• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Perang Antariksa Dimulai: China Punya Senjata untuk Lumpuhkan Starlink

Februari 12, 2026
in Teknologi
A A
Perang Antariksa Dimulai: China Punya Senjata untuk Lumpuhkan Starlink

Tim peneliti di China mengklaim telah mengembangkan senjata super canggih untuk membunuh satelit Starlink milik Elon Musk. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Kamu pernah nonton film sci-fi tentang perang di luar angkasa? Laser, satelit jatuh, sinyal hilang dalam sekejap. Dulu kita anggap itu sekadar hiburan. Sekarang? Dunia nyata mulai menyentuh skenario yang sama.

Tim peneliti di China mengklaim mereka mengembangkan “senjata” gelombang mikro super canggih yang bisa mengganggu bahkan merusak satelit Starlink milik Elon Musk. Starlink sendiri mengorbitkan sekitar 2.000 satelit di orbit rendah Bumi (LEO). Musk bahkan pernah menyebut, “mustahil” menyingkirkan Starlink dari langit karena jumlahnya sangat banyak dan peluncuran satelit baru bisa lebih cepat daripada rudal anti-satelit menghancurkannya.

Namun China tampaknya tidak ingin bermain di skenario lama.

Klaim Teknologi 20 Gigawatt

Sekelompok ilmuwan dari Northwest Institute of Nuclear Technology di Xian memperkenalkan perangkat bernama TPG1000Cs. Mereka menyebutnya sebagai senjata gelombang mikro bertenaga tinggi (High-Power Microwave/HPM) pertama di dunia dengan ukuran relatif kecil.

Media China mengklaim perangkat ini mampu menghantarkan daya hingga 20 gigawatt selama hampir satu menit. Sebagai perbandingan, perangkat Rusia seperti Sinus-7 berbobot 10 ton dan hanya bisa beroperasi sekitar satu detik. TPG1000Cs justru berukuran 4 meter dengan berat 5 ton, cukup ringkas untuk dipasang di truk, kapal perang, pesawat, bahkan satelit.

Selain itu, perangkat ini diklaim mampu menghasilkan hingga 3.000 denyut energi tinggi per sesi. Para ilmuwan China juga menyatakan bahwa satelit Starlink dapat terganggu serius atau rusak jika terkena serangan gelombang mikro berbasis darat dengan daya lebih dari 1 gigawatt.

Ambisi ini bukan proyek dadakan. Beijing sudah lama menganggap jaringan Starlink sebagai ancaman strategis. China mengamati bagaimana Starlink berperan dalam konflik geopolitik modern. Para ahli di sana khawatir jaringan itu bisa mendukung operasi militer AS, terutama jika terjadi krisis di Selat Taiwan.

Karena itu, China aktif mengembangkan berbagai pendekatan: mulai dari simulasi operasi luar angkasa, penggunaan laser, hingga sistem gelombang mikro dan teknologi phased-array untuk memfokuskan energi ke target tertentu.

Kenapa Ini Jadi Isu Lifestyle?

Kamu mungkin berpikir, “Itu urusan militer dan negara besar. Apa hubungannya sama hidup gue?” Justru di situlah poinnya.

Starlink bukan cuma proyek luar angkasa. Ia membawa internet ke daerah terpencil, kapal, pesawat, bahkan wilayah konflik. Banyak startup, pekerja remote, gamer, hingga kreator konten mengandalkan koneksi satelit untuk tetap online. Di era Gen Z dan milenial, internet bukan sekadar hiburan. Ia jadi tulang punggung kerja, relasi, bahkan identitas sosial.

Ketika negara-negara mulai membangun senjata untuk menargetkan infrastruktur digital di orbit, mereka tidak hanya membahas strategi militer. Mereka sedang berbicara soal kontrol informasi, akses internet, dan dominasi teknologi global.

Selain itu, fenomena ini memperlihatkan perubahan pola konflik. Dulu negara saling mengirim tank dan pasukan. Sekarang mereka berlomba menguasai orbit. Perang tidak lagi selalu terjadi di darat atau laut. Ia bisa muncul dalam bentuk gangguan sinyal, blackout digital, atau sabotase infrastruktur satelit.

Secara psikologis, kita hidup di era “ketergantungan digital total”. Banyak orang merasa cemas jika sinyal hilang lima menit saja. Bayangkan jika jaringan satelit global terganggu dalam skala besar. Bukan hanya bisnis yang terdampak, tetapi juga rasa aman kolektif.

RelatedPosts

SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

Lenovo Y700 Gen 5: Mini Size, Sultan Power

Antara Inovasi dan Ancaman

Teknologi selalu punya dua sisi. Gelombang mikro berdaya tinggi bisa melindungi keamanan nasional, tetapi juga membuka babak baru perlombaan senjata. Negara berlomba menciptakan sistem pertahanan, lalu pihak lain menciptakan sistem penangkal. Siklus itu terus berputar.

Sementara itu, perusahaan seperti SpaceX terus meluncurkan satelit baru dengan kecepatan luar biasa. Musk yakin jumlah dan kecepatan peluncuran membuat Starlink hampir mustahil dihentikan. Namun klaim China menantang asumsi tersebut.

Pertanyaannya bukan lagi “apakah ini mungkin?”, melainkan “seberapa cepat eskalasinya?”

Apa Dampaknya Buat Kamu?

Kalau kamu bekerja remote, bergantung pada cloud, atau membangun bisnis digital, isu ini relevan. Stabilitas internet global menentukan stabilitas ekonomi digital. Ketika negara-negara besar saling menguji kekuatan di orbit, dampaknya bisa terasa sampai ke layar ponselmu.

Dunia makin terkoneksi, tetapi juga makin rentan. Kita menikmati WiFi satelit, streaming tanpa buffer, dan meeting lintas benua. Namun di balik kenyamanan itu, ada persaingan geopolitik yang makin panas.

Jadi, saat kamu scroll TikTok atau upload konten tengah malam, ingat satu hal: langit di atas kita bukan lagi sekadar ruang kosong. Ia sudah berubah menjadi arena perebutan pengaruh.

Dan di era digital seperti sekarang, perang di orbit bisa jadi lebih menentukan masa depan kita dibanding perang di darat. @teguh

Tags: AntariksaBlackoutchinaCloudEkonomi DigitalGelombangGlobalHPMIlmuwaninternetMikroMiliterNorthwest Institute of Nuclear TechnologyorbitsatelitSignalSinus-7StarlinkStrategiTPG1000Cs
Next Post
Affiliate Bisa Jadi Karier: 60 Ribu Orang Dibidik Kemenaker dan Shopee di 2026

Affiliate Bisa Jadi Karier: 60 Ribu Orang Dibidik Kemenaker dan Shopee di 2026

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI Kuasai Musik, Cuan Lari ke Mana?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Internet Bisa Mati Gara-Gara Iran? Cek Faktanya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Terlalu kuat atau Saint kitts yang lemah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cantik Itu Luka: Ketika Kecantikan Jadi Kutukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.