Senin, April 13, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle Health

Night Drive Therapy: Jalanan Sepi Jadi Tempat Pulang yang Paling Jujur

April 12, 2026
in Health, Lifestyle
A A
Night Drive Therapy: Jalanan Sepi Jadi Tempat Pulang yang Paling Jujur

Night Driving masuk Salah satu sebagai “terapi diam-diam”. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Health – Pernah nggak, tanpa rencana jelas, kamu keluar malam dan mulai menyetir begitu saja? Bukan karena ingin pergi jauh, melainkan karena kepala terasa terlalu penuh.

Menariknya, di tengah hidup yang makin bising oleh notifikasi, justru jalanan kosong terasa lebih “hidup” dibanding layar di tanganmu. Dan ya, ini bukan sekadar sugesti.

Ketika Informasi Terlalu Banyak, Fokus Mulai Runtuh

Awalnya terlihat biasa saja. Kamu buka satu aplikasi, lalu pindah ke yang lain. Setelah itu, notifikasi masuk tanpa jeda.

Akibatnya, perhatian terpecah tanpa kamu sadari. Bahkan, rasa lelah datang lebih cepat, padahal aktivitas fisik hampir tidak ada.

Hal ini selaras dengan penjelasan Dr. Earl Miller, ahli neurosains kognitif dari MIT, dalam wawancara 15 Mei 2020:

BacaJuga

Sate Pak Narto, Surga Murah Kaum Mendang-Mending

Leker Solo: Murah, Tapi Ngalahin Tren

“Otak manusia tidak dirancang untuk multitasking. Kita hanya berpindah cepat dari satu tugas ke tugas lain, dan itu mengorbankan fokus.”

Artinya, semakin sering kamu “loncat-loncat” perhatian, semakin cepat energi mental terkuras.

Di Sisi Lain, Jalan Sepi Memberi Ritme yang Lebih Jujur

Namun berbeda dengan layar, jalanan malam menawarkan pengalaman yang lebih sederhana.

Pertama, lalu lintas jauh lebih lengang. Selain itu, cahaya lampu kota bergerak dengan pola yang stabil. Akibatnya, gangguan visual dan mental ikut berkurang.

Berdasarkan penelitian dari American Psychological Association pada 23 Februari 2018, overload kognitif dapat menurunkan produktivitas hingga 40% serta mempercepat kelelahan mental.

Sebaliknya, saat kamu berkendara dalam suasana tenang, otak mulai menyesuaikan diri dengan ritme yang lebih lambat. Di titik inilah, pikiran perlahan kembali “teratur”.

Masalahnya, Kita Terlalu Lama Hidup dalam Mode Setengah Sadar

Di era sekarang, fokus penuh terasa seperti kemewahan.

Linda Stone, pada 12 September 2013, menyebut fenomena ini sebagai continuous partial attention kondisi ketika seseorang terus memperhatikan banyak hal, tetapi tidak benar-benar hadir di salah satunya.

Misalnya, kamu scroll sambil memikirkan pekerjaan. Kemudian, kamu menonton sambil membalas pesan. Bahkan, saat berbicara dengan orang lain, pikiranmu tetap melayang.

Akan tetapi, situasi berubah ketika kamu mulai menyetir di malam hari.

Tanpa sadar, perhatian terkunci pada satu hal. Gerakan menjadi lebih terarah. Kesadaran kembali utuh, meski hanya sementara.

Lalu, Ini Tentang Menenangkan Diri atau Sekadar Menghindar?

Di satu sisi, night drive membantu meredakan tekanan. Namun di sisi lain, ada kemungkinan kamu sedang menghindari sesuatu yang belum selesai. Karena itu, penting untuk jujur.

Sering kali, kita berpindah dari layar ke jalan bukan untuk mencari arah, tetapi untuk menjauh dari kebisingan. Dan pada akhirnya, perjalanan itu justru membawa kita kembali ke diri sendiri.

Penutup: Mungkin yang Kamu Butuhkan Bukan Solusi, Tapi Jeda

Dunia tidak akan melambat dengan sendirinya. Begitu juga notifikasi yang terus datang tanpa henti. Meski begitu, kamu tetap punya kendali untuk berhenti sejenak.

Lewat jalan panjang yang tenang, ritme mulai terasa lebih manusiawi. Sementara itu, pikiran yang tadinya berantakan perlahan menemukan bentuknya kembali.

Dan di antara lampu kota yang lewat perlahan, ada satu hal sederhana yang akhirnya muncul kesadaran bahwa kamu masih bisa mendengar dirimu sendiri.

Tags: American Psychological AssociationfokusJalananKebisinganKognitifmalammentalMITNight DrivingOtakOverloadSepiSolusiTherapyVisual

REKOMENDASI TABOOO

Negara Masuk ke Timeline: Siapa yang Sebenarnya Mengontrol Internet Kita?

Negara Masuk ke Timeline: Siapa yang Sebenarnya Mengontrol Internet Kita?

by teguh
April 13, 2026

Tabooo.id: Deep - Malam itu, seorang anak membuka aplikasi scroll, like, repeat. Namun, ada sesuatu yang berubah: negara ikut hadir...

Gol Jadi Harapan: Eksel, Netizen, dan Mimpi Lama Sepak Bola Indonesia

Gol Jadi Harapan: Eksel, Netizen, dan Mimpi Lama Sepak Bola Indonesia

by teguh
April 12, 2026

Tabooo.id: Vibes - Malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu, 11/04/2026, langsung terasa berbeda. Persija memang menang 3-0 atas...

Ketika HP Jadi Pelarian, Siapa yang Benar-Benar Kita Hindari?

Ketika HP Jadi Pelarian, Siapa yang Benar-Benar Kita Hindari?

by teguh
April 11, 2026

Tabooo.id: Life - Pernah merasa lelah, tapi tetap buka HP? Kamu tidak sekadar mencari hiburan kamu sedang mencari jeda. Namun,...

Next Post
AI Super Pintar: Asisten Masa Depan atau Bencana yang Kita Ciptakan Sendiri?

AI Super Pintar: Asisten Masa Depan atau Bencana yang Kita Ciptakan Sendiri?

Recommended

kapal Pesiar Cruise Tanpa Sensor: Liburan atau Eksperimen Batas Baru?

kapal Pesiar Cruise Tanpa Sensor: Liburan atau Eksperimen Batas Baru?

April 8, 2026
Program MBG: Kesejahteraan atau Krisis Tata Kelola yang Tersembunyi?

Program MBG: Kesejahteraan atau Krisis Tata Kelola yang Tersembunyi?

April 12, 2026

Popular

SI Putih vs SI Merah: Dari Semaoen, Indonesia Mulai Belajar Arti Perpecahan

SI Putih vs SI Merah: Dari Semaoen, Indonesia Mulai Belajar Arti Perpecahan

April 12, 2026

“Hanya Ada Satu Kata: Lawan!”, Kenapa Kalimat Ini Tidak Pernah Mati?

April 12, 2026

Bukan Konflik Semalam: Kronologi Lengkap Pembakaran Saung Taraju Jumantara

April 12, 2026

Pentil Kecakot: Sosok di Balik Kabel yang Mengatur Cara Kita Berbicara

April 12, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.