Selama enam tahun terakhir, bekas lipatan atau crease menjadi kritik yang terus mengikuti perkembangan smartphone lipat. Banyak produsen berhasil membuat perangkat lebih tipis, lebih ringan, dan lebih bertenaga. Namun satu persoalan tetap bertahan. Garis lipatan di tengah layar masih terlihat dan kerap mengurangi pengalaman pengguna dan Samsung mulai dengan Galaxy Z Fold 8 kini mencoba mengubah keadaan tersebut.
Tabooo.id: Menjelang peluncuran Galaxy Z Fold 8 pada ajang Galaxy Unpacked pada 22/07/2026, perusahaan asal Korea Selatan itu memperkenalkan teknologi layar terbaru bernama Flex Titanium. Inovasi ini menggabungkan struktur panel OLED baru, material titanium, serta desain engsel yang lebih canggih untuk menekan munculnya bekas lipatan.
Bagi Samsung, pembaruan ini bukan sekadar peningkatan spesifikasi. Perusahaan ingin menghilangkan salah satu kelemahan terbesar yang selama ini melekat pada smartphone lipat.
Samsung Rancang Ulang Struktur Layar dari Lapisan Terdalam
Tim pengembang Samsung tidak hanya mengganti material layar. Mereka merancang ulang struktur panel OLED agar mampu mendistribusikan tekanan secara lebih merata ketika pengguna melipat dan membuka perangkat.
Samsung memadukan titanium-alloy film dengan titanium plate sebagai fondasi utama layar. Lapisan titanium-alloy menopang panel OLED sekaligus meningkatkan kekuatan struktur tanpa menambah ketebalan perangkat. Sementara itu, pelat titanium menjaga fleksibilitas layar selama proses lipat-buka berlangsung.
Para insinyur Samsung juga membuat pola lubang laser berukuran mikroskopis pada pelat titanium. Pola tersebut membantu menyebarkan tekanan ke area yang lebih luas. Dengan cara itu, layar tidak lagi menerima beban pada satu titik sehingga garis lipatan menjadi jauh lebih samar.
Samsung kemudian melengkapi struktur baru tersebut dengan material organik OLED generasi terbaru. Kombinasi itu meningkatkan kualitas tampilan sekaligus membantu menghemat konsumsi daya.
Lubang Mikroskopis Menjadi Kunci Inovasi
Samsung Display menyebut perubahan terbesar justru lahir dari teknologi yang nyaris tidak terlihat oleh mata.
Kyung-Jin Yoo, EVP sekaligus Head of Mobile Display Product Development Team Samsung Display, menjelaskan bahwa timnya berhasil menjaga keseimbangan antara fleksibilitas dan daya tahan melalui pendekatan baru tersebut.
“Melalui penerapan teknologi lubang bermikropola pada bagian lipatan pelat titanium, kami mampu menghadirkan struktur yang tetap fleksibel sekaligus memiliki daya tahan yang kokoh,” ujar Kyung-Jin Yoo dalam keterangan resmi Samsung Display.
Ia menambahkan bahwa Samsung akan terus mengembangkan teknologi layar lipat pada generasi berikutnya.
“Dengan memadukan teknologi layar beresolusi tinggi dan material organik terbaru yang mendukung efisiensi energi, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan pengalaman foldable Galaxy di masa depan,” lanjutnya.
Engsel Baru Ikut Menekan Bekas Lipatan
Samsung tidak berhenti pada pengembangan panel layar. Perusahaan juga merancang ulang mekanisme engsel Galaxy Z Fold 8.
Desain baru itu memperbesar radius lipatan sehingga tekanan tidak lagi bertumpu pada satu area. Pendekatan tersebut membantu menjaga permukaan layar tetap rata ketika perangkat terbuka.
Sejumlah video demonstrasi yang beredar memperlihatkan hasilnya. Bekas lipatan hanya muncul ketika cahaya mengenai layar dari sudut tertentu. Dalam penggunaan normal, garis tersebut hampir tidak terlihat.
Persaingan Foldable Memasuki Babak Baru
Industri smartphone kini tidak lagi berlomba menghadirkan layar yang bisa dilipat. Hampir semua produsen besar telah menguasai teknologi tersebut. Persaingan berikutnya berfokus pada pengalaman pengguna.
Samsung berusaha membawa perangkat foldable semakin mendekati smartphone konvensional. Langkah itu menjadi penting karena konsumen premium tidak hanya mengejar desain futuristis. Mereka juga menginginkan layar yang nyaman dipakai untuk membaca, bekerja, menonton video, hingga bermain gim tanpa terganggu garis lipatan.
Galaxy Z Fold 8 menjadi bukti bahwa Samsung memilih menyelesaikan persoalan paling mendasar sebelum menambahkan fitur baru. Strategi itu memperlihatkan arah baru industri smartphone lipat. Inovasi tidak lagi sekadar mengejar angka spesifikasi, tetapi juga memperbaiki pengalaman yang benar-benar dirasakan pengguna setiap hari.
Apabila Flex Titanium mampu memenuhi klaim Samsung dalam penggunaan jangka panjang, Galaxy Z Fold 8 berpeluang menjadi salah satu lompatan terbesar sejak lini Galaxy Fold pertama hadir pada 2019. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan pengguna setelah perangkat ini resmi meluncur dan melewati pengujian di dunia nyata. @teguh







