Sabtu, April 11, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

April 11, 2026
in Nasional, News
A A
Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri pembukaan Munas XVI PB IPSI di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Foto: Tangkapan layar Youtube Setpres)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Setiap perpisahan selalu meninggalkan jejak.
Namun kali ini, yang terasa bukan hanya kehilangan, melainkan juga kegagalan yang belum selesai.
Sebab, mimpi membawa pencak silat ke Olimpiade masih tertahan.

Prabowo Tutup Bab 34 Tahun di IPSI

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan pamit dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Ia menyampaikan langsung keputusan itu saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

“Saya pamit sebagai ketua umum. Sebelumnya wakil ketua umum, bisa dikatakan saya ini sudah 34 tahun di kalangan IPSI,” kata Prabowo.

Selama puluhan tahun, ia aktif membangun organisasi ini.
Namun kini, ia memilih menutup perannya dan memberi ruang bagi generasi berikutnya.

BacaJuga

Bukan Sekadar Tutup Toko, Ini Strategi Bertahan di Era E-Commerce

H&M Tutup 160 Toko: Strategi Cerdas atau Tanda Ritel Fisik Mulai Tumbang?

Pengakuan yang Tegas dan Terbuka

Namun demikian, Prabowo tidak hanya berpamitan.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Ia mengakui belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade.
“Banyak tugas PB IPSI ke depan, saya minta maaf saya belum berhasil membawa pencak silat ke olimpiade,” ujarnya.

Pernyataan ini terasa kuat.
Sebab, ia tidak menutupi kekurangan, melainkan mengakuinya di depan publik.

Pilih Fokus Negara, Tolak Jabatan Lagi

Selain itu, Prabowo menegaskan tidak ingin kembali maju sebagai Ketua Umum PB IPSI.
Ia kini memilih fokus penuh pada tugasnya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Meski begitu, ia tetap optimistis.

“Saya yakin pengganti saya nanti akan berhasil membawa ke olimpiade,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong peserta Munas untuk memilih sosok terbaik.
Ia ingin kepemimpinan berikutnya mampu menuntaskan target besar tersebut.

Penutup Simbolik di Munas

Di akhir acara, Prabowo memukul gong sebagai tanda pembukaan Munas XVI PB IPSI.
Dengan itu, ia sekaligus menandai awal babak baru organisasi.

Namun lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi simbol peralihan tanggung jawab.

Ini Bukan Sekadar Pergantian

Namun di balik semua itu, ada pertanyaan yang lebih dalam.
Kenapa pencak silat belum juga masuk Olimpiade?

Selama ini, Indonesia terus mempromosikan pencak silat sebagai warisan budaya.
Namun di sisi lain, dunia belum sepenuhnya mengakuinya sebagai cabang Olimpiade.

Jadi, masalahnya bukan hanya kepemimpinan.
Melainkan juga strategi, diplomasi, dan kekuatan sistem olahraga nasional.

Dampaknya Buat Publik

Artinya, ini bukan isu internal IPSI semata.
Ini soal identitas Indonesia di mata dunia.

Ketika pencak silat belum tampil di Olimpiade, peluang pengakuan global ikut tertunda.
Padahal, olahraga ini membawa nilai budaya yang besar.

Karena itu, publik ikut merasakan dampaknya.
Bukan secara langsung, tetapi melalui hilangnya momentum kebanggaan nasional.

Analisis Tabooo

Di satu sisi, langkah Prabowo terlihat tegas dan realistis.
Ia memilih mundur dan memberi ruang bagi perubahan.

Namun di sisi lain, kegagalan ini menunjukkan sesuatu yang lebih besar.
Selama 34 tahun, target itu belum tercapai.

Jadi, pertanyaannya sederhana tapi tajam.
Apakah kita salah memilih pemimpin, atau salah membangun sistem?

Ini bukan soal satu orang.
Ini soal bagaimana Indonesia bermain di panggung olahraga dunia.

Closing

Prabowo sudah mengambil keputusan.
Ia mundur, dan ia mengakui yang belum tercapai.

Namun kini, tanggung jawab itu berpindah.
Dan pertanyaan besarnya masih sama, siapa yang benar-benar mampu membawa pencak silat ke Olimpiade? @dimas

Tags: AtletBudayadiplomasiIndonesiaIPSIJakartaJCC SenayanKomiteMunas XVI IPSIolahragaOlimpiadePB IPSIPencak SilatPrabowo SubiantopresidenSilat

REKOMENDASI TABOOO

OTT Kepala Daerah Lagi, Kapan RUU Perampasan Aset Disahkan?

OTT Kepala Daerah Lagi, Kapan RUU Perampasan Aset Disahkan?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Deep - Kasus korupsi kepala daerah kembali muncul. Lagi, dan lagi.Penangkapan seolah bukan akhir, melainkan bagian dari siklus yang...

Indonesia Negara Termiskin Kedua? Atau Kita yang Salah Paham Data?

Indonesia Negara Termiskin Kedua? Atau Kita yang Salah Paham Data?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Check - Angka sering terlihat meyakinkan. Terlebih lagi saat infografis rapi menyertakan nama lembaga dunia. Namun, di balik itu,...

Indonesia Aman Saat PD III atau Ini Sekadar Narasi yang Kita Percaya?

Indonesia Aman Saat PD III atau Ini Sekadar Narasi yang Kita Percaya?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Deep - Di tengah dunia yang makin panas oleh konflik, satu klaim muncul dan terasa menenangkan. Indonesia masuk daftar...

Next Post
Dua Makam, Satu Nama: Mana Makam Asli Tan Malaka Sebenarnya?

Dua Makam, Satu Nama: Mana Makam Asli Tan Malaka Sebenarnya?

Recommended

Souto Bicara: Menang 7-0 Itu Penting, Tapi Arah Tim Ini Jauh Lebih Besar

Souto Bicara: Menang 7-0 Itu Penting, Tapi Arah Tim Ini Jauh Lebih Besar

April 7, 2026
Thom Haye Santai di Puncak: Persib Ngebut, Tekanan? Katanya Gak Ada

Thom Haye Santai di Puncak: Persib Ngebut, Tekanan? Katanya Gak Ada

April 5, 2026

Popular

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

April 11, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Parkir Berbayar Tapi Tak Aman: Siapa Harus Bertanggung Jawab?

April 11, 2026

Tabooo.id Mulai Bedah Pemikiran Tokoh Besar

April 11, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.