Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Janur Ireng: Ketika Teror Keluarga Lebih Menakutkan dari Setan

by teguh
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Pernah nggak sih ngerasa horor terbesar itu bukan hantu, tapi keluarga sendiri? Tenang, kamu nggak sendirian. MD Pictures tampaknya paham betul keresahan itu. Setelah Sewu Dino bikin bioskop penuh teriakan pada 2023, kini mereka balik dengan Janur Ireng Sewu Dino The Prequel kisah yang bukan cuma menakutkan, tapi juga nyeletuk soal luka keluarga yang diwariskan turun-temurun.

Prekuel yang Bukan Sekadar Pemanasan

Meski berstatus prekuel, Janur Ireng nggak main aman. Cerita bergerak enam tahun sebelum peristiwa Sewu Dino, tepatnya di 1997. Fokusnya mengarah ke Sabdo dan Intan Kuncoro, dua kakak-adik yang hidup pas-pasan setelah ayah mereka, Kondoto, meninggal dunia.

Sabdo kerja serabutan. Intan putus sekolah. Hidup mereka sudah cukup keras, sampai teror ikut nimbrung. Kepala kambing hitam muncul. Rumah terbakar. Trauma datang berlapis. Namun di tengah kekacauan itu, Arjo Kuncoro paman misterius datang membawa “harapan”.

Tentu saja, harapan di film horor jarang benar-benar tulus.

Rumah Megah, Rahasia Busuk

Arjo mengajak Sabdo dan Intan ke rumah besar keluarga Kuncoro. Bangunan megah itu langsung memantik pertanyaan kenapa ayah mereka hidup miskin, padahal berasal dari keluarga kaya?

Ini Belum Selesai

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

Sejak malam pertama, Intan sudah curiga. Sayangnya, Sabdo memilih rasional. Ia butuh tempat tinggal. Ia butuh rasa aman. Dan seperti banyak orang di dunia nyata, ia menunda percaya pada firasat.

Masalahnya, rumah itu menyimpan terlalu banyak rahasia. Keganjilan muncul satu per satu. Sabdo mulai menyadari bahwa teror yang ia alami bukan kebetulan. Semua berkaitan dengan darah, silsilah, dan dosa lama yang belum lunas.

Janur Ireng: Ketika Teror Keluarga Lebih Menakutkan dari Setan
Para Pemeran Film Janur Ireng

Horor yang Ngomongin Trauma

Di tangan Kimo Stamboel, Janur Ireng nggak cuma jual jumpscare. Film ini menyoroti isu klasik tapi relevan warisan trauma keluarga. Dosa orang tua, keputusan generasi sebelumnya, dan kebisuan yang dibiarkan tumbuh—semuanya menagih harga.

SimpleMan lewat semesta Sewu Dino memang konsisten horor di sini selalu punya akar sosial. Janur Ireng memperlihatkan bagaimana kemiskinan, rahasia keluarga, dan relasi kuasa bisa saling mengikat, lalu meledak jadi teror.

Di titik ini, setan bukan lagi satu-satunya musuh. Ketidakjujuran dan pengkhianatan keluarga terasa jauh lebih kejam.

Wajah Lama, Energi Baru

Marthino Lio kembali sebagai Sabdo, kali ini dengan beban emosi lebih berat. Rio Dewanto, Karina Suwandi, dan Gisella Firmansyah tetap hadir menjaga kontinuitas semesta. Namun sorotan utama justru jatuh ke Tora Sudiro sebagai Arjo Kuncoro sosok ramah yang pelan-pelan bikin penonton nggak nyaman.

Masuknya aktor baru seperti Masayu Anastasia, Faradina Mufti, dan Nyimas Ratu Rafa memberi napas segar. Mereka mengisi ruang konflik dengan karakter yang terasa manusiawi, bukan sekadar korban atau pelengkap.

Jadi, Kenapa Film Ini Relevan?

Janur Ireng tayang di era ketika Gen Z dan Milenial makin berani ngomong soal trauma keluarga. Film ini seperti cermin gelap: nggak semua luka datang dari luar, dan nggak semua rumah layak disebut aman.

Dengan rating D17+ dan adegan gore yang eksplisit, Janur Ireng jelas bukan tontonan santai. Tapi justru di situlah pesannya bekerja. Horor kadang perlu menusuk, supaya kita mau bercermin.

Pertanyaannya sekarang kalau rahasia keluarga kamu tiba-tiba terbongkar, kamu siap hadapi atau masih memilih pura-pura tenang?. @teguh

Tags: FilmGen ZHororKisahMilenialTrauma

Kamu Melewatkan Ini

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

by Naysa
Mei 12, 2026

Salridan-gil memperlihatkan bagaimana rasa takut bisa berubah menjadi budaya uji nyali baru di Korea. Setelah Salmokji: Whispering Water viral, anak...

Seblak Pedas Ternyata Membungkam Overthinking

Seblak Pedas Ternyata Membungkam Overthinking

by Anisa
Mei 11, 2026

Seblak pedas kini bukan lagi sekadar tren jajanan kaki lima. Di tengah ledakan budaya kuliner pedas Indonesia, ia perlahan berubah...

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau sebuah film dapat nilai “lumayan” dari kritikus tapi dipuja fans sampai susah move on, siapa yang sebenarnya benar? Pertanyaan...

Next Post
Konsep Otomatis

AI Jadi Bumerang, Clair Obscur Turun dari Takhta Indie Game

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id