Kebakaran melanda rumah produksi sofa dan kos di Pajang, Solo, Selasa pagi. Bangunan ludes terbakar dan api nyaris merembet ke SMK Batik 2 Solo.
Tabooo.id: Surakarta – Kebakaran melanda rumah produksi sofa sekaligus tempat kos di Kampung Tunggulsari, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Api membakar bangunan yang dihuni tiga kepala keluarga. Kobaran api membesar dengan cepat hingga menghanguskan bangunan dan seluruh isinya.
Lokasi kebakaran berada tepat di barat SMK Batik 2 Solo. Kobaran api bahkan merembet hingga mengancam bangunan sekolah yang berada di sebelahnya.
Angin kencang yang bertiup saat kejadian ikut mempercepat pergerakan api. Namun, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Api Membesar dengan Cepat
Dimas Agung (30), guru SMK Batik 2 Solo, melihat langsung kobaran api dari lingkungan sekolah.
Dimas mengatakan seorang siswa lebih dulu memberi tahu dirinya tentang kebakaran tersebut. Saat menuju lokasi, ia melihat api sudah membesar.
“Saya diberitahu murid saya ada kebakaran, terus saya melihat ternyata api sudah membesar. Anak-anak segera respon membantu memadamkan api dengan APAR dan air, tapi api sudah membesar,” ungkap Dimas.
Para siswa bersama warga kemudian berusaha menahan kobaran api. Mereka menggunakan APAR dan air untuk mencegah api mendekati bangunan sekolah.
Namun, besarnya kobaran membuat upaya awal tersebut tidak banyak membantu. Api terus membakar bangunan rumah produksi sofa dan kos.
Situasi semakin genting karena jarak bangunan dengan sekolah sangat dekat.
Dua Remaja Mengalami Luka
Kebakaran tersebut juga menimbulkan korban luka. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tabooo.id, dua remaja warga Kampung Tunggulsari mengalami luka dalam kejadian tersebut.
Keduanya bernama Darel dan Faris. Sebelum kebakaran, keduanya tengah bermain di sekitar lokasi.
Karena keduanya masih remaja, pemberitaan ini tidak mengungkap detail identitas pribadi mereka secara berlebihan.
Selain korban luka, kebakaran juga menghilangkan tempat tinggal tiga kepala keluarga. Bangunan yang sekaligus menjadi tempat usaha itu ludes terbakar.
Respati Ardi Datang ke Lokasi
Wali Kota Surakarta Respati Ardi turut mendatangi lokasi kebakaran.
Respati melihat langsung kondisi bangunan yang terbakar. Ia juga memastikan kondisi warga serta korban dalam peristiwa tersebut.
Kehadiran pemerintah kota menjadi penting karena kebakaran tidak hanya berdampak pada satu rumah.
Bangunan itu memiliki tiga fungsi sekaligus: tempat tinggal, tempat kos, dan ruang produksi sofa.
Ketika api membesar, seluruh fungsi tersebut ikut hilang dalam waktu singkat.
Api Padam, Masalah Belum Selesai
Kebakaran di Tunggulsari menunjukkan betapa cepat api dapat mengubah situasi di kawasan permukiman.
Satu bangunan terbakar. Namun, dampaknya langsung menjalar ke rumah warga, tempat usaha, dan lingkungan sekolah.
Jarak yang berdekatan membuat api tidak memiliki banyak ruang untuk berhenti.
Ini bukan sekadar kebakaran rumah. Ini gambaran tentang risiko ketika hunian, usaha, dan fasilitas pendidikan berdiri sangat berdekatan.
Peristiwa tersebut juga menyisakan persoalan bagi tiga keluarga penghuni bangunan.
Mereka tidak hanya kehilangan tempat tinggal. Mereka juga kehilangan ruang usaha dan barang-barang yang berada di dalam bangunan.
Bagi dua remaja yang mengalami luka, peristiwa itu meninggalkan dampak lain. Mereka harus mendapat penanganan setelah berada di tengah situasi kebakaran.
Karena itu, penyebab kebakaran perlu mendapat perhatian. Pemeriksaan juga penting untuk mengetahui bagaimana api dapat membesar begitu cepat.
Kebakaran akhirnya tidak berhenti pada cerita tentang bangunan yang hangus.
Api memang padam, tetapi dampaknya masih panjang bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan usaha. @dimas








