Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Perpres Ojol Resmi Dirilis: Driver Dapat Minimal 92 Persen, Tapi Siapa yang Mengawasi?

by teguh
Oktober 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Setelah berbulan-bulan menjadi janji, rapat, dan tarik-ulur kepentingan, Perpres ojol akhirnya diumumkan. DPR dan pemerintah pada Kamis, 08/10/2026, merilis Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital.

Tabooo.id: Jakarta – Perpres Ojol ini mencakup pengangkutan orang, barang, dan makanan melalui layanan transportasi daring. Pemerintah juga menempatkan pembagian pendapatan sebagai salah satu titik penting: pengemudi mendapat minimal 92 persen, sementara aplikator maksimal mengambil 8 persen.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan aturan tersebut lahir setelah proses sinkronisasi dan harmonisasi antara pemerintah, DPR, serta perwakilan pengemudi.

“Setelah sekian lama kemudian melakukan sinkronisasi, harmonisasi, agar didapat satu aturan yang dapat mengatur dengan baik.”

Dasco menyebut pemerintah membagi kewenangan ke sejumlah kementerian. Kementerian UMKM akan menjadi pengampu ekosistem dan mengawal kemitraan. Kementerian Perhubungan menangani angkutan orang dan tarif. Sementara Kementerian Komunikasi dan Digital mengatur pengantaran barang serta makanan.

Perpres Ojol: 92 Persen Bukan Sekadar Angka

Presiden Prabowo Subianto sebenarnya sudah mengumumkan Perpres ini pada 01/05/2026, saat peringatan Hari Buruh Internasional di Monas.

Saat itu, Prabowo menegaskan penghasilan pengemudi harus naik dari sebelumnya 80 persen menjadi minimal 92 persen. Ia juga menjanjikan perlindungan berupa jaminan kecelakaan kerja dan BPJS Kesehatan. Masalahnya, angka 92 persen tidak otomatis menyelesaikan seluruh persoalan driver.

Ini Belum Selesai

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Akademisi sekaligus pengamat transportasi Djoko Setijowarno pada 24/06/2026 menilai pembatasan komisi tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan pengemudi jika jumlah driver terus bertambah.

“Kalau tidak dibatasi, ya tidak banyak pengaruhnya.”

Pandangan serupa muncul dari Serikat Pekerja Angkutan Indonesia. Ketua SPAI Lily Pujiati menilai skema 92:8 tidak boleh hanya berlaku untuk pengantaran penumpang, tetapi juga pekerja yang mengantar barang dan makanan.

Pemerintah Klaim Aspirasi Sudah Masuk

Pemerintah menyatakan aspirasi pengemudi sudah masuk dalam penyusunan aturan.

Namun, pertanyaan berikutnya justru lebih penting siapa yang memastikan aturan itu benar-benar berjalan di jalanan?

Sebelumnya, pada 12/06/2026, para pengemudi masih melaporkan persoalan potongan aplikasi yang berkisar 20–30 persen, persoalan BPJS, hingga pelaksanaan bantuan bagi pekerja platform.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia pada 26 Juni 2026 juga mengingatkan bahwa keberhasilan Perpres sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan pengawasan.

Pemerintah kini menargetkan aturan turunan selesai paling lambat 31/12/2026. Artinya, Perpres sudah menjadi payung. Tetapi detail yang menentukan nasib driver masih menunggu aturan pelaksana.

Bukan Lagi Soal Perpres, Tapi Soal Eksekusi

Inilah titik pentingnya, Perpres Ojol bisa mengubah angka di atas kertas. Namun, driver tetap bekerja di jalan yang sama, membeli bensin sendiri, menanggung risiko kecelakaan sendiri, dan berhadapan dengan algoritma platform setiap hari. Jadi, kemenangan sebenarnya bukan ketika aturan terbit.

Kemenangan baru terasa ketika 92 persen benar-benar masuk ke kantong pengemudi, perlindungan sosial benar-benar berjalan, dan tidak muncul biaya baru yang diam-diam menggerus pendapatan mereka.

Aturan sudah turun. Sekarang publik tinggal melihat: siapa yang benar-benar mengawasi agar janji 92 persen tidak berhenti sebagai angka di atas kertas?. @teguh

Tags: driver ojolojek onlinePerpres 27 Tahun 2026Perpres OjolPrabowo SubiantoSufmi Dasco AhmadTarif OjolTransportasi Online

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

by teguh
Oktober 19, 2026

Diplomasi sering dimulai dari sebuah jabat tangan. Dua tokoh bertemu yaitu, Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang kamera merekam, lalu pernyataan...

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

by teguh
Oktober 19, 2026

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu...

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

by eko
Oktober 18, 2026

Survei SMRC mencatat kepuasan publik terhadap Prabowo turun menjadi 44,5 persen. Harga sembako, ekonomi, penegakan hukum, dan program pemerintah menjadi...

Next Post
Perpres Ojol Terbit: 92 Persen untuk Driver, Tapi Siapa yang Mengawasi Permainannya?

Perpres Ojol Resmi: Negara Mengatur 92 Persen, Platform Mengendalikan Permainan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id