Tabooo.id: Sports – Di tengah tekanan dan tensi tinggi, Timnas Futsal Indonesia menunjukkan satu hal mereka bukan cuma datang untuk bermain mereka datang untuk menang. Jumat malam, 10 April 2026, di Nonthaburi Hall, Thailand, skuad Garuda menaklukkan Vietnam dengan skor tipis 3-2.
Hasil ini bukan sekadar tiket ke final ASEAN Futsal Championship 2026 ini adalah pernyataan mental.
Pelatih Hector Souto tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Kami menunjukkan permainan yang solid, terutama dalam situasi tekanan tinggi,” ujar Souto usai laga, Jumat (10/04/2026).
Kalimat itu sederhana, tapi maknanya dalam. Karena di lapangan, Indonesia memang sempat goyah sebelum akhirnya bangkit dengan cara yang meyakinkan.
Awal Tertekan, Lalu Bangkit Tanpa Kompromi
Indonesia tidak langsung panas. Justru Vietnam lebih dulu mengancam lewat Ho Van Y pada menit ke-6, disusul peluang Tran Thai Huy dua menit kemudian. Tapi kiper Muhammad Albagir berdiri sebagai tembok pertama yang sulit ditembus.
Momentum berubah cepat. Menit ke-10, Andarias Kareth membuka keran gol. Tiga menit berselang, ia menggandakan keunggulan lewat sepakan keras dari luar kotak penalti.
Skor 2-0 bukan cuma angka itu momentum. Dan Indonesia mulai menguasai ritme.
Babak Kedua: Ujian Mental Dimulai
Vietnam tidak tinggal diam. Menit ke-22, Nguyen Da Hai memperkecil skor lewat skema bola mati. Tekanan meningkat. Tapi respons Indonesia lebih cepat dari rasa panik.
Satu menit kemudian, Muhammad Sanjaya mencetak gol ketiga. Ia menyambar umpan Yogi Saputra di tiang jauh momen yang terasa seperti napas panjang di tengah badai.
Namun Vietnam kembali mendekat. Trinh Cong Dai mencetak gol kedua lewat skema kick-in. Skor berubah jadi 3-2. Tegang? Jelas.
Di lima menit akhir, Vietnam bahkan bermain power play. Mereka all-out. Mereka nekat. Tapi Indonesia bertahan.
Peluang terakhir Vietnam lewat sepakan keras Tran Quang Nguyen di detik-detik akhir melenceng. Peluit panjang berbunyi. Indonesia menang.
Lebih dari Sekadar Skor
Kemenangan ini bukan cuma soal 3-2. Ini tentang bagaimana tim bertahan saat ditekan. Tentang bagaimana mereka merespons gol lawan tanpa kehilangan arah.
Souto mengakui masih ada kekurangan. Tapi justru di situlah cerita besarnya tim ini belum sempurna, tapi sudah cukup kuat untuk menang. Dan sekarang, satu langkah lagi menuju juara.
Indonesia akan menghadapi pemenang antara Thailand dan Australia di final. Tantangan berikutnya jelas lebih berat. Tapi setelah laga ini, satu hal jadi pasti Garuda tidak lagi dipandang sebelah mata.
Closing: Final Bukan Sekadar Tujuan
Indonesia sudah sampai di final. Tapi pertanyaannya sekarang bukan lagi “bisa sampai sejauh apa?”
Melainkan seberapa jauh mereka berani melangkah untuk mencetak sejarah?. @teguh







