Jalan Kapten Mulyadi Solo tutup total 2–4 Oktober 2026 untuk Haul Solo 2026. Simak jalur alternatif dan titik rawan kepadatan.
Tabooo.id: Surakarta – Jalan Kapten Mulyadi Solo tutup total mulai Jumat (2/10/2026) pukul 14.00 WIB. Dishub Solo menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mendukung Haul Solo 2026 hingga Minggu siang.
Jalan Kapten Mulyadi akan tutup total saat Haul Solo 2026 berlangsung. Dishub Solo menutup ruas dari Simpang Pasar Kliwon hingga Simpang Baturono. Penutupan mulai Jumat, 2 Oktober 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Dishub menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mendukung Haul Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi 2026. Pengaturan ini berjalan hingga Minggu, 4 Oktober 2026 siang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Surakarta Andri Wahyudi mengatakan petugas mulai mengatur arus setelah salat Jumat.
“Untuk Jalan Kapten Mulyadi, kami tutup total mulai setelah salat Jumat sekitar pukul 14.00 WIB. Penutupan berlangsung sampai Minggu siang.” ujarnya.
Bagi warga Solo, perubahan arus ini bukan sekadar persoalan jalan. Ribuan jamaah akan bergerak menuju kawasan haul pada waktu yang sama.
Arus Lalu Lintas Mulai Berubah
Petugas mengatur kendaraan menuju sejumlah jalur alternatif. Mereka juga memasang rambu untuk membantu pengendara memilih rute.
Dari arah utara, pengendara dapat melewati kawasan Bundaran Gladag. Dishub juga mengatur contra flow di Jalan Slamet Riyadi dari Gladag menuju Nonongan.
Andri menjelaskan pengendara dari utara menuju Sukoharjo dapat memilih Jalan Yos Sudarso.
“Untuk arah utara menuju Sukoharjo, masyarakat bisa melalui Jalan Yos Sudarso. Dari selatan menuju utara, bisa melalui Jalan Mojo dan ruas di sekitarnya,” kata Andri.
Perubahan tersebut membuat pola perjalanan warga ikut berubah.
Sejumlah Titik Berpotensi Padat
Dishub memetakan beberapa titik yang berpotensi mengalami kepadatan.
Lokasinya mencakup Simpang Baturono, Simpang Pasar Kliwon, Jalan Mojo, Sampangan, Loji Wetan, Gladag, Nonongan, dan Gemblegan.
Andri meminta masyarakat memperhatikan jalur alternatif karena perpindahan arus dapat meningkatkan kepadatan pada sejumlah ruas.
“Kami siapkan petugas dan rambu di beberapa titik. Masyarakat kami minta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.
Kendaraan yang biasanya melintasi Kapten Mulyadi harus mencari jalur lain. Pada waktu yang sama, jamaah bergerak menuju kawasan haul.
Arus kendaraan dan arus jamaah akhirnya bertemu di sejumlah ruas.
Karena itu, warga perlu memperhitungkan waktu perjalanan sejak awal.
Haul Membawa Pergerakan Massa Besar
Kepala Dishub Solo Taufiq Muhammad mengatakan pelaksanaan haul pada tahun sebelumnya menarik jamaah dalam jumlah besar.
“Haul ini setiap tahun jamaahnya sangat banyak. Karena itu, kami meminta masyarakat mengikuti rekayasa lalu lintas dan pengaturan parkir yang sudah kami siapkan,” kata Taufiq.
Taufiq juga meminta pengendara tidak memaksakan diri masuk ke kawasan yang mengalami penutupan.
“Kalau tidak ada kepentingan ke kawasan haul, sebaiknya masyarakat memilih jalur lain,” ujarnya.
Petugas juga berjaga di sejumlah titik untuk membantu mengatur kendaraan.
Namun, petugas tidak bisa bekerja sendiri.
Pengendara juga perlu mengikuti rambu dan arahan petugas. Mereka juga perlu menghindari kawasan Kapten Mulyadi selama penutupan berlangsung.
Langkah sederhana itu dapat membantu mengurangi antrean di jalur alternatif.
Jalan Kota Harus Berbagi Ruang
Penutupan Kapten Mulyadi menunjukkan persoalan yang lebih besar.
Jalan kota tidak hanya melayani kendaraan. Pada waktu tertentu, jalan juga menjadi ruang bagi kegiatan sosial dan keagamaan.
Haul membutuhkan ruang untuk jamaah. Warga tetap membutuhkan akses menuju rumah dan tempat kerja.
Pedagang juga membutuhkan akses menuju lokasi usaha. Sementara itu, kendaraan membutuhkan jalur untuk bergerak.
Semua kepentingan tersebut bertemu dalam waktu yang sama.
Karena itu, rekayasa lalu lintas harus mengatur lebih dari sekadar perpindahan kendaraan.
Dishub perlu menjaga pergerakan kota tetap berjalan saat kegiatan besar mengambil sebagian ruang publik.
Warga Perlu Mengubah Rute
Warga yang menuju Sukoharjo, Wonogiri, atau Karanganyar sebaiknya menghindari Jalan Kapten Mulyadi selama penutupan.
Pengendara dapat memilih jalur alternatif sebelum memasuki kawasan padat.
Langkah tersebut membantu mengurangi antrean. Pada saat yang sama, jamaah mendapat ruang lebih leluasa menuju lokasi haul.
Petugas akan mengatur arus di lapangan. Namun, keputusan pengendara juga menentukan kondisi lalu lintas.
Satu kendaraan yang berhenti sembarangan dapat menghambat kendaraan lain.
Selama tiga hari, Solo akan menghadapi perubahan ritme lalu lintas.
Jalan Kapten Mulyadi tetap berada di tempatnya. Namun, warga harus mengubah cara menuju kawasan tersebut.
Sebab, ketika satu jalan berhenti melayani kendaraan, jalan lain ikut menerima beban.@eko





