Kebakaran gudang rosok Kartasura bermula dari bara pembakaran sampah kering. Api melalap bangunan dan barang rongsokan hingga memicu kerugian ratusan juta rupiah.
Tabooo.id: Sukoharjo – Kebakaran gudang rosok Kartasura terjadi pada Kamis (15/10/2026). Angin meniup bara pembakaran sampah kering hingga memicu api. Kobaran itu melalap bangunan dan tumpukan barang rongsokan. Kerugian akibat kebakaran ini mencapai perkiraan ratusan juta rupiah.
Api Kecil yang Berubah Jadi Petaka
Sampetua Lumban Batu, 47, salah seorang pekerja gudang, mengaku membakar sampah kering sebelum melayani penjual rongsokan. Ia mengira api mulai mengecil saat meninggalkan area pembakaran.
Namun, sekitar 15 menit kemudian, angin meniup bara ke rerumputan kering di sekitar gudang. Api pun merambat dan membesar.
“Awalnya hanya bakar sampah kering dan apinya sudah pelan. Tapi sekitar 15 menit kemudian, api merembet ke rumput,” tutur Sampetua di lokasi kejadian.
Pemilik gudang, Ny Jona, pertama kali melihat kobaran api. Ia langsung berteriak meminta pertolongan.
Delapan pekerja kemudian berusaha memadamkan api menggunakan ember berisi air. Mereka menyiram titik api secara bergantian. Namun, angin kencang membuat upaya tersebut gagal menghentikan kobaran.
“Kami berdelapan berusaha menyiram api pakai air dari ember-ember. Tapi tidak bisa karena anginnya kencang sekali,” ungkap Sampetua.
Rongsokan Kering Mempercepat Penyebaran Api
Tumpukan barang mudah terbakar mempercepat penyebaran api. Gudang itu menyimpan botol plastik, kantong plastik, kabel, dan kayu kering.
Kobaran api segera melalap bangunan serta barang rongsokan yang telah pekerja sortir untuk dijual. Asap hitam membumbung tinggi hingga terlihat dari jarak beberapa kilometer.
Petugas pemadam kebakaran dari Sukoharjo, Kota Solo, dan Boyolali datang untuk menangani kebakaran. Mereka berupaya mencegah api menjalar ke fasilitas Terminal Kartasura dan permukiman warga.
Personel TNI, Polri, serta relawan turut membantu pengamanan lokasi dan mengatur lalu lintas di sekitar area kebakaran.
Petugas melanjutkan pemadaman dan pendinginan hingga siang hari. Mereka memeriksa titik panas untuk mencegah munculnya api baru.
Kerugian Ratusan Juta, Tidak Ada Korban Jiwa
Kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, pemilik gudang menghadapi kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Api menghanguskan seluruh barang rongsokan yang telah pekerja sortir dan siapkan untuk dijual. Kerugian pun mencakup bangunan serta persediaan barang yang memiliki nilai ekonomi.
Peristiwa ini memperlihatkan risiko pembakaran sampah di dekat rumput kering dan tumpukan material mudah terbakar. Bara yang tampak kecil masih dapat memicu kebakaran ketika angin membawanya ke area yang rentan.
Ini bukan sekadar kebakaran gudang. Ini pengingat bahwa api kecil tak selalu berarti risiko kecil.
Masyarakat perlu memastikan bara benar-benar padam setelah membakar sampah. Hindari pembakaran di dekat gudang, tempat usaha, rumput kering, atau tumpukan barang mudah terbakar.
Satu bara yang terlepas bisa menghanguskan hasil kerja berbulan-bulan hanya dalam hitungan menit. @eko





