya bersama. Dan mungkin yang paling berbahaya bukan kebohongan itu sendiri. Tapi saat kita tidak sadar bahwa kita sedang mempercayainya.

Jadi sekarang pertanyaannya, kamu benar-benar hidup… atau cuma menjalani cerita yang ditulis orang lain? @tabooo

Tags: analisis bukubudaya dan peradabanbuku sapiens reviewevolusi manusiafilosofi manusiagen z readingilusi sosialkritik peradabanliterasi kritismakna hidupmanusia modernrekomendasi bukurevolusi agrikulturrevolusi kognitifsapiensSejarah ManusiaTabooo Book ClubTabooo Vibesuang dan sistemyuval noah harari

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Ketika Surga Wisata Menjadi Tempat Kriminalitas

    Ketika Surga Wisata Menjadi Tempat Kriminalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usai Tusuk WNA di Bali, 2 Pelaku Ini Jadi Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyaliban: Fakta Medis yang Jarang Dibahas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perang Memanas, Energi Menipis, Rakyat yang Menangis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa Indonesia “Resmi” di Vatikan? Cek Faktanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.