Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pidato Palsu, Narasi Ngawur: Deepfake Seret Bobby Nasution

by dimas
November 25, 2025
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Media sosial lagi ribut. Ada video yang menampilkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, seolah sedang berpidato penuh bara:
“Hanya iblis yang tidak bisa dipanggil penegak hukum.”

Kalimatnya pedas, konteksnya panas, penyebarannya cepat.
Akun-akun politik langsung menggorengnya, lengkap dengan tangkapan layar berita random dan caption agresif yang bikin warganet merasa baru menemukan “bukti baru”.

Tapi seperti banyak hal viral lainnya… semakin keras suaranya, semakin mencurigakan keasliannya.

SAAT KAMERA BOHONG, ARSIP BICARA JUJUR

Penelusuran Tim Cek Fakta Tabooo.id membalikkan semuanya.
Tidak ada rekaman resmi, transkrip, atau wawancara yang menunjukkan Bobby pernah mengucapkan kalimat itu.

Lebih jauh lagi:

Ini Belum Selesai

Malam Satu Suro: Horor atau Sekadar Mitos?

Benarkah Genjer-Genjer adalah Lagu PKI? Cek Faktanya

  1. Pemeriksaan menggunakan AI Voice Detector menunjukkan suara dalam video tersebut punya 68,13% kemungkinan buatan AI.
  2. Potongan berita yang ditempel dalam videonya tidak berhubungan langsung dengan narasi yang dibangun.
  3. Dan plot twist-nya:
    Pernyataan itu bukan dari Bobby, melainkan dari Abdul Ficar Hadjar, pakar hukum pidana Universitas Trisakti, dalam wawancara Inilah.com tanggal 8 November 2025.

Jadi siapa yang ngomong?
Bukan Bobby.
Bukan pejabat mana pun.
Bukan iblis.
Seorang akademisi.

KENAPA KITA GAMPANG TERKECOH? JAWABANNYA BUKAN IBLIS

Fenomena ini tidak aneh. Kita tengah masuk ke era ketika batas antara video asli dan editan makin kabur.

Pertama, AI cloning bisa membuat siapa pun terdengar seperti siapa pun dan itu dilakukan hanya dengan beberapa detik sampel suara.
Kedua, netizen cenderung percaya pada visual, meskipun videonya hanya gabungan screenshot dan suara digital.
Ketiga, narasi politik selalu punya “penggemar”. Kalau cocok dengan bias pribadi, hoaks langsung terasa seperti kebenaran.

Hoaks modern itu seperti mie instan:
murah, cepat, menggoda, dan selalu bikin ingin nambah meskipun tahu tidak sehat.

CEK DULU, SEBELUM JEMPOLMU MENAMBAH DOSA DIGITAL

Di era ketika suara bisa dipinjam, wajah bisa ditempel, dan konteks bisa dibengkokkan, tugas kita sebenarnya sederhana:

Berhenti beberapa detik sebelum share.
Tanya ini masuk akal atau hanya akal-akalan?

Karena hari ini, satu video palsu bisa memengaruhi opini ribuan orang.
Dan salah satu langkah paling sederhana untuk menjaga ruang digital tetap waras adalah…
tidak ikut menyebarkan hal yang belum jelas asal-usulnya.

Seperti kata Tabooo:
Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @dimas

Tags: Cek Fakta DuluDosa DigitalHoaks Politik

Kamu Melewatkan Ini

Konsep Otomatis

Viral di Medsos, Klaim Panucci Latih Timnas Ternyata Keliru

by dimas
Desember 14, 2025

Tabooo.id: Check - Media sosial kembali ribut. Kali ini, nama Christian Panucci muncul sebagai “pelatih baru Timnas Indonesia”. Klaim itu...

Hoaks Joko Widodo yang Salah Orang

Hoaks Modal Nama: Joko Widodo BRIN Disangka Jokowi Mantan Presiden

by dimas
Desember 6, 2025

Tabooo.id: Check - Di jagat medsos, beredar unggahan sok serius yang mengklaim mantan Presiden Jokowi diangkat sebagai ketua task force...

Kisah Heroik Palsu Menkeu Ternyata Cuma Bumbu Medsos

Kisah Heroik Palsu Menkeu Ternyata Cuma Bumbu Medsos

by dimas
Desember 4, 2025

Tabooo.id: Check - Awal Desember 2025 dunia maya kembali heboh setelah beberapa akun Facebook menyebarkan cerita ala drama politik tentang...

Next Post
Dari Bupati hingga Pejabat Kemenkes: Jaring Korupsi RSUD Makin Lebar

Dari Bupati hingga Pejabat Kemenkes: Jaring Korupsi RSUD Makin Lebar

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id