Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Buka Opsi Keluar dari BoP Jika Gaza Tidak Merdeka

by dimas
Februari 4, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan Indonesia keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) jika lembaga tersebut gagal mendorong kemerdekaan Palestina. Sikap ini menandai garis tegas Indonesia dalam diplomasi Timur Tengah, damai iya, tapi tanpa mengorbankan prinsip kemerdekaan.

Pernyataan itu muncul saat Prabowo berdialog dengan perwakilan organisasi masyarakat Islam dan tokoh muslim di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo merespons langsung kekhawatiran para ulama terkait arah BoP yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Jr.

Indonesia Masuk, Tapi Tak Terikat Sepenuhnya

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, yang hadir dalam pertemuan itu, menjelaskan bahwa Prabowo sejak awal tidak menempatkan keanggotaan Indonesia di BoP sebagai komitmen tanpa syarat. Presiden, kata Cholil, menegaskan Indonesia bisa tidak mengikuti keputusan BoP jika bertentangan dengan sikap nasional.

“Kalau tidak bisa melakukan perubahan, Presiden siap keluar dari BoP,” ujar Cholil menirukan pernyataan Prabowo di hadapan para ulama.

Pernyataan ini memperlihatkan strategi wait and see yang tegas. Indonesia memilih masuk untuk memengaruhi arah kebijakan dari dalam, tetapi tetap menyiapkan pintu keluar jika forum tersebut justru menjauh dari cita-cita utama: Palestina merdeka dan berdaulat.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Kekhawatiran Soal Pasukan Perdamaian

Dalam dialog itu, Cholil Nafis menyampaikan sikap skeptis MUI terhadap BoP. Ia menyoroti potensi penugasan pasukan perdamaian, termasuk dari Indonesia, yang justru berhadapan dengan rakyat Palestina sendiri.

“Kami tidak ingin damai semu, sementara rakyat Palestina tetap terjajah,” tambahnya.

Ia menegaskan, perdamaian tanpa kemerdekaan hanya akan melanggengkan ketimpangan kekuasaan.

Kekhawatiran ini mencerminkan sentimen luas di masyarakat Indonesia, khususnya kelompok muslim, yang selama ini memandang isu Palestina bukan sekadar konflik geopolitik, tetapi juga persoalan moral dan solidaritas kemanusiaan.

Sikap Pemerintah: Damai Harus Berujung Merdeka

Prabowo menanggapi masukan tersebut dengan menegaskan kembali posisi Indonesia. Jika kebijakan BoP melenceng dari tujuan awal, Indonesia akan memilih abstain atau tidak terlibat aktif. Jika upaya perubahan tidak membuahkan hasil, pemerintah siap menarik diri.

Menteri Luar Negeri Sugiono membenarkan sikap tersebut. Ia menyebut pemerintah memiliki garis tujuan yang jelas dan konsisten. Menurutnya, Indonesia ingin melihat perdamaian di Gaza dalam jangka pendek, perdamaian di Palestina secara menyeluruh, dan pada akhirnya kemerdekaan serta kedaulatan Palestina.

“Itu trajectory yang ingin kita capai,” ujar Sugiono.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bertahan dalam forum internasional yang justru mengaburkan tujuan tersebut.

Dampak bagi Diplomasi Indonesia

Sikap Prabowo ini menempatkan Indonesia pada posisi yang tidak selalu nyaman di panggung global. Di satu sisi, keanggotaan BoP memberi akses diplomatik dan ruang pengaruh. Di sisi lain, opsi keluar menunjukkan Indonesia siap menanggung konsekuensi politik demi menjaga konsistensi sikap luar negeri.

Bagi masyarakat Indonesia, terutama kelompok sipil dan kemanusiaan yang aktif mengadvokasi Palestina, pernyataan ini memberi sinyal bahwa pemerintah tidak akan menggadaikan prinsip demi citra internasional. Namun bagi dunia diplomasi, langkah ini juga berpotensi memicu friksi dengan mitra besar seperti Amerika Serikat.

Antara Realisme Politik dan Prinsip Moral

Keputusan untuk masuk BoP sekaligus membuka opsi keluar mencerminkan pendekatan realis Prabowo dalam politik luar negeri. Indonesia mencoba hadir di meja perundingan, tetapi menolak menjadi legitimasi bagi skema damai yang tidak menyentuh akar konflik.

Kini, arah BoP akan diuji. Jika lembaga itu mampu mendorong perubahan nyata bagi Palestina, Indonesia akan bertahan. Jika tidak, Indonesia tampaknya siap angkat kaki.

Pada akhirnya, pertanyaannya sederhana namun tajam apakah forum perdamaian global benar-benar bekerja untuk rakyat yang tertindas, atau sekadar memberi ilusi stabilitas? Indonesia, setidaknya untuk saat ini, memilih tidak terjebak pada ilusi itu. @dimas

Tags: Board Of PeaceDewan PerdamaiandiplomasiGazaHubunganInternasionalKemerdekaanLuar NegeriNasionalPalestinaPerdamaianPolitik IndonesiaPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

by teguh
Oktober 19, 2026

Diplomasi sering dimulai dari sebuah jabat tangan. Dua tokoh bertemu yaitu, Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang kamera merekam, lalu pernyataan...

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

by teguh
Oktober 19, 2026

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu...

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

by eko
Oktober 18, 2026

Survei SMRC mencatat kepuasan publik terhadap Prabowo turun menjadi 44,5 persen. Harga sembako, ekonomi, penegakan hukum, dan program pemerintah menjadi...

Next Post
Asam Lambung Naik Mendadak? Ini Penyebab dan Solusinya

Asam Lambung Naik Mendadak? Ini Penyebab dan Solusinya

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id