Tabooo.id: Nasional – Pemprov DKI putar arah lalu lintas di Lapangan Banteng. Festival jalan, mobilitas harus tetap aman Setiap festival besar selalu membawa euforia tapi juga potensi macet.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta langsung mengatur arus kendaraan saat Lebaran Betawi 2026 berlangsung pada 10–12 April.
Lapangan Banteng Jadi Magnet, Arus Kendaraan Ikut Bergerak
Lebaran Betawi kembali hadir dan langsung menarik perhatian warga. Ribuan orang diprediksi datang, sehingga kawasan Lapangan Banteng berubah jadi titik keramaian.
Karena itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menjelaskan alasan pemilihan lokasi tersebut.
“Lapangan Banteng dipilih karena memiliki nilai sejarah dan merupakan salah satu ikon Jakarta. Selain itu, lokasinya strategis dan memadai untuk kegiatan budaya berskala besar,” ujar Uus, Jumat (10/04/2026).
Dengan kata lain, lokasi strategis memang memudahkan akses. Namun di saat yang sama, lokasi itu juga meningkatkan tekanan pada lalu lintas sekitar.
Jam Rawan Diatur Lebih Awal, Arus Dikendalikan Sejak Awal
Agar tidak terjadi penumpukan, Pemprov langsung menetapkan waktu-waktu krusial.
Selain itu, petugas juga bersiaga untuk mengarahkan kendaraan sejak awal.
- 10 April 2026 pukul 19.30–21.30 WIB
- 11 April 2026 pukul 07.00–10.00 WIB
- 12 April 2026 pukul 06.00–22.00 WIB
Pada jam-jam ini, petugas tidak menunggu kemacetan muncul. Sebaliknya, mereka langsung mengatur arus agar tetap mengalir.

Arus Diputar, Bukan Dihentikan
Alih-alih menutup jalan, Pemprov memilih memutar arus kendaraan. Dengan cara ini, kendaraan tetap bergerak meski tidak lewat jalur biasa.
Misalnya, pengendara dari arah Juanda akan diarahkan ke Jalan Pos, lalu menuju Gunung Sahari. Sementara itu, kendaraan dari arah sebaliknya juga mengikuti pola pengalihan yang sudah disiapkan.
Karena itu, kamu tetap bisa melintas. Namun kamu harus mengikuti arah baru yang ditentukan petugas.
Rute Alternatif Jadi Jalan Napas Kota
Selain pengalihan utama, Pemprov juga menyiapkan rute alternatif. Tujuannya jelas menjaga distribusi kendaraan tetap merata.
- Dari Pasar Baru ke Senen, kamu bisa lewat Jalan Samanhudi lalu ke Gunung Sahari
- Dari Kwitang ke Pasar Baru, kamu bisa melalui Kramat Kwitang dan Senen Raya
- Dari Gambir ke Kemayoran, arus mengalir lewat Medan Merdeka Selatan hingga Jalan Angkasa
- Dari Kemayoran ke Gambir, kendaraan bergerak melalui Gunung Sahari hingga Hayam Wuruk
Dengan rute ini, arus tidak menumpuk di satu titik. Sebaliknya, kendaraan menyebar ke beberapa jalur.
Kenapa Ini Penting Buat Kamu?
Pertama, perubahan ini langsung memengaruhi mobilitas harian. Kedua, kamu harus menyesuaikan rute, kamu datang ke acara atau hanya melintas.
Selain itu, kondisi di lapangan bisa berubah cepat. Karena itu, kamu perlu lebih fleksibel saat berkendara.
Jadi, masalahnya bukan sekadar macet. Melainkan, seberapa cepat kamu bisa beradaptasi dengan ritme kota.
Closing
Lebaran Betawi menghadirkan kebersamaan. Namun di balik itu, kota juga bekerja keras menjaga pergerakan tetap stabil.
Pemprov sudah mengatur arah. Petugas sudah mengendalikan arus.
Sekarang, giliran kamu menentukan langkah.
Karena di Jakarta, arah bisa berubah kapan saja. Dan saat itu terjadi, kamu harus ikut bergerak atau tertinggal di belakang. @teguh







