Ananda Wahyu Setyo Prabowo mempersembahkan emas pertama Surakarta di Porprov Jateng 2026. Meski mengalami cedera lutut, atlet sambo ini menang di kelas Combat -79 kg.
Tabooo.id: Salatiga – Medali emas pertama Kota Surakarta di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 lahir dari perjuangan yang tidak mudah. Ananda Wahyu Setyo Prabowo menaklukkan lawannya di final cabang olahraga sambo kelas Combat -79 kilogram, meski harus bertanding dengan cedera lutut.
Bertanding di GOR SMA Kristen 1 Salatiga, Kamis (22/10/2026), Ananda mengalahkan atlet asal Kabupaten Boyolali. Kemenangan itu sekaligus membuka keran medali emas bagi kontingen Surakarta dalam persaingan olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Namun, emas perdana ini bukan sekadar soal kemenangan di atas matras. Ananda harus menghadapi dua pertarungan sekaligus: menundukkan lawan dan mengatasi rasa sakit akibat cedera yang membatasi kondisi fisiknya.
Di tengah situasi tersebut, ia tetap menjaga tekad untuk membawa pulang hasil terbaik bagi Kota Surakarta. Mentalitas itu mengantarkannya menjadi penyumbang emas pertama kontingen sekaligus memberi suntikan kepercayaan diri bagi atlet lain yang masih berjuang.
Ananda mengungkapkan, pertandingan berjalan lancar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih, pengurus sambo, rekan-rekan atlet, serta masyarakat Solo yang terus memberikan dukungan selama Porprov 2026.
Emas Sesuai Target, Sambo Surakarta Belum Berhenti
Ketua Harian Sambo Kota Surakarta, Bahar, menyebut keberhasilan Ananda sesuai dengan prediksi dan target tim pelatih.
Menurutnya, kemampuan Ananda sudah terlihat sejak Pra-Porprov. Saat itu, ia juga berhasil meraih juara pertama sehingga menjadi salah satu andalan Surakarta untuk mendulang emas pada Porprov 2026.
Dukungan jajaran pimpinan kontingen yang hadir langsung di arena turut menambah motivasi para atlet. Kehadiran tersebut menjadi dorongan psikologis ketika mereka harus menghadapi tekanan pertandingan dan lawan di atas matras.
Meski demikian, satu emas belum cukup untuk mengakhiri pekerjaan Sambo Surakarta. Kontingen masih memiliki peluang menambah koleksi medali melalui atlet lain.
Yakub Kris Nugroho dijadwalkan bertanding pada Jumat (23/10/2026) pukul 09.00 WIB di kelas Combat -64 kilogram. Ia diharapkan mampu mengikuti jejak Ananda dan memperkuat posisi Surakarta dalam perolehan medali.
Emas Pertama, Target Juara Umum Masih Menanti
Ketua Umum Sambo Kota Surakarta, Ekya Hananto, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Ananda. Ia berharap pencapaian tersebut memacu semangat atlet sambo lainnya dan kontingen Surakarta dari berbagai cabang olahraga.
Bagi Surakarta, emas pertama memiliki arti lebih besar daripada tambahan satu medali dalam klasemen. Kemenangan ini menjadi modal psikologis untuk menjaga kepercayaan diri di tengah persaingan antarkabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Namun, target juara umum tidak bisa bertumpu pada satu kemenangan. Surakarta membutuhkan konsistensi, kesiapan fisik, strategi pertandingan, dan kontribusi atlet dari berbagai cabang olahraga.
Di sinilah arti penting kemenangan Ananda. Ia membuka jalan, tetapi atlet-atlet lain tetap harus melanjutkan perjuangan untuk mengubah momentum menjadi pencapaian kolektif.
Cedera lutut yang ia hadapi juga mengingatkan bahwa prestasi olahraga bukan hanya soal keberanian menahan sakit. Kondisi fisik dan keselamatan atlet tetap harus menjadi perhatian agar ambisi meraih medali tidak mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Kini, emas dari cabang sambo menjadi pembuka harapan bagi Surakarta. Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut hingga akhir kompetisi.
Sebab, juara umum tidak ditentukan oleh siapa yang membuka keran emas lebih dahulu, melainkan oleh siapa yang mampu menjaga konsistensi sampai pertandingan terakhir. @dimas





